Masjid Al-Barkah

Ada Apa dengan Remaja

Pentingnya Keterampilan Berdialog dengan Remaja

By  |  pukul 7:50 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 08 Januari 2024 pukul 9:17 pm

Tautan: https://rodja.id/59v

Pentingnya Keterampilan Berdialog dengan Remaja merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary dalam pembahasan Ada Apa dengan Remaja. Kajian ini disampaikan pada Selasa, 20 Jumadal Akhir 1445 H / 02 Januari 2024 M.

Kajian Tentang Pentingnya Keterampilan Berdialog dengan Remaja

Dialog adalah pembicaraan dua arah, ada momen kita berbicara, ada momen kita mendengar. Sebagaimana halnya berkomunikasi dua arah, ada pihak yang bicara, ada pihak yang mendengarkannya. Maka kita di samping bisa berbicara, juga seharusnya bisa mendengar. Karena memahami manusia adalah dengan mendengarkannya. Kalau kita bicara sama manusia, kita belum tentu bisa memahami mereka hingga kita mendengarkan.

Demikian pula, anak adalah manusia yang perlu kita pahami. Kita tidak akan mungkin memahami anak-anak remaja hingga kita mau mendengarkan mereka. Ada sebagian orang tua yang tidak bisa mendengar, hanya bisa berbicara. Jika ngomong tidak mau diinterupsi, tidak mau diputus, ngomong terus. Anak tidak dikasih kesempatan untuk bicara. Ada juga pandangan yang mengatakan bahwa anak tidak boleh bicara di depan orang tua, harus diam. Maka, orang tua ini ngomong terus dari A sampai Z, dan dia tidak mau mendengar. Lalu bagaimana dia bisa memahami manusia jika tidak mau mendengarkan?

Apalagi yang di depan kita ini bukan bocah. Remaja adalah manusia yang menuju dewasa. Maka kita perlu mendengar apa yang ada pada diri mereka. Remaja sudah memiliki kemampuan untuk mengungkapkan perasaan dan isi hati. Bahkan, mereka sudah mampu untuk menuangkan pikirannya. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, di dalam berbagai kesempatan, Beliau juga mendengar dan menyimak, bukan hanya berbicara.

Baca Juga:
Keutamaan Kayu Siwak Untuk Membersihkan Mulut

Maka, ini yang harus kita pahami, para orang tua, yaitu bagaimana keterampilan berdialog. Keterampilan berdialog ini bukan hanya keterampilan ngomong, tidak tapi juga tahu momen-momen di mana kita harus mendengar dan menyimak. Itu namanya dialog, pembicaraan dua arah. Ada momen kita bicara, ada momen kita mendengar, barulah dikatakan dialog. Kalau kita saja yang bicara, itu namanya monolog, bukan dialog. Kecenderungan orang tua melakukan monolog saja, dia tidak bisa berdialog, terutama dengan anak remajanya.

Maka, dialog merupakan keterampilan yang penting dan seharusnya para orang tua menguasainya. Karena ini akan membantu untuk mempererat hubungan kita dengan siapapun, terutama dengan anak-anak remaja kita, dan berinteraksi positif menurut tingkatan usia mereka.

Bagaimana agar dialog dengan anak remaja kita itu bisa berbuah positif? Tentunya, semuanya dengan ilmu. Maka, orang tua harus mempersiapkan diri ketika dia akan berdialog dengan anak remajanya. Kira-kira, apa yang akan dibicarakan, kira-kira tujuannya apa, dan berusaha untuk membuat materi pembicaraan itu sesimpel dan sesederhana mungkin. Tidak ngalor-ngidul tanpa ujung pangkalnya. Kadang-kadang, banyak orang berdialog itu tidak jelas arahnya ke mana. Nanti ke sini, kadang ke situ, akhirnya semua dibicarakan tidak fokus.

Maka, orang tua harus mempersiapkan ketika akan berdialog dengan anak remaja. Dia mempersiapkan apa kira-kira tujuannya, apa targetnya, jadi perlu di disederhanakan. Jangan dibuat rumit, sehingga si remaja juga bingung. Tadi dia ngobrol sama orang tuanya tanpa ada kesimpulan juga.

Baca Juga:
Bab Orang Yang Berpendapat Tidak Wajibnya Wudhu Kecuali dari Dua Tempat Keluar - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Badrusalam, Lc.)

Di sini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan para orang tua untuk mengasah keterampilan berdialog dengan anak-anak remaja mereka.

Dialog positif

Dialog positif positif adalah kita memperhatikan dengan baik, mendengarkan, dan kadang-kadang diam lebih banyak daripada bicara. Ini sudah kita singgung sebelumnya. Dialog itu ada momen bicara, ada momen mendengar. Kita harus tahu kapan mempersilakan anak remaja untuk bicara mengungkapkan isi hati dan unek-unek yang ada di dalam hatinya. Hal ini juga untuk memperhatikan bagaimana adab dan etikanya dalam berbicara. Mungkin salah dan perlu diluruskan, dibimbing dan dituntun. Maka, kita meluruskannya kalau ada kesalahan-kesalahan di sana.

Maka, coba biarkan mereka bicara. Sebagian remaja yang ditekan terus oleh orang tuanya sehingga orang tuanya tidak mengerti, sebenarnya anaknya mampu berbicara atau tidak. Bukan asal bisa ngomong. Tapi kemampuan dan keterampilan untuk bicara ini tidak semua orang memilikinya.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Pentingnya Keterampilan Berdialog dengan Remaja” ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Baca Juga:
Makna Hadits Tangan Diatas Lebih Baik Dari Tangan Dibawah

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.