Masjid Al-Barkah

Hadits-Hadits Perbaikan Hati

Memperbaiki Hati dengan Tafakkur

By  |  pukul 2:05 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 11 Januari 2024 pukul 6:40 am

Tautan: https://rodja.id/59y

Memperbaiki Hati dengan Tafakkur adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 26 Jumadal Akhir 1445 H / 08 Januari 2024 M.

Kajian Islam Ilmiah Tentang Memperbaiki Hati dengan Tafakkur

Dari sahabat Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, beliau berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

تَفَكَّرُوْا فِيْ أَلاَءِ اللهِ وَلاَ تَفَكَّرُوْا فِيْ اللهِ

“Renungkanlah nikmat-nikmat Allah. Janganlah kalian memikirkan tentang Dzat Allah.” (HR. Thabrani dan Al-Baihaqi)

Bertafakkur, atau merenungi ciptaan-ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala, nikmat-nikmat Allah ‘Azza wa Jalla adalah ibadah hati. Ibadah hati yang mempunyai manfaat dan pengaruh yang sangat baik, mempunyai buah-buah yang tidak terhitung banyaknya. Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat yang menganjurkan dan memotivasi kita untuk selalu bertafakkur. Ayat-ayat tersebut menjelaskan besarnya kedudukan tafakkur, agungnya dan tingginya kedudukan ibadah tafakkurini. Serta besarnya manfaat yang didapatkan oleh orang yang selalu bertafakkur.

Juga, ayat-ayat tersebut memuji tentang orang-orang yang selalu memikirkan tentang ciptaan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman:

…كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

“Demikianlah Allah menjelaskan kepada kalian ayat-ayatNya agar kalian memikirkan.” (QS. Al-Baqarah[2]: 219)

Juga, firman Allah:

إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Pada hal itu ada tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.” (QS. Al-Jatsiyah[45]: 13)

Baca Juga:
Ceramah Tentang Bulan Ramadhan dan Sifat Puasa Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam

Juga, firman Allah:

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا فِي أَنفُسِهِم…

“Tidak kah mereka merenungi tentang diri mereka sendiri?” (QS. Ar-Rum[30]: 8)

Juga, firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

…كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Demikianlah Kami jelaskan ayat-ayat untuk kaum yang berpikir.” (QS. Yunus[10]: 24)

Juga, firman Allah:

…وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Demikianlah perumpamaan-perumpamaan yang Kami buat untuk manusia agar mereka berfikir.” (QS. Al-‘Ankabut[29]: 21)

Dan ayat-ayat yang semakna dengan ayat-ayat yang dibacakan tadi sangat banyak sekali.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, memuji para waliNya yang dekat dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu Ulul Albab (orang-orang yang selalu berpikir). Allah menjelaskan tingginya kedudukan mereka dan indahnya perbuatan mereka yang selalu bertafakkur, dengan FirmanNya:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ 

“Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, dan pergantian siang dan malam, terdapat tanda-tanda bagi orang yang berpikir.” (QS. Ali ‘Imran[3]: 190)

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Yaitu orang-orang yang selalu berdzikir mengingat Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik dalam keadaan berdiri, duduk, atau berbaring. Mereka merenungkan penciptaan langit dan bumi, dan mereka berdoa: ‘Wahai Rabb kami, tidaklah Engkau ciptakan kebatilan, Mahasuci Engkau, maka lindungilah kami dari adzab neraka.'” (QS. Ali ‘Imran[3]: 190)

Baca Juga:
Kewajiban Shalat Bagi Seluruh Nabi

Tafakkur yang agung ini yang Allah Subhanahu wa Ta’ala mengajak dan memotivasi para hambaNya untuk selalu bertafakkur merenungi ciptaan dan ayat-ayat Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kunci segala kebaikan, pondasi segala keberuntungan, dan sumber segala kebaikan. Tafakkur ini adalah ibadah hati yang sangat agung, yang dapat mengantar manusia dari kelalaian menuju kesadaran, dari maksiat menuju ketaatan, dan dari kehinaan menuju kemuliaan. Dapat mengantarkannya dari perbuatan-perbuatan hina, perbuatan-perbuatan rendah, menuju perbuatan-perbuatan yang mulia, dan amalan-amalan yang agung.

Para Salafush Shalih (orang-orang shalih terdahulu) Rahimahumullah, disamping selalu bertafakkur dan merenungi tentang keagungan Allah Subhanahu wa Ta’ala, mereka juga menganjurkan kita untuk selalu bertafakkur. Abdurrahman bin Zaid bin Aslam Rahimahullah mengatakan: “Tidak ada kebaikan dalam agama ini kecuali dengan bertafakkur.”

Umar bin Abdul Aziz Rahimahullah berkata: “Memikirkan nikmat-nikmat Allah adalah termasuk ibadah yang paling mulia.”

Nukilan-nukilan dari para Salaf tentang hal ini sangat banyak, karena mereka benar-benar mengetahui kedudukan tafakkur, tingginya, dan agungnya bertafakkur ini. Serta besarnya manfaat tafakkur bagi hati, karena dapat memperbaiki dan menghidupkannya.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.

Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Memperbaiki Hati dengan Tafakkur

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Baca Juga:
Jadikanlah Kemarahanmu Ibarat Garam Bagi Masakan

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.