Masjid Al-Barkah

Hadits-Hadits Perbaikan Hati

Penyucian Jiwa

By  |  pukul 8:22 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 18 Januari 2024 pukul 1:57 pm

Tautan: https://rodja.id/5a7

Penyucian Jiwa adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin , 3 Rajab 1445 H / 15 Januari 2024 M.

Kajian Islam Ilmiah Tentang Penyucian Jiwa

Dari sahabat Zaid bin Arqam Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata: “Aku tidak akan menyampaikan kepada kalian kecuali apa yang dahulu diucapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, terkadang berdoa:

اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بكَ مِنَ العَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَالْهَرَمِ، وَعَذَابِ القَبْرِ، اللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَن زَكَّاهَا، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا، اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بكَ مِن عِلْمٍ لا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لا يُسْتَجَابُ لَهَا.

“Ya Allah, aku berlindung diri kepadaMu dari kelemahan, dari kemalasan, dari sifat penakut, sifat bakhil, dari masa tua yang buruk, dari azab kubur. Ya Allah, berikanlah jiwaku ketakwaannya, bersihkanlah ia, Engkaulah sebaik-baik yang membersihkannya, pelindung dan penolongnya. Ya Allah, aku berlindung diri kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusuk, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dan doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim)

Di dalam ini ada isyarat dan peringatan bahwasannya tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) berada di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mengetahui segala yang ghaib. Dan kunci penyucian jiwa yang terbesar adalah dengan berdoa, memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla, karena perkara jiwa ini adalah perkara yang besar, urusan yang tidak kecil.

Baca Juga:
Pokok dari Istiqamah adalah Istiqamahnya Hati - Kitab 10 Kaidah Istiqamah (Ustadz Arman Amri, Lc.)

Allah Ta’ala berfirman:

وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا ‎﴿١﴾‏ وَالْقَمَرِ إِذَا تَلَاهَا ‎﴿٢﴾‏ وَالنَّهَارِ إِذَا جَلَّاهَا ‎﴿٣﴾‏ وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا ‎﴿٤﴾‏ وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا ‎﴿٥﴾‏ وَالْأَرْضِ وَمَا طَحَاهَا ‎﴿٦﴾‏ وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا ‎﴿٧﴾‏ فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا ‎﴿٨﴾‏ قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا ‎﴿٩﴾‏ وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا ‎﴿١٠﴾

“Demi matahari dan sinarnya di pagi hari, dan bulan yang mengiringinya, dan siang yang menampakkannya, dan malam apabila menutupnya dengan gelap gulitanya. Dan langit juga pembangunannya yang sangat indah, dan bumi serta penghamparannya, dan jiwa serta penyempurnaannya. Allah ‘Azza wa Jalla mengilhamkan ketakwaan dan kejahatannya sungguh beruntung orang yang mensucikannya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams[91]: 1-10)

Jiwa adalah tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang sangat besar, yang sangat pantas untuk Allah bersumpah dengannya. Karena jiwa adalah sesuatu yang sangat lembut, sangat ringan, mudah berubah, mudah bergerak, mudah berganti, mudah terpengaruh dari keinginan, dari kecintaan, dari marah, dan sifat-sifat yang lainnya.

Jika jiwa ini tidak ada, maka badan itu seperti patung yang tidak ada gunanya. Maka penciptaan jiwa ini adalah tanda kekuasaan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang agung.

Firman Allah ‘Azza wa Jalla: “Sungguh beruntung orang yang mensucikannya,” asal kata الزّكاة adalah tambahan kebaikan. Dan maksud ayat tersebut adalah barangsiapa yang berusaha mensucikan jiwanya, memperbaiki jiwanya, berusaha untuk memperbanyak ketakwaan-ketakwaan dan ibadah-ibadah kepada Allah, dan menjauh dari semua dosa-dosa dan keburukan, maka dialah orang yang beruntung.

Baca Juga:
Tempat Tinggal Yang Abadi - Tafsir Surat As-Sajdah Bagian 3

Adapun firman Allah Azza wa Jalla, “dan sungguh merugi orang yang mengotorinya,” asal kata التّديسة adalah الإخفاء (menyembunyikan). Karena seorang yang berbuat maksiat, dia telah menyembunyikan jiwanya yang mulia dengan mengerjakan dosa-dosa. Ia menutupi jiwanya dengan perbuatan-perbuatan rendah dan hina. Bahkan, ia membinasakannya dengan dosa-dosa tersebut sehingga jiwanya menjadi jiwa yang hina, jiwa yang rendah, jiwa yang kerdil, dan berhak mendapatkan kehancuran dan kerugian.

Maka, penyucian jiwa ini sangat penting dan wajib bagi setiap muslim yang memperhatikan dirinya untuk benar-benar berusaha mensucikan jiwanya. Ia harus bersungguh-sungguh dalam kehidupannya untuk mencapai jiwa yang suci dan bersih, agar ia beruntung di dunia dan di akhirat, dan dia mendapatkan kebahagiaan yang hakiki.

Tauhid adalah pokok utama dalam mensucikan jiwa. Karena tauhid adalah tujuan utama Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan seluruh makhlukNya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah hanya kepadaKu.” (QS. Az-Zariyat[51]: 56)

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.

Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Penyucian Jiwa

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Baca Juga:
Norma-Norma dan Cara Menjatuhkan Hukuman Kepada Anak Menurut Islam

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.