Masjid Al-Barkah

Fiqih Do'a dan Dzikir

Membersihkan Kemaluan Setelah Buang Hajat

By  |  pukul 7:40 am

Terakhir diperbaharui: Senin, 12 Februari 2024 pukul 7:59 am

Tautan: https://rodja.id/5af

Membersihkan Kemaluan Setelah Buang Hajat ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Doa dan Dzikir yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 22 Januari 2024 M / 10 Rajab 1445 H.

Kajian Tentang Membersihkan Kemaluan Setelah Buang Hajat

Pada kajian sebelumnya, kita sudah membahas beberapa adab. Yang pertama, baca doa ketika masuk dan keluar. Yang kedua, dahulukan kaki kiri ketika masuk dan kaki kanan ketika keluar. Yang ketiga, tidak boleh menghadap atau membelakangi kiblat saat buang hajat ketika di dalam atau di luar ruangan.

Hari ini kita akan melanjutkan pembahasan tentang adab buang hajat. Adab yang keempat adalah membersihkan kemaluan setelah buang air besar atau kecil. Dalam bahasa fikih, hal ini disebut istinja’. Dalam bahasa Indonesia, istinja’ dapat diartikan sebagai membersihkan kemaluan setelah buang air besar.

Ini perlu dilakukan untuk menghilangkan najis dan agar najis tidak menempel di pakaian. Pembersihan yang paling afdhal adalah menggunakan air, karena lebih bersih dibandingkan cara lainnya.

Dalil Istinja’

Dalilnya adalah apa yang dituturkan oleh Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu. Beliau mengatakan:

أجِيءُ أنَا وغُلَامٌ، معنَا إدَاوَةٌ مِن مَاءٍ، يَعْنِي يَسْتَنْجِي بهِ.

“Kalau Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam buang hajat, maka saya dan pembantu Nabi yang lainnya datang membawa wadah yang isinya air, untuk digunakan untuk beristinja’.” (HR. Al-Bukhari)

Baca Juga:
Khutbah Jumat Singkat Tentang Sedekah Dimasa Sulit

Perhatikan juga ketika kita buang air, terutama buang air besar, kita harus membersihkan tubuh dan juga tempat buang hajat. Jangan terbiasa meninggalkan jejak yang tidak pantas ditinggalkan. Kamar mandi harus selalu bersih karena itu merupakan bagian dari iman. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengingatkan:

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيْهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِه

“Seseorang tidak dianggap beriman sampai dia menyukai kebaikan untuk orang lain sebagaimana dia menyukai kebaikan untuk dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Lihat juga: Hadits Arbain Ke 13 – Hadits Tentang Cinta Dan Kesempurnaan Iman

Kita suka kamar mandi yang kita masuki bersih. Maka siapkan itu untuk orang lain sebagaimana kita suka kamar mandi yang kita masuki dalam keadaan bersih. Hendaklah kita berusaha untuk melakukan hal tersebut untuk orang lain. Ini merupakan tanda keimanan. Bahkan, bukan hanya masalah itu saja. Anda suka masuk kamar mandi dalam keadaan baknya ada airnya atau kosong? Tapi ada sebagian orang begitu keluar kamar mandi, baknya kosong. Ini adalah bentuk tidak bertanggung jawab.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Membersihkan Kemaluan Setelah Buang Hajat” ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Baca Juga:
Nikmat dan Adzab Kubur

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.