Masjid Al-Barkah

Talbis Iblis

Penafsiran Kaum Sufi yang Tidak Berdasar

By  |  pukul 10:49 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 07 Februari 2024 pukul 10:50 am

Tautan: https://rodja.id/5av

Penafsiran Kaum Sufi yang Tidak Berdasar ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 25 Rajab 1445 H / 5 Februari 2024 M.

Kajian tentang Penafsiran Kaum Sufi yang Tidak Berdasar

Sudah kita bahas pada pertemuan yang lalu bagaimana sikap dan pandangan kaum sufi terhadap ilmu dan para penuntut ilmu. Dalam pandangan mereka, menuntut ilmu adalah kesibukan yang sia-sia, karena tujuannya bukanlah ilmu tapi amal. Maka menyibukkan diri dengan ilmu bagi mereka bisa mengalihkan dari amal. Ini adalah satu hal yang sangat kontradiktif. Karena amal tanpa ilmu tidak akan tegak. Namun bagi mereka amal tidak perlu didasari ilmu. Mereka menakwil beberapa ayat, dimana mereka menafsirkan dengan tafsiran-tafsiran yang keliru. Misalnya menafsirkan perintah untuk belajar dengan perintah untuk beramal.

Sebagian tokoh-tokoh sufi menafsirkan ayat-ayat yang menyuruh kita menuntut ilmu kepada makna beramal. Ibnul Jauzi mengatakan bahwa setelah kaum sufi meninggalkan ilmu dan hanya melakukan mengolah jiwa yang tidak sesuai dengan tuntunan sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tapi menurut asumsi pribadi mereka masing-masing. Mereka tidak tahan dari membicarakan tentang berbagai disiplin ilmu. Karena ilmu perlu kesabaran dan ketabahan dalam mengikuti setiap disiplin-disiplin ilmu. Tapi disebabkan mereka berbicara berdasarkan pengalaman yang mereka alami, maka terjadilah berbagai kekeliruan yang datang dari pendapat hasil pemahaman mereka sendiri. Kadang-kadang kaum sufi ini membicarakan mengenai tafsir Al-Qur’an, hadits, fikih, dan berbagai disiplin ilmu lainnya dengan penafsiran-penafsiran yang tidak berdasar, atau mereka cocokkan dengan kondisi mereka. Mereka menyampaikan berbagai disiplin ilmu syar’i tadi sesuai dengan konsekuensi keilmuan mereka yang tentunya sangat dangkal. Karena mereka tidak menuntut ilmu.

Baca Juga:
Hukum Nyanyian dan Musik

Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah mengosongkan suatu masa dari orang-orang yang meluruskan syariatNya untuk membantah orang-orang yang melakukan penafsiran-penafsiran yang keliru dan menyimpang dari ajaran para Nabi dan Rasul. Merekalah para ulama-ulama sunnah yang membantah kekeliruan pemahaman-pemahaman manusia di dalam memahami Al-Qur’an dan sunnah. Terkhusus di sini berkaitan dengan perintah menuntut ilmu yang mereka takwil kepada makna keutamaan beramal untuk menghindari belajar.

Ja’far bin Muhammad Al-Khuldi berkata: “Aku hadir saat guru kami Al-Junaid ditanya oleh Kaisan tentang firman Subhanahu wa Ta’ala, ‘Kami akan bacakan Al-Qur’an kepadamu wahai Muhammad sehingga engkau tidak akan lupa.’ Al-Junaid mengatakan bahwa makna ‘jangan lupa’ yaitu jangan lupa mengamalkannya.”

Ini tafsir yang tidak sejalan dengan konteks ayat tersebut. Konteks ayat tersebut adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala menyuruh para malaikat untuk membacakan Al-Qur’an kepada Nabi hingga Nabi tidak lupa apa yang dibaca. Maknanya yaitu menghafal ilmu. Tapi itu dibawakan kepada makna jangan lupa mengamalkannya. Tentu ini jauh sekali dari apa yang dimaksud di dalam ayat ini.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Penafsiran Kaum Sufi yang Tidak Berdasar” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Baca Juga:
Berpegang Teguh dengan Petunjuk Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.