Masjid Al-Barkah

Fiqih Pendidikan Anak

Merangsang Anak dengan Hadiah

By  |  pukul 10:42 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 21 Februari 2024 pukul 10:46 am

Tautan: https://rodja.id/5b6

Merangsang Anak dengan Hadiah ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Fiqih Pendidikan Anak yang disampaikan oleh Ustadz Abdullah Zaen, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 9 Sya’ban 1445 H / 19 Februari 2024 M.

Kajian Tentang Merangsang Anak dengan Hadiah

Dalam Islam, mendidik anak memiliki banyak sarana yang dianjurkan, salah satunya adalah menggunakan hadiah. Hadiah ini dapat merangsang anak untuk melakukan kebaikan, memotivasi mereka agar istiqamah dan konsisten dalam berbuat baik. Biasanya, ketika anak merasa jerih payahnya dihargai melalui hadiah, mereka cenderung lebih bersemangat untuk melakukan kebaikan selanjutnya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

 تَهَادُوا تَحَابُّوا

“Hendaklah kalian saling memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari)

Lihat juga: Memberikan Bingkisan dan Hadiah

Maka orang tua hendaknya menjadikan metode ini sebagai salah satu yang perlu diaplikasikan dalam kehidupan. Anak mau shalat, anak mau membaca Al-Qur’an, anak mau belajar, anak mau membantu orang tuanya; ketika diberi hadiah, dia akan senang.

Sebagai contoh, ketika masih SD, saya disuruh belanja ke warung yang agak jauh dari rumah. Meskipun harus berjalan kaki tanpa sepeda atau motor, tapi semangatnya tinggi. Karena setelah selesai belanja, boleh beli jajanan. Meski harganya hanya lima ratus rupiah, itu membuat saya senang. Bahkan, terkadang ada rebutan dengan kakak karena menunggu hadiah itu.

Baca Juga:
Merendahkan Diri Ketika Menuntut Ilmu

Memberi hadiah kepada anak atas kebaikan atau prestasi yang dicapainya adalah metode yang diajarkan dalam agama kita. Namun, tidak setiap hadiah akan memiliki efek positif yang maksimal. Bagaimana agar penerapan metode hadiah ini efektif?

Pertama, landasilah hadiah dengan kasih sayang. Berikan hadiah kepada anak karena dorongan kasih sayang dan cinta. Anak rata-rata senang saat diberi hadiah, terutama jika itu sesuai dengan keinginannya. Namun, kesenangan itu tidak selalu bertahan lama. Untuk menjadikan kesenangan itu lebih bermakna dan mendukung semangat untuk berbuat kebaikan, kita perlu memberikan hadiah dengan kasih sayang.

Landasan kasih sayang saat memberikan hadiah ini efeknya dahsyat. Kadang-kadang hadiah yang nominalnya kecil dengan harga dua ribu rupiah, kalau dilandasi dengan kasih sayang bisa begitu awet efeknya dibandingkan dengan hadiah yang nominalnya mahal akan tetapi diberikannya bukan karena landasan kasih sayang. Yang kecil bisa jadi besar, yang besar bisa jadi kecil, ini karena ada dan tidaknya kasih sayang.

Kedua, hadiah dapat berwujud materi atau nonmateri. Hadiah materi mencakup barang-barang seperti makanan, minuman, mainan, pakaian, sepatu, sepeda, dan sebagainya. Sementara itu, hadiah nonmateri dapat berupa ucapan terima kasih, pujian, pelukan hangat, ciuman di kepala atau pipi anak.

Contoh hadiah materi pernah dilakukan oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, seperti ketika beliau memberikan baju perempuan kecil kepada Ummu Khalid. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya kepada para sahabat mengenai siapa yang akan diberikan hadiah tersebut, dan setelah dijawab bahwa itu baju perempuan kecil, beliau menunjuk Ummu Khalid sebagai penerimanya. Setelah baju tersebut dipakai oleh Ummu Khalid, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berdoa agar baju tersebut awet, memberikan pujian sebanyak tiga kali, menunjukkan kebahagiaannya, dan menyampaikan bahwa baju tersebut bagus.

Baca Juga:
Allah Sebaik-Baik Pembalas Tipu Daya

Selain itu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga memberikan hadiah nonmateri dalam sebuah hadits yang menceritakan Nabi mengajak anak-anak kecil berlomba lari. Anak-anak tersebut berlomba dan sampai kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu Nabi mencium mereka sebagai bentuk apresiasi dan memberikan janji hadiah.

Penting untuk diingat bahwa hadiah bukan selalu materi, melainkan bisa berupa ungkapan kasih sayang, apresiasi, dan momen-momen bersama yang membuat kenangan indah.

Kedua, hadiah dapat berwujud materi atau nonmateri. Hadiah materi mencakup barang-barang seperti makanan, minuman, mainan, pakaian, sepatu, sepeda, dan sebagainya. Sementara itu, hadiah nonmateri dapat berupa ucapan terima kasih, pujian, pelukan hangat, ciuman di kepala atau pipi anak.

Kedua jenis hadiah ini pernah dipraktekkan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Bagaimana langkah-langkah selanjutnya? Mari download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Merangsang Anak dengan Hadiah” ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Baca Juga:
Kisah Harut dan Marut

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.