Masjid Al-Barkah

Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu

Sujud Syukur

By  |  pukul 2:19 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 04 Maret 2024 pukul 2:23 pm

Tautan: https://rodja.id/5bj

Sujud Syukur ini merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Kitab Shahihu Fiqhis Sunnah wa Adillatuhu yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Musyaffa Ad-Dariny, M.A. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Senin, 23 Sya’ban 1445 H / 4 Maret 2024 M.

Download kajian sebelumnya: Sujud Tilawah

Kajian Tentang Sujud Syukur

Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan oleh seseorang sebagai bentuk syukurnya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat yang besar yang datang kepadanya. Nikmat tersebut bisa berupa kebaikan yang benar-benar datang kepada dia, entah itu berupa harta, kedudukan, atau kemudahan dalam urusan dia, atau nikmat ini berupa keberhasilan dia, atau berupa selamatnya dia dari musibah besar.

Sujud syukur ini disyariatkan karena banyaknya hadits yang menjelaskan tentang sujud syukur. Di antaranya hadits dari sahabat Ka’ab bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu. Yaitu ketika datang kabar bahwa taubatnya sahabat ini diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sampai diturunkan ayat yang menjelaskan tentang diterimanya taubatnya, maka beliau langsung sujud sebagai bentuk syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ada juga hadits dari sahabat Abu Bakrah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa apabila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendapatkan kabar gembira atau mendapatkan sesuatu yang membahagiakan beliau, maka beliau langsung sujud sebagai bentuk syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan disyariatkannya sujud syukur ini dipilih oleh mayoritas ulama.

Baca Juga:
Mengapa Generasi Muda Perlu Diperhatikan

Cara melakukan sujud syukur adalah seperti kita melakukan sujud dalam shalat. Yaitu telapak tangan diletakkan semuanya, lutut diletakkan semuanya, jari-jemarinya diletakkan semuanya, dahi dan hidung diletakkan ke tanah. Ini sebagaimana cara sujud di dalam shalat.

Yang menjadi pertanyaan, kalau sujud syukur itu seperti sujud dalam shalat, apakah dia harus dalam keadaan suci, sebagaimana shalat harus dalam keadaan suci? Apakah dia harus ada takbirnya dulu? Apakah dia harus ada salamnya juga? Apakah dia harus menghadap ke kiblat, sebagaimana dalam shalat?

Ini adalah masalah-masalah yang diperselisihkan oleh para ulama dalam masalah sujud syukur. Wallahu ta’ala a’lam, pendapat yang lebih kuat adalah yang mengatakan bahwa sujud syukur itu bukanlah shalat. Sebagaimana sujud tilawah yang kita bahas kemarin, dia hanya sujud saja. Jadi tidak bisa disebut sebagai shalat. Sehingga sujud syukur tidak disyaratkan padanya bersuci. Jadi, kita boleh sujud syukur dalam keadaan tidak suci. Kemudian, juga tidak disyaratkan dalam sujud syukur takbir, karena sujud syukur bukanlah shalat.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Sujud Syukur” penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Baca Juga:
Menghadapi Berita Yang Belum Diprediksi

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.