Masjid Al-Barkah

Talbis Iblis

Penyimpangan Kaum Sufi Terhadap Doa

By  |  pukul 10:51 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 05 Maret 2024 pukul 10:53 am

Tautan: https://rodja.id/5bl

Penyimpangan Kaum Sufi Terhadap Doa ini adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Talbis Iblis. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsaary pada Senin, 23 Sya’ban 1445 H / 4 Maret 2024 M.

Kajian tentang Penyimpangan Kaum Sufi Terhadap Doa

Di antara pandangan kaum sufi yang menyimpang dari kaidah-kaidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah menggolongkan doa sebagai sesuatu yang menentang takdir. Mereka berpendapat bahwa bagi seseorang yang telah mencapai tingkatan makrifat, tidak perlu lagi berdoa; mereka hanya pasrah kepada takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala tanpa meminta lagi kepadaNya. Sikap ini bertentangan dengan ajaran Allah yang menyeru hamba-Nya untuk berdoa, sebagaimana firmanNya,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ…

“Dan Rabbmu berkata: ‘Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Aku kabulkan untukmu.'” (QS. Ghafir[40]: 60)

Kita sebagai makhluk perlu bedoa kepada Allah. Dan Allah adalah Rabb tempat memohon segalanya. Maka kita minta kepada Allah karena kita fakir dan Allah Yang Maha kaya.

Sebagian kaum sufi memandang bahwa doa itu bisa diidentikkan dengan sikap menentang keputusan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka menganggap tidak perlu berdoa, terserah Allah. Ini tentunya bertentangan dengan kaedah Ahlus Sunnah wal Jama’ah.

Kita tahu bahwa doa adalah ibadah. yang diperintahkan oleh Allah dan RasulNya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menekankan pentingnya berdoa kepada Allah dan mengatakan bahwa Allah marah kepada hamba yang tidak meminta kepadaNya. Maka kita mengangkat tangan meminta kepada Allah, walalupun kita tahu bahwa Allah telah menuliskan segalanya. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyampaikan,

Baca Juga:
Meminta Pertolongan kepada Allah 'Azza wa Jalla

 لا يردُّ القضاءَ إلَّا الدُّعاءُ

“Tidak ada yang dapat merubah takdir kecuali doa.” (HR. Tirmidzi)

Artinya doa salah satu faktor perubah takdir yang terbesar. Bahwa Allah menetapkan satu takdir atas seorang hamba itu karena doanya. Maka banyak-banyaklah kamu berdoa. Karena tidak ada satu dao pun yang dipanjatkan oleh seorang hamba kecuali Allah akan mengabulkannya, atau Allah akan menghindarkannya dari keburukan yang setara dengan doanya, atau Allah jadikan doanya itu sebagai tabungan pahala baginya di akhirat nanti, yaitu selama dia tidak berdoa untuk sesuatu yang mengandung dosa atau mengandung unsur memutus tali silaturahim.

Jadi, tidak ada di masa nabi, tidak pernah diajarkan nabi, dan tidak pernah dipahami oleh para sahabat bahwa doa tergolong sebagai tindakan yang menentang takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ini adalah pendapat yang sangat aneh dan menyimpang dari kaidah agama. Kita tahu bahwa dalam Islam, doa merupakan perkara penting, bahkan aktivitas seorang muslim dipenuhi dengan doa. Ada yang disebut doa mutlak, ada juga doa muqayyad.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak pembahasan yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Penyimpangan Kaum Sufi Terhadap Doa” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga menjadi pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Baca Juga:
Potret Remaja Putri di Zaman Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.