Masjid Al-Barkah

Hadits-Hadits Perbaikan Hati

Pengaruh Al-Qur’an Bagi Hati

By  |  pukul 1:56 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 05 Maret 2024 pukul 1:57 pm

Tautan: https://rodja.id/5bm

Pengaruh Al-Qur’an Bagi Hati adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 23 Sya’ban 1445 H / 4 Maret 2024 M.

Kajian Islam Ilmiah Tentang Pengaruh Al-Qur’an Bagi Hati

Dari Jubair bin Muth’im Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata, “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membaca di dalam shalat Magrib dengan surah At-Tur, dan itulah saat pertama kali iman itu menancap dalam hatiku.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain, sahabat Jubair bin Muth’im berkata, “Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membaca surah At-Tur ketika shalat Magrib, dan ketika sampai pada ayat ‘Ataukah mereka diciptakan tanpa asal-usul atau mereka menciptakan diri mereka sendiri? Apakah mereka menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak yakin apa yang mereka katakan. Ataukah mereka mempunyai perbendaharaan Tuhanmu? Ataukah mereka menguasai?’ Ketika aku mendengar ayat-ayat tersebut, hatiku hampir terbang.”

Juga dari sahabat Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma, ia berkata, “Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam duduk di teras rumahnya di Kota Mekah, tiba-tiba lewat Utsman bin Maz’un, maka beliau tersenyum kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata, ‘Mari duduk bersamaku.’ Maka beliau pun duduk bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan Rasulullah menghadap kepadanya. Ketika Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam sedang berbicara dengan Utsman bin Maz’udan, tiba-tiba beliau ‘Alaihish Shalatu was Salam melihat ke langit dan kemudian beliau meletakkan penglihatannya ke bawah (yaitu ke sebelah kanannya) dan memalingkan dirinya dari teman duduknya (yaitu Utsman) dan berbicara bahkan menggeleng-gelengkan kepalanya meminta untuk memahami apa yang dikatakan kepadanya. Sedangkan Ibnu Maz’un melihat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melakukan hal tersebut. Setelah selesai dan Rasulullah memahami apa yang dikatakan kepadanya, beliau kembali melihat ke langit sampai tertutup apa yang ia lihat.

Maka beliau pun kembali menghadap kepada Utsman dan Utsman berkata, ‘Ya Muhammad, selama aku duduk bersamamu aku tidak pernah melihat seperti apa yang kau lakukan pada pagi ini.’ Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam bertanya, ‘Apa yang engkau lihat aku kerjakan?’ Utsman berkata, ‘Aku melihat engkau melihat ke langit dan kemudian engkau menurunkan pandanganmu ke sebelah kananmu dan engkau berpaling dariku dan meninggalkanku. Kemudian menggeleng-gelengkan kepalamu seakan-akan engkau berusaha memahami apa yang dikatakan kepadamu.’

Kata Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam, ‘Dan engkau melihat hal tersebut?’ Berkata Utsman, ‘Iya’ Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan, ‘Sesungguhnya utusan Allah mendatangiku dan ia duduk dan berkata.’ Apa yang dikatakan utusan Allah kepadamu?’ Beliau mengatakan,

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allah menyuruh untuk berbuat adil dan berbuat baik, memberi kepada kerabat dekat, melarang dari perbuatan keji dan munkar, serta permusuhan, dan Allah memberi pelajaran kepada kalian agar kalian ingat.” (QS. An-Nahl[16]: 90)

Berkata Utsman: ‘Saat itulah menancap dalam hatiku dan aku kemudian mencintai Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.'” (HR. Ahmad)

Pada kabar-kabar dan berita-berita di atas, menunjukkan kuatnya pengaruh Al-Qur’an kepada hati-hati manusia ketika mereka mendengarkan ayat-ayat Al-Qur’an dibacakan. Al-Qur’an merupakan sebab masuk Islamnya banyak kalangan manusia dan berubahnya hati-hati mereka dari kekufuran serta kesesatan menuju keimanan dan petunjuk setelah mendengarkan Al-Qur’an.

Sebagaimana firman Allah ‘Azza wa Jalla,

إِنْ أَحَدٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُونَ

“Jika salah seorang dari kaum musyrikin meminta perlindungan kepadaMu, maka berilah ia perlindungan sampai ia mendengarkan firman Allah. Kemudian, sampaikan ia kepada tempat keamanannya. Yang demikian itu karena mereka adalah kaum yang tidak mengetahui.” (QS. At-Taubah[9]: 6)

Maka apabila Al-Qur’an ini didengarkan oleh orang Arab yang memahami maknanya, mereka akan merasakan bahwa ini adalah sesuatu yang tidak mungkin diucapkan oleh manusia. Mereka memahami penjelasan dan keterangan Al-Qur’an tentang tauhid, risalah, dan diutusnya Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan jika Allah Subhanahu wa Ta’ala memuliakan ia dengan menjadikannya orang yang mendengar dan memahami apa yang disampaikan, maka kebenaran itu akan tampak kepadanya, dan dia akan segera beriman kepada Allah.

Berkata Al-Qadhi ‘Iyadh ketika menjelaskan tentang mukjizat Al-Qur’an, di antaranya adalah keindahan yang masuk kepada hati-hati dan pendengaran orang yang mendengarkannya. Serta kewibawaan bagi bacaan Al-Qur’an yang bisa menjadikan orang terperangah. Juga orang-orang yang mendustakan Al-Qur’an ketika mendengarkan Al-Qur’an, mereka merasa berat dan semakin jauh darinya. Sebagaimana diceritakan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Mereka ingin segera berhenti dari mendengarkannya karena mereka membenci Al-Qur’an.

Adapun orang yang beriman, keindahan dan kehebatan Al-Qur’an menjadikan mereka semakin tertarik dan semakin rindu untuk mendengarkan Al-Qur’an, serta semakin membenarkan isinya. Allah Ta’ala berfirman,

…تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ

“Bergetar kulit-kulit orang yang takut kepada Tuhan mereka, kemudian menjadi lembut kulit-kulit mereka dan hati-hati mereka karena mengingat Allah ‘Azza wa Jalla.” (QS. Az-Zumar[39]: 23)

Allah juga berfirman,

لَوْ أَنزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَّرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُّتَصَدِّعًا مِّنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

“Seandainya Kami turunkan Al-Qur’an kepada gunung-gunung, maka sungguh engkau akan melihatnya tunduk terpecah belah karena takut kepada Allah. Demikianlah perumpamaan-perumpamaan Kami jadikan untuk manusia agar mereka berpikir.” (QS. Al-Hasyr[59]: 21)

Ini juga menunjukkan bahwa ini adalah sesuatu yang khusus bagi Al-Qur’an. Bahkan orang yang tidak memahami makna Al-Qur’an dan tafsirnya pun bisa bergetar ketika mendengarkan Al-Qur’an, sebagaimana diriwayatkan dari seorang Nasrani yang berhenti dan menangis ketika mendengar Al-Qur’an. Maka dikatakan kepadanya, “Apa yang menyebabkan engkau menangis?” Ia mengatakan, “Karena indah dan mulianya susunan isi Al-Qur’an.”

Keindahan ini juga dirasakan oleh beberapa orang sebelum masuk Islam dan setelah mereka masuk Islam. Sebagian mereka masuk Islam ketika pertama kali mendengarkan ayat Al-Qur’an dan segera beriman kepadanya, dan sebagian mereka tidak beriman.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.

Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Pengaruh Al-Qur’an Bagi Hati

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.