Masjid Al-Barkah

Mukhtashar Shahih Muslim

Bershalawat Atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam Shalat

By  |  pukul 2:39 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 18 Maret 2024 pukul 2:41 pm

Tautan: https://rodja.id/5by

Bershalawat Atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam Shalat merupakan bagian dari kajian Islam ilmiah Mukhtashar Shahih Muslim yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. Hafidzahullah. Kajian ini disampaikan pada Sabtu, 5 Ramadhan 1445 H / 16 Maret 2024 M.

Bershalawat Atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam Shalat

Kita masuk ke باب: الصلاة على النبي ﷺ (Bab bershalawat atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam). Maksud dari bab ini adalah bershalawat dalam shalat.

Para ulama yang berbeda pendapat tentang hukum shalawat dalam tasyahud. Sebagian ulama dari pendapat jumhur mengatakan bahwa shalawat di dalam tasyahud hukumnya sunnah. Sementara pendapat Imam Syafi’i dan Imam Ahmad mengatakan bahwa itu wajib.

Al-Imam An-Nawawi dalam kitab Syarah Shahih Muslim dia berkata bahwasanya para ulama berbeda pendapat tentang wajibnya shalawat atas Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam setelah tasyahud akhir dalam shalat. Abu Hanifah dan Imam Malik serta jumhur berpendapat bahwa itu hukumnya sunnah saja, dimana kalau ditinggalkan maka shalatnya sah. Sementara Imam Syafi’i dan Imam Ahmad dalam sebuah riwayat mengatakan bahwa itu hukumnya wajib, kalau ditinggalkan maka shalatnya tidak sah. Dan itu yang diriwayatkan dari Umar bin Khattab dan Abdullah bin Umar, dan itu adalah pendapat Imam Asy-Sya’bi.

Imam An-Nawawi Rahimahullah melanjutkan bahwa memang pendalilan tentang wajibnya shalawat agak tersembunyi. Dan para ulama madzhab Syafi’i berhujjah dengan hadits Abu Mas’ud Al-Anshari bahwasannya para sahabat berkata kepada Rasulullah, “Bagaimana kami bershalawat kepadamu Hai Rasulullah,” Maka beliau bersabda, “Ucapkan, ‘Allahumma Shalli ‘Ala Muhammad…sampai akhirnya.'” Di situ nabi mengatakan “ucapkan” dan ini perintah, sedangkan perintah pada asalnya hukumnya wajib. Namun kalau riwayat itu hanya sampai sini saja, tidak akan tampak jelas pendalilannya. Karena nabi hanya sebatas menjawab pertanyaan saja. Kecuali apabila ditambahkan riwayat yang lain,

Baca Juga:
Kikir dan Berakhlak Mulia bila Memahami - Bab 137-138 - Hadits 282-288 - Kitab Al-Adab Al-Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

كيف نصلي عليك إذا نحن صلينا عليك في صلاتنا ؟ فقال – صلى الله عليه وسلم – : قولوا اللهم صل على محمد ، وعلى آل محمد إلى آخره.

“Bagaimana kami bershalawat kepadamu Hai Rasulullah, apabila kami bershalawat kepadamu di dalam shalat-shalat kami?” Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ucapkanlah Allahumma Shalli ‘Ala muhammad wa ‘Ala Aali Muhammad…sampai akhirnya.”

Tambahan ini adalah shahih yang diriwayatkan oleh Imam Abu Hatim Ibnu Hibban dan Al-Hakim dalam shahih keduanya.

Perkataan nabi “Ucapkan ini” menunjukkan perintah kata mereka, sedangkan perintah pada asalnya hukumnya wajib. Dan ditambah lagi sebuah riwayat yang lain, “Bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melihat seorang laki-laki shalat, ia tidak memuji Allah, tidak menyanjung Allah dan tidak bershalawat atas Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka nabi bersabda, عجل هذا (orang ini tergesa-gesa). Kemudian dipanggil oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, lalu Nabi bersabda,

إذا صلى أحدكم فليبدأ بحمد ربه والثناء عليه ، وليصل على النبي – صلى الله عليه وسلم – ، وليدع ما شاء

“Apabila salah seorang dari kalian shalat hendaklah memulai dengan memuji Allah dan menyanjungNya dan bershalawat atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, setelah itu silakan ia berdoa apa yang ia mau.”

Inilah dua dalil yang dijadikan hujjah oleh Madzhab Syafi’i dan Imam Ahmad dalam satu riwayat bahwa bershalawat itu hukumnya wajib.

Baca Juga:
Apabila Pasangan Tidak Shalihah

Sedangkan pendapat jumhur mengatakan hukumnya adalah sunnah. Ini yang dirajihkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin Rahimahullah. Adapun dalam kitab Sifat Shalat Nabi, Syaikh Albani condong kepada pendapat Imam Syafi’i yang mengatakan hukumnya wajib.

Hadits 309:

 عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَ أَتَانَا رَسُولُ اللهِ ﷺ وَنَحْنُ في مَجْلِسِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ فَقَالَ لَهُ بَشِيرُ بْنُ سَعْدٍ أَمَرَنَا اللهُ عَزَّ وجَلّ أَنَّ نُصَلِّيَ عَلَيْكَ يَا رَسُولَ اللهِ فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ قَالَ فَسَكَتَ رَسُولُ اللهِ ﷺ حَتَّى تَمَنَّيْنَا أَنَّهُ لَمْ يَسْأَلْهُ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ قُولُوا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ في الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ وَالسَّلَامُ كَمَا قَدْ عَلِمْتُمْ. 

Dari Abu Mas’ud Al-Anshari, ia berkata: Rasulullah mendatangi kami ketika kami sedang berada di majelis Sa’ad bin Ubadah. Basyir bin Sa’ad berkata kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Allah ‘Azza wa Jalla memerintahkan kami untuk bershalawat kepadamu, Hai Rasulullah. Maka bagaimana kami bershalawat kepadamu?” Rasulullah pun diam, sampai-sampai kami berharap andaikan orang itu tidak menanyakan hal itu. Kemudian Rasulullah bersabda, “Ucapkan ini, Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama shallayta ‘ala ali Ibrahim wa barik ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad kama barakta ‘ala ali Ibrahim fil-‘alamina Innaka hamidum majid. Adapun salam, kalian telah mengetahuinya.'” (HR. Muslim)

Baca Juga:
Tata Cara Berwudhu

Dari hadits ini kita ambil faedah:

Tidak ada satupun sahabat yang menggubah shalawat sendiri

Para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bertanya kepada Rasulullah bagaimana bershalawat kepada Rasulullah, padahal para sahabat adalah orang-orang yang mampu untuk membuat syair yang indah dalam rangka bershalawat atas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Tapi mereka tidak melakukannya, justru mereka bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Bagaimana kami bershalawat.” Bahkan dalam satu riwayat yang lain berkata,

قَدْ عَرَفْنَا كَيْفَ السَّلَامُ عَلَيْكَ فَكَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ

“Kami sudah mengetahui bagaimana tata cara mengucapkan salam kepadamu, lalu bagaimana kami bershalawat kepadamu?”

Subhanallah, tidak ada satupun sahabat yang menggubah shalawat sendiri. Adapun yang terkenal ada shalawat Ibnu Mas’ud, itu karena Ibnu Mas’ud yang meriwayatkannya, bukan Abdullah bin Mas’ud yang membuatnya.

Lihat juga: Bacaan Shalawat Nabi Yang Paling Utama

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Bershalawat Atas Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam Shalat” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Baca Juga:
Menghilangkan Sifat Tidak Bertanggung Jawab Pada Anak

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.