Masjid Al-Barkah

Tematik

Keutamaan Surah Al-Fath

By  |  pukul 9:59 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 27 Maret 2024 pukul 10:01 am

Tautan: https://rodja.id/5c7

Keutamaan Surah Al-Fath adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah tematik oleh Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc. pada Senin, 14 Ramadhan 1445 H / 25 Maret 2024 M.

Kajian Tentang Keutamaan Surah Al-Fath

Telah mengabarkan kepada kami [Isma’il] ia berkata, Telah mengabarkan kepadaku [Malik] dari [Zaid bin Aslam] dari [ayahnya] bahwasanya; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah berjalan di sebagian safarnya. Dan Umar bin Al Khaththab pernah berjalan bersama beliau di suatu malam, kemudian Umar bertanya tentang sesuatu, namun Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak menjawabnya. Kemudian Umar bertanya lagi, dan beliau tidak menjawabnya. Lalu bertanya lagi, tetapi beliau tidak menjawabnya. Maka [Umar] pun berkata, “Merugi sekali engkau Umar, engkau bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampai tiga kali, tapi semuanya tidak dipedulikan.” Kemudian Umar berkata; “Maka aku gerakkan Untaku sampai berada di depan manusia, dan aku khawatir Al-Qur’an turun tentangku. Aku tak peduli suara teriakan.” Umar melanjutkan, “Sungguh, aku khawatir Al-Qur’an turun tentangku. Maka aku segera mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lalu mengucapkan salam kepada beliau. Beliau bersabda,

لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ اللَّيْلَةَ سُورَةٌ لَهِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ ثُمَّ قَرَأَ إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

“Sesungguhnya telah turun kepadaku di malam hari, surat itu yang lebih aku sukai, daripada terbitnya matahari.’ Kemudian beliau pun membacakannya pada kami: ‘INNAA FATAHNAA LAKA FATHAN MUBIINAA (QS. Alfath).” (HR. Bukhari)

Baca Juga:
Kisah Para Sahabat Yang Mencintai Mati Syahid Bagian 2 - Kitab Ahsanul Bayan (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Surah Al-Fath merupakan surah yang sangat agung yang turun kepada Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits ini, sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin Rahimahullahu Ta’ala.

Mencela diri sendiri

Seseorang bisa marah pada dirinya sendiri dan mencela dirinya sendiri. Umar Radhiyallahu ‘Anhu berjalan bersama Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di suatu malam. Umar bertanya kepada Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tidak dijawab. Umar tidak marah kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Umar mencela dirinya sendiri dan marah pada dirinya.

Umar berkata, “Akilatka ummuka, merugilah engkau, wahai Umar.” Kemudian faedah yang kedua, tidak menjawab ghair lilahatiaslahatin li Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam lamallahu ahu Alaihi wasall ahsan ak lakinlahu allibahu, inam yakun hunakaun ini faedah yang kedua, tidak menjawab pertanyaan orang lain karena ada sebuah maslahat, jadi boleh tidak menjawab pertanyaan orang kalau ada suatu maslahat.

Tidak menjawab pertanyaan karena ada maslahat

Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya oleh Umar, sedangkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak menjawabnya. Padahal kita sama-sama tahu bahwa Umar merupakan sahabat yang paling dicintai oleh Rasulullah setelah Abu Bakar. Dan kita tahu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah nabi yang paling bagus akhlaknya. Akan tetapi ada maslahat yang menuntut beliau tidak menjawab di sini.

Baca Juga:
Islam Adalah Agama Yang Mudah – Prinsip Dasar Islam (Ustadz Fachrudin Nu’man, Lc.)

Kita yakin bahwa Rasul tidak menjawab karena tentunya ada maslahat tertentu. Walaupun mungkin kita tidak tahu udzurnya. Jadi tidak semua pertanyaan itu harus di jawab, apalagi tentang masalah agama.

Rasa takut Umar kepada Allah

Umar memiliki rasa takut yang begitu besar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Walaupun Umar tegas, tapi dia adalah manusia yang paling takut akan adzab Allah. Sampai terkadang Umar sakit ketika membaca sebagian ayat ancaman seperti tentang adzab dan api neraka. Inilah cara membaca Al-Qur’an yang benar. Zaman sekarang sebagian orang membaca Al-Qur’an sambil tertawa atau mendayu-dayu seakan-akan dia tidak membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an diturunkan bukan untuk dihinakan. Apalagi sampai disawer seperti dangdutan. Padahal yang dibaca ayat-ayat tentang adzab.

Seharusnya kita merenungi, menghayati dan mentadabburi bacaan. Kalau ada ayat-ayat tentang neraka kita takut, jika ada bacaan ayat-ayat tentang surga kita semangat untuk beramal dan berdoa kepada Allah agar Allah masukkan kita ke surga.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Simak dan download mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Keutamaan Surah Al-Fath” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Baca Juga:
Kisah Qarun

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.