Masjid Al-Barkah

Khutbah Idul Fitri

Khutbah Idul Fitri: Jiwa Taslim

By  |  pukul 10:59 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 18 April 2024 pukul 12:48 pm

Tautan: https://rodja.id/5cg

Khutbah Idul Fitri: Jiwa Taslim ini merupakan rekaman khutbah idul fitri yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Rabu, 1 Syawal 1445 H / 10 April 2024 M.

Khutbah Idul Fitri: Jiwa Taslim

Kita bersyukur kepada Allah di hari ini yang telah memberikan kepada kita nikmat yang besar dan agung, di mana Allah mensyariatkan puasa Ramadhan sebulan penuh untuk mensucikan hati dan dosa-dosa kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan bulan Ramadhan untuk kebaikan kita, dan Allah tidak diuntungkan sama sekali dengan amal ibadah kita. Kita yang butuh kepada amal ibadah, dan Allah tidak butuh kepada amal kita. Allah berfirman,

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ…

“Jika kalian berbuat kebaikan, maka itu untuk diri kalian sendiri, dan jika kalian berbuat keburukan, maka itu pun untuk kalian sendiri.” (QS. Al-Isra'[17]: 7)

Allah syariatkan bulan Ramadhan agar kita menjadi hamba yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan ketakwaan itulah kita bisa masuk ke dalam surga Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah Allah janjikan untuk orang-orang yang bertakwa. Allah berfirman,

 إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ ‎﴿١٥﴾‏ آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ ‎﴿١٦﴾‏ كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ ‎﴿١٧﴾‏ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ ‎﴿١٨﴾

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di surga dan mata air yang mengalir. Mereka mengambil kenikmatan yang Allah berikan kepada mereka. Sesungguhnya dahulu di dunia, mereka suka berbuat ihsan. Mereka dahulu di dunia sedikit tidurnya di waktu malam, dan di akhir malam mereka memohon ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Az-Zariyat[51]: 16)

Baca Juga:
Pelajaran Dari Kisah Dzulqarnain

Dengan bulan Ramadhan, yang Allah ingin dari kita adalah jiwa taslim, yaitu tunduk pasrah kepada Allah, siap diatur oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Di bulan Ramadhan, kita meninggalkan syahwat makan dan minum, kita meninggalkan syahwat jima’, kita berani menahan dahaga dan lapar untuk mendapatkan pahala Allah yang besar. Kita pun tunduk dan pasrah kepada Allah, kita berusaha mengorbankan sedikit kenikmatan dunia kita demi mendapatkan ampunan dan ridha Allah.

Itulah jiwa taslim, dimana seseorang tidak akan sempurna keimanannya kecuali dengan jiwa taslim. Allah berfirman,

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Tidak demi Rabbmu, mereka tidak beriman (sampai memenuhi tiga syarat); sampai mereka menjadikan engkau (Hai Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan; kemudian mereka tidak merasakan rasa berat di hatinya untuk menerima keputusanmu, dan mereka pun menyerahkan dirinya kepada Allah dengan sebenarnya.” (QS. An-Nisa'[4]: 65)

Jiwa taslim tidaklah mudah untuk kita dapatkan. Karena manusia memiliki hawa nafsu dan syahwat. Iblis dan bala tentaranya pun berusaha untuk menggoda manusia sehingga banyak di antaranya manusia yang lebih memilih kemaksiatan, tidak mau tunduk dengan aturan Allah ‘Azza wa Jalla. Mereka lebih ridha diatur oleh hawa nafsunya, bahkan mempertuhankan hawa nafsunya. Sehingga akhirnya Allah pun sesatkan ia walaupun ia memiliki ilmu. Akibat mengikuti hawa nafsu tersebut, dia tidak mau tunduk dan patuh kepada Allah pencipta alam semesta.

Baca Juga:
Tawakalnya Ummu Ismail

Lihatlah iblis, Allah perintahkan sujud kepada Adam, tapi ia tidak mau taat kepada Allah, ia tidak mau taslim kepada perintah Allah. Karena di hati iblis ada kesombongan. Kesombongan itu yang menyebabkan seseorang tidak bisa tunduk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kesombongan yang paling parah adalah sombong kepada perintah Allah, dia tidak mau tunduk kepada Allah, dia lebih senang diatur oleh hawa nafsunya, na’udzubillah.

Kita berlindung kepada Allah dari kesombongan. Maka kita berusaha untuk patuh. Dan yakinlah bahwasannya semua perintah Allah pasti perkara yang baik untuk hidup kita di dunia dan akhirat. Sebaliknya, semua larangan Allah pasti mudharat, walalupun kita lihat sepertinya ia kebaikan, tapi hakikatnya itu adalah keburukan yang akan kita rasakan dalam beberapa waktu yang akan datang.

Jiwa taslim sangat kita butuhkan untuk menjadi seorang hamba yang bertakwa. Karena tidak mungkin seseorang bertakwa kepada Allah jika ia tidak bersikap taslim. Jiwa taslim membutuhkan mujahadatun nafs, yaitu melawan jiwa kita yang selalu menyuruh kepada keburukan. Karena sesungguhnya jiwa itu selalu menyuruh kepada keburukan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

… إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ…

“Sesungguhnya jiwa itu selalu menyuruh kepada keburukan.” (QS. Yusuf[12]: 53)

Bagaimana khutbah selengkapnya? Mari download dan simak mp3 khutbah yang penuh manfaat ini.

Download mp3 Khutbah Idul Fitri

Baca Juga:
Jika Barang Yang Dirampas Sudah Menjadi Benda Yang Lain

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Jiwa Taslim” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.