Masjid Al-Barkah

Riyadhus Shalihin

Setiap Muslim Memiliki Kehormatan

By  |  pukul 2:07 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 02 Mei 2024 pukul 2:08 pm

Tautan: https://rodja.id/5cu

Setiap Muslim Memiliki Kehormatan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 21 Syawal 1445 H / 30 April 2024 M.

Kajian sebelumnya: Diharamkannya Merendahkan Seorang Muslim

Kajian Tentang Setiap Muslim Memiliki Kehormatan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنْ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ

“Cukuplah sebuah kejahatan bagi seseorang tatkala dia menghinakan saudaranya seorang muslim.” (HR. Muslim)

Ini menunjukkan betapa besar kehormatan seorang muslim. Maka kita tidak dibenarkan untuk menghinakannya.

Kaum muslimin bermacam-macam. Ada di antara mereka orang-orang yang shalih, taat dan takut kepada Allah. Dan juga ada di antara mereka kaum muslimin yang mungkin melakukan kemaksiatan, atau bid’ah, atau yang menyimpang dari tuntunan Allah dan RasulNya. Mereka para pelaku perbuatan dosa tersebut pun bertingkat-tingkat. Ada di antara pelaku maksiat yang mereka sembunyikan kemaksiatannya, tapi ada di antara mereka yang dengan terang-terangan melakukan kemaksiatan dan bid’ah bahkan mungkin menyeru manusia kepada bid’ahnya. Maka untuk golongan yang kedua ini memang harus diingatkan dan disebutkan.

Apalagi kalau perbuatan maksiatnya, kejahilan, dan bid’ahnya itu disebarkan, maka tugas seorang muslim yang taat pada Allah, yang berada di atas jalan yang hak, adalah untuk mengingatkan kaum muslimin dari orang-orang seperti ini. Karena kalau tidak diingatkan, maka akan berbahaya, kemungkaran-kemungkaran mereka akan menyebar, kemaksiatan-kemaksiatan yang mereka seru akan tersebar, dan bid’ah-bid’ah yang mereka lakukan serta seruan mereka kepada bid’ah juga akan tersebar.

Di sinilah para ulama meletakkan prinsip-prinsip dasar dalam mengingatkan manusia dari perbuatan pelaku-pelaku maksiat dan bid’ah tersebut.

Di sini pula pentingnya seorang berbicara dengan ilmu, karena di dalam membantah dan menyanggah, tentu dengan cara yang baik. Kemudian, kita ingatkan perilaku-perilaku yang menyimpang itu kepada kaum muslimin lainnya supaya berhati-hati.

Kita hidup di dunia yang sudah berbeda jika dibandingkan dengan sekian puluh tahun yang lalu. Hari ini, seorang berbicara, pembicaraannya menyebar seluruh dunia melalui medsos. Maka, kalau dia berbuat yang baik, mengatakan yang baik, mengajak yang kepada kebaikan, maka insyaAllah itu pahala baginya. Tetapi, tatkala dia menyebarkan keburukan, menyebarkan perbuatan kemaksiatan, atau menyebarkan kejahilannya, maka di sini pentingnya kita mengingatkan kepada kaum muslimin, agar berhati-hati kepada orang ini, waspada terhadap pemikiran dan kemaksiatan yang dia sebarkan di tengah-tengah umat.

Ingat setiap orang akan bertanggung jawab di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang apa yang dia bicarakan, sebarkan, dan ajarkan kepada manusia. Orang yang berjiwa besar dan takut kepada Allah, dia akan mengakui kesalahannya. Jika dia sebarkan di medsos, maka dia akan meminta maaf kepada kaum muslimin juga dimedsos untuk menekan kesalahannya, serta untuk menunjukkan rujuknya dari keburukan yang dia sebarkan. Tetapi, kalau dalam dirinya ada kesombongan dan keangkuhan, maka dia tidak akan minta maaf, na’udzubillah mindzalik. Ini sifat yang buruk, dan dia akan menanggung dosa di hadapan Allah dari apa yang dia sebarkan di tengah-tengah umat.

Islam adalah agama yang sempurna, Islam telah mengatur segala sesuatu. Contoh yang pernah kita bahas masalah ghibah. Di saat seorang melakukan perbuatan yang mungkar atau bid’ah dengan terang-terangan, maka tidak ada istilah ghibah bagi mereka. Kita ingatkan mereka sesuai dengan apa yang mereka sebarkan, itu bukan ghibah.

Tetapi tatkala seorang mungkin berbuat kesalahan, dosa dan maksiat, kemudian dia sembunyikan itu semuanya, dia tidak menyebarkan pada orang lain, dia takut pada Allah Ta’ala, maka di sini tidak bolehnya ghibah kepada orang tersebut. Ingatkan dia dengan cara yang baik, juga dengan cara tersembunyi yang tidak diketahui oleh orang banyak.

Ini satu peringatan bagi setiap orang, apalagi yang mempunyai peran dalam dunia maya, agar berhati-hati ketika berbicara. Allah akan menghisab apa yang kita katakan, itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Setiap Muslim Memiliki Kehormatan

Juga yang kita ambil dari hadits ini bahwa setiap muslim yang taat kepada Allah dan berjalan di atas jalan yang benar, kalau dia berbuat kesalahan, maka kita harus ingat bahwa dia memiliki kehormatan. Jangan sampai seorang menyebarkan hal-hal yang menghinakan orang itu. Karena ini akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Ta’ala. Apalagi jika orang itu tidak memaafkannya, maka akan dituntut haknya di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Diharamkannya Merendahkan Seorang Muslim” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.