Masjid Al-Barkah

Riyadhus Shalihin

Bab Berkhianat dan Membatalkan Janji

By  |  pukul 2:44 pm

Terakhir diperbaharui: Kamis, 16 Mei 2024 pukul 2:57 pm

Tautan: https://rodja.id/5db

Bab Berkhianat dan Membatalkan Janji adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Riyadhus Shalihin Min Kalam Sayyid Al-Mursalin. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Mubarak Bamualim, Lc., M.H.I. pada Selasa, 06 Dzulqa’dah 1445 H / 14 Mei 2024 M.

Kajian sebelumnya: Haramnya Mencela Nasab-Nasab Keturunan

Kajian Tentang Bab Berkhianat dan Membatalkan Janji

Pembahasan kita masih pada bab tentang berkhianat dan membatalkan janji. Sudah kita bahas pada pertemuan yang lalu hadits yang pertama yaitu hadits Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash Radhiyallahu ‘Anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

أرْبَعٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ كَانَ مُنافِقًا خَالِصًا…

“Ada empat perkara, yang mana apabila empat perkara ini ada pada diri seseorang maka dia adalah seorang munafik yang murni. Dan barangsiapa yang memiliki salah satu atau dua dari perangai yang empat ini maka dalam dirinya terdapat sifat kemunafikan sehingga dia meninggalkan perangai-perangai buruk tersebut. Empat perangai itu adalah: Kalau diberikan kepercayaan, dia khianat. Kalau berbicara, dia berdusta. Kalau berjanji, dia berkhianat (membatalkan perjanjian secara sepihak). Apabila bertikai, maka dia melampaui batas (berbuat kejahatan).” (Muttafaqun ‘alaih)

Na’udzubillah, kita bermohon perlindungan pada Allah dari sifat-sifat seperti ini.

Hadits berikutnya. Dari Abdullah bin Mas’ud, dari Abdullah bin Umar, dan dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhuma. Mereka berkata bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لِكُلِّ غادِرٍ لِواءٌ يَوْمَ القِيَامَةِ، يُقَالُ: هذِهِ غَدْرَةُ فلانٍ

“Setiap orang yang berkhianat membatalkan janji akan memperoleh bendera pada hari kiamat, dikatakan kepada manusia: “Inilah bendera pengkhianatan Fulan.” (Muttafaqun ‘alaih)

Hadits berikutnya. Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ عِنْدَ اسْتِهِ يومَ القِيَامَةِ يُرْفَعُ لَهُ بِقَدَرِ غَدْرِهِ، ألاَ وَلاَ غَادِرَ أعْظَمُ غَدْرًا مِنْ أمِيرِ عَامَّةٍ

“Setiap orang yang berkhianat dan membatalkan janjinya secara sepihak akan memperoleh sebuah bendera di belakangnya pada hari kiamat, bendera itu diangkat sesuai dengan pengkhianatannya. Ketahuilah, tiada pengkhianat yang lebih besar pengkhianatannya daripada seorang penguasa yang berkhianat kepada rakyatnya.” (HR. Muslim)

Dua hadits ini menjelaskan kepada kita tentang betapa besarnya dosa orang yang berkhianat. Dia akan dipermalukan oleh Allah Ta’ala. Kalau di dunia ini mungkin disembunyikan, tidak ada yang tahu atau hanya sedikit orang yang tahu, tetapi di hari kiamat kelak nanti, pengkhianat-pengkhianat yang membatalkan perjanjian secara sepihak akan ditancapkan bendera pengkhianatan. Na’udzubillah.

Kemudian, kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, disebutkan namanya “Ini adalah pengkhianatan yang dilakukan oleh Fulan bin Fulan.” Jadi, seorang itu disebut namanya dan nama ayahnya. Ini menunjukkan pentingnya seorang anak tahu siapa bapaknya. Jangan sampai seorang menisbahkan dirinya kepada orang lain yang bukan ayahnya, karena ini juga termasuk dari perbuatan yang tidak dibenarkan oleh Islam. Islam adalah agama yang menjaga tentang nasab keturunan: Fulan bin Fulan, si A putra dari si B, dan seterusnya.

Kemudian, Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam menyebutkan bahwa pengkhianatan yang paling besar adalah dari seorang pemimpin terhadap rakyatnya. Dia berkhianat dengan tidak melaksanakan tugasnya, tidak melaksanakan janjinya, maka di hari kiamat kelak akan didirikan baginya di belakangnya bendera pengkhianatan. Maka, di sini pentingnya seorang pemimpin untuk waspada dan takut kepada Allah Ta’ala. Karena walaupun di dunia ini seakan-akan tidak diapa-apakan, nanti di akhirat itu lain ceritanya. Dia akan dipermalukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di hadapan khalayak ramai, di hadapan orang-orang di padang mahsyar. Na’udzubillahi min dzalik, jangan sampai seorang berbuat khianat, apalagi seorang pemimpin, karena nanti ini sangat memalukan di hari kiamat kelak.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian kajian yang penuh manfaat ini.

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian tentang “Bab Berkhianat dan Membatalkan Janji” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.