Masjid Al-Barkah

Al-Fawaid

Kesalahpahaman dalam Memahami Takdir Allah

By  |  pukul 1:42 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 20 Mei 2024 pukul 1:43 pm

Tautan: https://rodja.id/5de

Kesalahpahaman dalam Memahami Takdir Allah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Kitab Al-Fawaid. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada Kamis, 08 Dzulqa’dah 1445 H / 16 Mei 2024 M.

Ceramah Agama Islam Tentang Kesalahpahaman dalam Memahami Takdir Allah

Ada orang-orang yang salah memahami takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala sehingga mereka mengingkari hikmah pada segala perbuatan dan ketentuan takdirNya. Mereka salah memahami dan menetapkan satu keyakinan yang sangat rusak dan buruk, yang mengandung prasangka buruk kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka beranggapan bahwa Allah mungkin saja akan mengadzab atau menyesatkan hamba-hamba yang selalu berpegang teguh pada agamaNya, yang selalu taat menjalankan perintahNya, baik secara lahir maupun batin. Sebaliknya, mereka berpikir bahwa orang-orang yang durhaka dan selalu melakukan perbuatan maksiat dan tidak taat kepada perintahNya justru dijadikan sebagai orang-orang yang dimuliakan di sisi Allah. Jelas ini merupakan prasangka yang sangat buruk dan tidak pantas bagi sifat-sifat keagungan dan kemuliaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Imam Ibnu Qayyim Rahimahullahu Ta’ala ketika meluruskan kesalahpahaman ini, beliau berkata bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an, dan tentu pengabaran dari Allah semuanya benar dan Dia adalah Yang Maha Benar dan Maha Memenuhi janjiNya. Bahwasanya Allah memperlakukan manusia sesuai dengan usaha yang mereka lakukan dan memberikan balasan sesuai dengan amal-amal yang mereka kerjakan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Sebagai balasan dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-Waqi’ah[56]: 24)

Ini disebutkan di dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Sehingga orang yang berbuat baik tidak pernah merasa khawatir Allah akan mendzaliminya atau akan mengurangi haknya. Dia tidak akan khawatir mendapatkan keburukan. Allah tidak akan menyia-nyiakan perbuatan orang yang berbuat baik selama-lamanya dan tidak akan menyia-nyiakan pahala seorang hamba meskipun sebesar biji debu, dan Allah tidak akan mendzaliminya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di Surah An-Nisa ayat ke-40,

…وَإِنْ تَكُ حَسَنَةً يُضَاعِفْهَا وَيُؤْتِ مِنْ لَدُنْهُ أَجْرًا عَظِيمًا

“Jika ada perbuatan baik yang dilakukan seorang hamba, maka Allah akan melipatgandakannya, dan Allah akan memberikan dari sisiNya pahala yang agung.” (QS. An-Nisa'[4]: 40)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ 

“Barangsiapa yang mengamalkan sebesar biji debu pun satu kebaikan, maka dia akan melihat balasannya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Az-Zalzalah[99]: 7)

Inilah keyakinan yang benar, inilah aqidah Ahlus Sunah wal Jamaah. Tidak memahaminya hanya dengan berdasarkan pikiran-pikiran yang buruk, tetapi memahaminya berdasarkan dalil, berdasarkan berita yang Allah sampaikan tentang diriNya Yang Maha Sempurna sifat-sifatNya di dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat ini.

Dan meskipun seorang misalnya melakukan satu kebaikan sebesar biji sawi, maka Allah akan berikan balasan untuk kebaikan tersebut dan Allah tidak akan menyia-nyiakannya. Dan bahwasanya Dia membalas satu kebaikan menjadi 10 kali lipat kemudian dilipatgandakan lagi menjadi 700 kali lipat sampai berlipat-lipat yang sangat banyak.

Ini disebutkan di dalam hadits sahih riwayat Imam Muslim. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda bahwa satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi 10 kali lipat sampai 700 kali lipat, sampai berlipat-lipat yang sangat banyak.

Lihat: Pahala Kebaikan Ditulis 10 sampai 700 Kali Lipat

Ini yang Allah Subhanahu wa Ta’ala janjikan bagi hamba-hamba yang beriman.

Dialah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang memperbaiki perbuatan orang-orang yang rusak, Dialah yang menghadapkan hatinya orang-orang yang berpaling, yang memberikan taubat bagi orang-orang yang berbuat dosa.

Allah Subhanahu wa Ta’ala begitu banyak memberikan kebaikan kepada hamba-hambaNya. Bukan hanya melipatgandakan satu kebaikan menjadi 10 kali, kemudian 700 kali, hingga berlipat-lipat yang sangat banyak, bahkan orang yang berbuat rusak pun Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan hidayah untuk memperbaiki dirinya. Orang yang berpaling pun Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan hatinya menghadap kepada kebaikan. Orang yang berdosa Allah berikan taubat kepadanya. Dia memberikan hidayah kepada orang-orang yang tersesat, menyelamatkan orang-orang yang binasa, mengajarkan hamba-hambaNya yang jahil dan tidak paham. Dia memberikan bimbingan kepada orang-orang yang kebingungan dalam menjalankan hidupnya. Dia memberikan peringatan kepada orang-orang yang lalai dan melindungi orang-orang yang tersesat.

Bagaimana pembahasan lengkapnya? Mari download mp3 kajian dan simak penjelasan yang penuh manfaat ini..

Download MP3 Kajian

Mari turut membagikan link download kajian “Kesalahpahaman dalam Memahami Takdir Allah” yang penuh manfaat ini ke jejaring sosial Facebook, Twitter atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pembuka pintu kebaikan bagi kita semua. Jazakumullahu Khairan.

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.