Masjid Al-Barkah

Khutbah Jumat

Khutbah Jumat: Tiga Hal yang Menyempurnakan Amal Shalih

By  |  pukul 8:36 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 11 Juni 2024 pukul 9:04 am

Tautan: https://rodja.id/5dl

Khutbah Jumat: Tiga Hal yang Menyempurnakan Amal Shalih ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 16 Dzulqa’dah 1445 H / 24 Mei 2024 M.

Khutbah Jumat Pertama: Tiga Hal yang Menyempurnakan Amal Shalih

Sesungguhnya, amalan shalih adalah sebab kita masuk ke dalam surga. Allah berfirman kepada penduduk surga,

… ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

“Masuklah kalian ke dalam surga disebabkan oleh amalan kalian.” (QS. An-Nahl[16]: 32)

Betapa butuhnya kita kepada amalan shalih karena ia adalah kehidupan untuk hati kita. Amalan shalih menguatkan, bahkan menjadi nutrisi untuk keimanan kita. Orang yang senantiasa beramal shalih maka ia dekat dengan Allah, Rabbul Izzati wal Jalalah, dan orang yang jauh dari amalan shalih maka ia dekat kepada setan yang akan berusaha untuk menyesatkan dirinya.

Saudaraku, amalan shalih tidak sempurna kecuali dengan tiga perkara: Yang pertama adalah melakukan segera dan tidak menunda-nundanya. Yang kedua adalah menyembunyikannya dan tidak memperlihatkan kepada orang lain. Yang ketiga adalah menganggapnya sedikit dan tidak banyak, sebagaimana disebutkan oleh Imam Ibnu Qudamah dalam Mukhtashar Minhajul Qashidin.

1. Melakukan segera dan tidak menunda-nundanya

Yang pertama, saudaraku, menyegerakannya dan tidak menunda-nundanya, karena menunda-nunda amal itu tanda bahwa kita akan segera meninggalkan amal. Karena di antara talbis iblis adalah bagaimana supaya kita tidak beramal, yaitu di antaranya adalah kita diberikan penyakit taswif (selalu menunda, menunda, dan menununda). Oleh karena itu, Al-Hasan Al-Bashri berkata, “Jauhilah oleh kamu menunda-nunda karena kamu sedang berada di hari ini, bukan di hari esok.

2. Menyembunyikan amalan shalih

Yang kedua adalah menyembunyikan amalan shalih. Karena memperlihatkan amal shalih sangat dekat dengan riya. Hati kita sangat lemah, untuk bisa ikhlas tidaklah mudah. Betapa sulitnya keikhlasan, sampai-sampai Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Aku tidak mengobati sesuatu yang paling sulit daripada niatku sendiri.”

Banyak di antara kita yang memperlihatkan amal shalihnya di media sosial dengan dalih agar orang lain meniru kita. Itu niat yang baik, tapi apakah kita bisa meyakinkan diri akan selamat dari penyakit riya? Allah Subhanahu wa Ta’ala menganjurkan kita untuk menyembunyikan sedekah. Allah berfirman,

إِن تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ ۖ وَإِن تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۚ

“Jika kalian memperlihatkan sedekah kalian, itu baik. Dan jika kalian menyembunyikan sedekah kalian, itu lebih baik buat kalian.” (QS. Al-Baqarah[2]: 271)

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan tentang tujuh orang yang akan Allah berikan naungan pada hari kiamat, di mana tidak ada naungan kecuali naungan Allah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan salah satunya adalah “orang yang bersedekah lalu ia sembunyikan sedekahnya sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya.”

Saudaraku, Salafush Shalih dahulu berusaha menyembunyikan amal shalih mereka. Ini dia Imam Ahmad yang mengkhatamkan Al-Qur’an tetapi istrinya tidak tahu. Mereka berlomba-lomba untuk menyembunyikan amal, sementara kita berlomba-lomba untuk memperlihatkan amal?

Maka kewajiban kita, saudaraku, adalah berusaha agar amal kita tidak dibatalkan oleh Allah. Tugas kita setelah beramal shalih adalah memastikan amal kita tidak dibatalkan oleh Allah, dan salah satu cara agar amal kita tidak dibatalkan adalah dengan tidak memperlihatkannya kepada manusia.

Khutbah Jumat Kedua: Tiga Hal yang Menyempurnakan Amal Shalih

3. Tidak memandang amal kita banyak

Ketika kita merasa amal kita sudah banyak, seringkali kita terkena penyakit ujub dan sombong, sehingga kita meremehkan orang lain. Saudaraku, ujub dan sombong dapat membatalkan amal. Oleh karena itu, kewajiban kita adalah jangan pernah merasa amal kita sudah banyak. Kalaupun banyak, kita tidak tahu berapa amal kita yang sudah diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh karena itu para Salafush Shalih selalu merasa khawatir amal mereka belum diterima. Aisyah Radhiallahu ‘Anha bertanya kepada Rasulullah tentang suatu ayat, Allah berfirman, “Orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan berupa sedekah, sementara hati mereka merasa takut sekali.” Kata Aisyah, “Wahai Rasulullah, apakah maksud ayat ini adalah orang yang banyak berbuat dosa, seperti mencuri dan berzina?” Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjawab, “Bukan. Akan tetapi mereka adalah orang-orang yang shalat, sedekah, zakat, dan berpuasa, tapi mereka khawatir kalau amalnya belum diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.”

Saudaraku, ketika kita menganggap amal kita sedikit, maka saat itu kita akan selamat dari penyakit-penyakit hati. Maka kewajiban kita agar tidak merasa banyak amal adalah sering mengingat dosa-dosa, kesalahan, dan aib diri kita, dan jangan pernah kita sibuk dengan aib orang lain, karena itu hanya akan merusak keimanan kita.

Download mp3 Khutbah Jumat: Tiga Hal yang Menyempurnakan Amal Shalih

Jangan lupa untuk ikut membagikan link download “Khutbah Jumat: Tiga Hal yang Menyempurnakan Amal Shalih” ini kepada saudara Muslimin kita baik itu melalui Facebook, Twitter, atau yang lainnya. Semoga menjadi pembukan pintu kebaikan bagi kita semua.

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.