Masjid Al-Barkah

Tematik

Beriman Bahwasannya Allah Telah Menulis Takdir

By  |  pukul 2:48 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 28 Mei 2024 pukul 9:32 am

Tautan: https://rodja.id/5dn

Beriman Bahwasannya Allah Telah Menulis Takdir adalah kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. pada Ahad, 17 Dzulqa’dah 1445 H / 25 Mei 2024 M.

Kajian Tentang Beriman Bahwasannya Allah Telah Menulis Takdir

Beriman kepada takdir adalah rukun iman yang keenam. Dimana iman kepada takdir memiliki banyak manfaat. Di antaranya adalah menambah keyakinan bahwa ilmu Allah itu sempurna dan luas. Ketika kita meyakini bahwa takdir telah ditentukan dan seluruh makhluk telah ditentukan ketentuannya, itu menunjukkan bahwa ilmu Allah sangat luas dan sempurna. Allah tahu apa yang akan terjadi sampai hari kiamat.

Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Debatlah orang-orang qadariyah dengan ilmu Allah.” Tanya kepada orang qadariyah (kelompok yang menolak adanya takdir), apakah Allah mengetahui apa yang akan terjadi sampai hari kiamat? Jika mereka menjawab Allah tahu, maka mereka telah membatalkan keyakinan mereka, karena orang qadariyah menolak adanya takdir. Jika mereka mengatakan Allah tidak tahu, maka mereka kafir karena meniadakan ilmu Allah.

Karena ilmu Allah sangat sempurna, maka ketentuan Allah pun tidak akan berubah-ubah, berbeda dengan manusia. Aturan manusia bisa berubah-ubah mengikuti zaman, tempat, dan lainnya karena ilmu manusia kurang dan sedikit. Oleh karena itu, aturan sering berubah-ubah. Sedangkan Allah, aturanNya tidak mungkin berubah-ubah karena Allah tahu apa yang akan terjadi sampai masa depan. Maka takdir Allah tidak berubah.

Adapun hadits yang menyebutkan bahwa, لا يرد القدر إلا الدعاء (Tidak ada yang menolak takdir kecuali doa), apakah artinya takdir akan berubah dengan doa?

Para ulama mengatakan bahwa doa itu termasuk sebab. Sama halnya dengan orang yang lapar kemudian mencari makan. Ketika dia lapar, itu takdir. Lalu dia makan dan setelah makan kenyang, itu juga takdir. Semua tidak lepas dari ketentuan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian pula doa, doa adalah sebab untuk mendapatkan takdir yang telah Allah tentukan kepada kita.

Beriman bahwa Allah telah menulis takdir

Seluruh manusia sudah ditakdirkan 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi. Ingat, takdir itu rahasia Allah. Masalah takdir cukup kita beriman saja. Adapun jika kita terlalu dalam memikirkan takdir, khawatirnya lama-lama kita akan mendustakan takdir dan akhirnya menolak takdir.

Munculnya Qadariyah akibat terlalu memikirkan takdir, dan Jabariyah pun demikian. Maka dari itu, tidak boleh kita masuk ke dalam lautan masalah takdir kecuali dengan ilmu dan iman. MasyaAllah, bahkan iblis pun berhujah dengan takdir dan berusaha untuk menyesatkan manusia dengan alasan takdir. Apa kata Iblis?

فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ 

“Karena Engkau telah sesatkan aku, aku akan menghalang-halangi mereka dari jalanMu yang lurus.” (QS. Al-A’raf[7]: 16)

Lihat, dia berhujah dengan takdir. Ternyata takdir tidak menjadikan iblis bertaubat, malah semakin lari dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak mau taubat.

Orang musyrikin Quraisy juga beralasan dengan takdir terhadap kesyirikan yang mereka lakukan. Mereka berkata,

…لَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا أَشْرَكْنَا وَلَا آبَاؤُنَا…

“Kalau Allah kehendaki, kami tidak akan berbuat syirik, tidak pula bapak-bapak kami.”

Selalu mereka, orang-orang yang tersesat jalan, beralasan dengan takdir untuk membenarkan kemaksiatannya. Ini adalah mazhab Jabariah, seakan manusia tidak punya kemampuan. Terkadang, kita melihat ada orang yang suka mabuk-mabukan dan lainnya, ketika kita ajak kepada hidayah, mereka berkata, “Kalau Allah takdirkan saya dapat hidayah, nanti juga dapat hidayah.” Akhirnya, itu menjadi alasan untuk terus-menerus berbuat maksiat. Dia tertipu.

Hadits Abdullah bin Amar, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

فرغ الله تعالى من مقادير الخلق، قبل أن يخلق السموات والأرض بخمسين ألف سنة، وكان عرشه على الماء

“Allah telah menyelesaikan takdir seluruh makhluk sebelum menciptakan langit dan bumi 50.000 tahun, dan adalah Arsy Allah di atas air.”

Hadits ini menunjukkan kesempurnaan ilmu Allah, dimana Allah telah mentakdirkan segala sesuatu yang berhubungan dengan makhlukNya sebelum menciptakan langit dan bumi 50.000 tahun lamanya. Subhanallah! Ini wajib kita imani bahwa Allah telah mencatat semuanya, Allah telah mentakdirkan semuanya 50.000 tahun. Si Fulan kaya, Si Fulan miskin, Si Fulan dapat hidayah, Si Fulan tersesat, semua sudah tertulis dalam kitab yang nyata, yaitu Lauhul Mahfuz.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 kajian yang penuh manfaat ini.

Dengarkan dan Download Kajian Beriman Bahwasannya Allah Telah Menulis Takdir

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link kajian “Beriman Bahwasannya Allah Telah Menulis Takdir” ini ke media sosial Antum. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Antum semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.