Masjid Al-Barkah

Hadits-Hadits Perbaikan Hati

Istiqamahnya Hati

By  |  pukul 9:11 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 06 Juni 2024 pukul 9:13 am

Tautan: https://rodja.id/5du

Istiqamahnya Hati adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 12 Dzulqa’dah 1445 H / 20 Mei 2024 M.

Kajian Islam Ilmiah Tentang Istiqamahnya Hati

Imam Ahmad meriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

لا يَسْتَقيمُ إِيمانُ عبدٍ حتَّى يَستَقيمَ قلبُه، ولا يَسْتَقيمُ قلبُه حتَّى يَستَقيمَ لسانُه، ولا يدخُلُ الجنَّةَ رجُلٌ لا يَأْمَنُ جارُه بَوائِقَه

“Tidak akan lurus iman seorang hamba sampai hatinya lurus. Dan tidak akan lurus hatinya sampai lisannya menjadi lurus. Dan tidak akan masuk seseorang ke dalam surga yang tetangganya tidak aman dari gangguannya.” (HR. Ahmad)

Dalam hadits ini, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan bahwa kebaikan hati yang disebabkan oleh keimanan akan melazimkan kebaikan anggota badan. Maka landasan dan pondasi istiqamah atau kelurusan seseorang yaitu tergantung kepada hatinya, dan hati adalah sumber kebaikan.

Berkata Ibnu Rajab rahimahullah, “Yang dimaksud dengan istiqamah keimanan yaitu istiqamahnya amalan anggota badan, karena amalan-amalan anggota badan tidak akan lurus kecuali dengan lurusnya hati. Dan makna kelurusan hati yaitu jika hati tersebut dipenuhi dengan kecintaan kepada Allah, kecintaan kepada ketaatan kepada Allah, dan kebencian untuk bermaksiat kepadaNya.”

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka istiqamah, maka akan turun kepada mereka para malaikat yang mengatakan, ‘Janganlah kalian takut, janganlah kalian bersedih, dan terimalah kabar gembira yaitu surga yang dijanjikan kepada kalian. Kami adalah pelindung-pelindung kalian di kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Di surga, kalian akan mendapatkan apa yang kalian inginkan dan apa yang kalian minta.'” (QS. Fussilat[41]: 30)

Juga Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ ‎﴿١٣﴾‏ أُولَٰئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ‎﴿١٤﴾‏

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Sesembahan kami adalah Allah,’ kemudian mereka istiqamah, maka tidak ada ketakutan bagi mereka dan tidak ada pula kesedihan. Mereka itulah penduduk surga, mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang mereka dahulu kerjakan.” (QS. Al-Ahqaf[46]: 13-14)

Di dalam ayat ini terdapat penjelasan mengenai agungnya kedudukan istiqamah dan besarnya pahala istiqamah. Namun, hal itu tidak akan terjadi kecuali jika hati istiqamah di atas ketaatan kepada Allah, karena tidak akan lurus keimanan seorang hamba kecuali jika hatinya lurus. Karena hati adalah pondasi dan landasan kebaikan serta keistiqamahan seseorang.

Maka, perkara keistiqamahan hati atau kelurusan hati adalah perkara yang besar. Banyak dari manusia mungkin saja memperhatikan perkara-perkara yang nampak, tapi mereka lalai dari meluruskan hatinya di atas ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menjauh dari penyakit-penyakit hati yang menjauhkannya dari keistiqamahan.

Hati manusia dapat merasukinya penyakit-penyakit yang bisa melemahkan dan mengurangi keimanan serta ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka sesungguhnya, istiqamah di atas ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla yaitu seorang bersungguh-sungguh dan antusias untuk mengobati hatinya serta menjauhkannya dari penyakit-penyakit yang bisa menimpa hatinya dan membuatnya sakit.

Sebagaimana badan bisa sakit, maka hati pun bisa sakit, bahkan bisa lebih parah dari sakit badan. Nabi ‘Alaihish Shalatu was Salam telah mengabarkan kepada kita beberapa penyakit yang dapat menimpa hati seseorang dan merasuki seseorang. Nabi juga mengabarkan bahwa penyakit-penyakit itu telah menjangkiti dan merasuki umat-umat sebelum kita.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.

Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Istiqamahnya Hati

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.