Masjid Al-Barkah

Hadits-Hadits Perbaikan Hati

Jujur kepada Allah ‘Azza wa Jalla

By  |  pukul 2:36 pm

Terakhir diperbaharui: Rabu, 19 Juni 2024 pukul 6:20 pm

Tautan: https://rodja.id/5e8

Jujur kepada Allah ‘Azza wa Jalla adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan Hadits-Hadits Perbaikan Hati. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada Senin, 3 Dzulhijjah 1445 H / 10 Juni 2024 M.

Kajian Islam Ilmiah Tentang Jujur kepada Allah ‘Azza wa Jalla

Dari sahabat Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورِ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا

“Wajib bagi kalian untuk jujur, karena sesungguhnya kejujuran mengantarkan kepada kebaikan dan kebaikan mengantarkan kepada surga. Dan seseorang terus-menerus jujur dan berusaha untuk jujur sampai ditulis di sisi Allah sebagai orang yang benar-benar jujur. Dan jauhilah kebohongan dan kedustaan, karena sesungguhnya kedustaan menunjukkan dan mengajak serta menghantarkan kepada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan menghantarkan kepada neraka. Seorang terus berdusta dan sengaja berdusta sampai dituliskan di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Juga dari sahabat Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan sahabat Muadz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu berada di atas satu kendaraan. Kemudian Nabi berkata, “Wahai Muadz bin Jabal.” Muadz menjawab, “Aku menjawab panggilanmu Ya Rasulullah.” Nabi memanggil lagi, “Wahai Muadz.” Muadz menjawab, “Aku menjawab panggilanmu Ya Rasulullah.” Hal ini dilakukan tiga kali oleh Rasulullah. Kemudian Nabi bersabda,

مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلَّا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ

“Tidak seorang pun yang bersaksi bahwasanya tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah jujur dari hatinya, kecuali Allah akan mengharamkan neraka atasnya.”

Muadz berkata, “Wahai Rasulullah, bolehkah aku mengabarkan kepada manusia sehingga mereka bahagia?” Nabi menjawab, “Kalau begitu mereka akan bersantai-santai.” Muadz tetap mengabarkan hadits ini karena takut berdosa (jika menyembunyikan ilmu). (HR. Bukhari).

Sesungguhnya di antara tingkatan yang tinggi dalam agama adalah jujur kepada Allah ‘Azza wa Jalla, baik dalam ucapan, perbuatan, dan dalam semua kondisi, untuk mengamalkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kalian bersama dengan orang-orang yang jujur.” (QS. At-Taubah[9]: 119)

Kejujuran adalah cara terbaik untuk memperbaiki hati. Di dalam Al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang memotivasi dan menganjurkan untuk selalu jujur kepada Allah, anjuran untuk selalu menetapi kejujuran, juga disertai penjelasan tentang apa yang Allah siapkan bagi orang-orang yang jujur, dari tempat-tempat yang mulia, pahala yang besar, dan ganjaran yang banyak di dunia dan di akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

مِّنَ الْمُؤْمِنِينَ رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ ۖ فَمِنْهُم مَّن قَضَىٰ نَحْبَهُ وَمِنْهُم مَّن يَنتَظِرُ ۖ وَمَا بَدَّلُوا تَبْدِيلًا ‎﴿٢٣﴾‏ لِّيَجْزِيَ اللَّهُ الصَّادِقِينَ بِصِدْقِهِمْ وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ إِن شَاءَ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا ‎﴿٢٤﴾

“Di antara orang-orang mukmin itu ada orang-orang yang jujur kepada Allah tentang apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang telah gugur. Dan di antara mereka ada (pula) yang menunggu-nunggu dan mereka tidak merubah (janjinya), agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi ganjaran bagi orang-orang jujur atas kejujuran mereka dan agar Allah mengadzab orang-orang munafik jika Allah berkehendak, atau memberi taufik mereka untuk bertaubat. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab[33]: 23-24)

Juga Allah Ta’ala berfirman,

وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ ۙ أُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

“Dan orang yang membawa kebenaran dan yang membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zumar[39]: 33)

Juga firman Allah:

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ…لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang taat, laki-laki dan perempuan yang jujur… Allah menyiapkan bagi mereka semua ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab[33]: 35)

Kejujuran adalah keselamatan bagi seorang hamba dari segala fitnah dunia dan apa yang dia temui dari musibah dan kesulitan. Orang yang jujur kepada Allah tidak akan dibahayakan oleh fitnah-fitnah. Juga keselamatan orang jujur akan mendapatkan keselamatan ketika ketika berada di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

قَالَ اللَّهُ هَٰذَا يَوْمُ يَنْفَعُ الصَّادِقِينَ صِدْقُهُمْ ۚ لَهُمْ جَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ۚ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Hari ini bermanfaat kejujuran orang-orang yang jujur, bagi mereka surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal selama-lamanya di sana. Allah ridha kepada mereka dan mereka ridha kepada Allah. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. Al-Ma’idah[5]: 119)

Masuk ke dalam surga dan mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah dengan cara jujur kepadaNya. Semakna dengan ini, Allah Ta’ala berfirman,

فَإِذَا عَزَمَ الْأَمْرُ فَلَوْ صَدَقُوا اللَّهَ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ

“Jika sudah ditetapkan suatu perkara, dan seandainya mereka jujur kepada Allah, tentu itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad[47]: 21)

Maka, kebaikan, kebahagiaan, dan keberuntungan itu jika seorang jujur kepada Allah. Ayat-ayat yang semakna dengan ini sangat banyak, yang semuanya menegaskan pentingnya jujur dan bahwa perlunya kita selalu memperhatikan kejujuran ini karena tidak ada keselamatan dan keselamatan bagi seorang hamba di dunia dan di akhirat kecuali dengan kejujuran.

Bagaimana penjelasan lengkapnya? Mari download dan simak mp3 yang penuh manfaat ini.

Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Jujur kepada Allah ‘Azza wa Jalla

Dapatkan informasi dari Radio Rodja 756 AM, melalui :

Telegram: t.me/rodjaofficial
Facebook: facebook.com/radiorodja
Twitter: twitter.com/radiorodja
Instagram: instagram.com/radiorodja
Website: www.radiorodja.com

Dapatkan informasi dari Rodja TV, melalui :

Facebook: facebook.com/rodjatvofficial
Twitter: twitter.com/rodjatv
Instagram: instagram.com/rodjatv
Website: www.rodja.tv

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.