Rodja Peduli

Adab dan Akhlak Seorang Muslim

Menjaga Kehormatan Orang Lain dengan Menjauhi Dosa Ghibah – Bagian ke-1 (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

By  |  pukul 8:10 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 27 Mei 2014 pukul 3:19 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=5545

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.

Kajian merupakan kelanjutan dari pembahasan Adab dan Akhlak Seorang Muslim, dan kali ini Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry membawakan tema penting yang berkaitan dengan ghibah , khususnya tentang Menjaga Kehormatan Orang Lain dengan Menjauhi Dosa Ghibah (Bagian ke-1). Kajian ini adalah hasil rekaman yang disampaikan pada Sabtu malam, 4 Jumadal Akhir 1434 / 05 April 2014, ba’da Maghrib yang dilanjutkan sesi tanya jawab ba’da Isya’ hingga pukul 20:15 WIB. Semoga bermanfaat.

[sc:status-adab-dan-akhlak-seorang-muslim-ustadz-muhammad-nuzul-dzikry-2013]

Ringkasan Ceramah Agama Adab dan Akhlak Seorang Muslim

Menjaga Kehormatan Orang Lain dengan Menjauhi Dosa Ghibah (Bagian ke-1)

Salah satu bentuk loyalitas dan ukhuwah islamiyyah kita terhadap saudara sesama muslim adalah menjaga dan membela kehormatannya saat dia tidak ada. Dan hal inilah yang disampaikan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sabdanya:

مَنْ ذَبَّ عَنْ لَحْمِ أَخِيهِ بِالْغِيبَةِ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُعْتِقَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya ketika ia tidak ada, maka Allah pasti akan bebaskan dirinya dari neraka.” (HR Ahmad)

Baca Juga:
Kiat Menumbuhkan Keberanian - Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

Oleh karena itu, jangan pernah membiarkan sebuah ghibah memasuki telinga kita dan mengisi pendengaran kita. Tugas kita pada saat saudara kita tidak ada adalah membela kehormatannya. Karena ini merupakan salah satu bentuk kasih sayang kita terhadapnya. Jika kita bisa melakukan hal ini, maka Allah akan membebaskan kita dari api neraka.

Maksud dari ghibah adalah membicarakan keburukan orang lain ketika dia tidak ada walaupun itu adalah fatka dan benar adanya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

الْغِيْبَةُ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ، قِيلَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُوْلُ ؟ قَالَ : إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُول فَقَدْ اِغْتَبْتَهُ، وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فَقَدْ بَهَتَّهُ

“Ghibah adalah engkau membicarakan saudaramu, dengan apa yang dia benci. Salah seorang bertanya: “Bagaimana menurutmu apabila yang saya sampaikan itu adalah benar ada padanya? Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Jika hal itu benar ada padanya, maka sungguh engkau telah menggibahinya, dan apabila hal itu tidak benar, maka sungguh engkau telah memfitnah dirinya.” (HR Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwa ghibah atau menggunjing merupakan salah satu dosa besar. Adapun dalil di dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang dosa ghibah adalah firman Allah Ta’ala:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

Baca Juga:
50 Nasihat untuk Para Wanita - Bagian ke-3 (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka (kecurigaan), karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hujarat [49]: 12)

Silakan simak penjelasan selengkapnya dengan mendownload kajian ini, atau Anda bisa mendengarkannya di link kajian ini secara langsung.

Dengarkan dan Download Ceramah Agama Adab dan Akhlak Seorang Muslim: Menjaga Kehormatan Orang Lain dengan Menjauhi Dosa Ghibah (Bagian ke-1)

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalasnya dengan kebaikan yang banyak.

8 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.