Telegram Rodja Official

Akhlak Muslim kepada Rabbnya: Tawakal – Bagian ke-1 – Aktualisasi Akhlak Muslim (Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.)

By  |  pukul 9:30 am

Terakhir diperbaharui: Rabu, 08 Jumadil awal 1437 / 17 Februari 2016 pukul 1:54 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=5594

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary, M.A.

Mari kita simak kembali, ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary pada Selasa, 7 Jumadats Tsani 1435 / 8 April 2014, pukul 08:00-09:00 WIB dengan seri pembahasan Aktualisasi Akhlak Muslim, yang Alhamdulillah dapat kita download rekaman MP3 kajiannya sekarang. Di dalam pembahasan kali ini beliau membawakan pembahasan tentang tema Akhlak Muslim kepada Rabbnya yaitu, “tawakkal‘.

NB:: Mohon maaf, kami melakukan perubahan nama file kajian ini. Nama semula adalah:
RadioRodja.com - Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary - 20140408- Aktualisasi Akhlak Muslim - Akhlak Muslim kepada Rabbnya Bagian 4 - Tawakal.mp3
menjadi:
RadioRodja.com - Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary - 20140408- Aktualisasi Akhlak Muslim - Akhlak Muslim kepada Rabbnya - Tawakal - Bagian 1.mp3
Perubahan meliputi properti ID3 di dalamnya.

Jika perubahan ini Anda rasa signifikan, silakan download ulang.
Atau Anda bisa rename manual, walaupun tidak termasuk mengubah properti ID3.
Barokallahu fikum.

Ringkasan Ceramah Agama: Aktualisasi Akhlak Muslim

Akhlak Muslim kepada Rabbnya: Tawakal (Bagian ke-1)

Akhlak Muslim kepada Rabbnya yang ke-4: Tawakal

Kita mungkin sering mendengarkan ucapan: “Bertawkallah kepada Allah!”. Namun apakah kita pernah bertanya tentang hakikat tawakal itu? Dan apakah maksud tawakkal itu?

Baca Juga:  Emosi, Salah Satu Pintu Setan untuk Menggoda Manusia - Khutbah Jumat (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Seorang yang bertawakal tapi masih sering mengeluhkan nasibnya, menggerutu terhadap apa-apa yang ditetapkan oleh Allah baginya, maka dia sejatinya belum dikatakan bertawakal. Sikap yang salah juga adalah ketika ada yang mengaku bertawakal, tapi hanya berpangku tangan dan tidak melakukan sedikitpun usaha.

Tawakal adalah menyandarkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dalam menggapai mashlahat atau menghindari mudharat, baik itu urusan-urusan dunia maupun akhirat, dengan senantiasa melakukan ikhtiar dan sebab-sebabnya. Karena selama kita hidup di dunia ini, manusia tidak akan pernah lepas dari hukum sebab akibat. Dengan tawakal ini, semua harapan seorang hamba benar-benar akan digantungkan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata. Ia yakin bahwa apabila Allah Subhanahu wa Ta’ala berkehendak, maka tidak akan ada kehendak lain yang bisa mematahkan bahkan mengalahkannya.

Baca Juga:  Nasihat Ulama bagi Para Penuntut Ilmu (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

Tawakal merupakan salah satu sifat yang disukai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka dari itu, setiap muslim harus memuilki sifat dan akhlak ini. Dan sifat tawakal ini merupakan akhlak mulia seorang muslim kepada Rabbnya. Ia harus senantiasa menyerahkan segala urusannya hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ia pun harus benar-benar menyakini bahwa hanya Allah lah yang mampu memberi dan menahan sesuatu. Dan hanya Allah lah yg bisa mendatangkan manfaat, dan menolak mudharat. Dan akhlak inilah yang menjadi ciri seorang mukmin yang mencerminkan kesipannnya untuk melaksanakan segala perintah Allah dan menerima segala keputusanNya.

Dengan tawakal ini, hati seorang mumkin akan senantiasa terhubung dan tergantung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga dia tidak akan mencari dan meminta perotolongan kepada makhluk, dan akhirnya hal ini akan menguatkan tauhid yang ada di dalam dirinya.

Baca Juga:  Disunnahkannya Mudaroh dan Meninggalkan Mudahanah

Download Ceramah Agama “Akhlak Muslim kepada Rabbnya”: Tawakal (Bagian ke-1)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.