Telegram Rodja Official

Manhajus Saalikiin wa Taudhiihul Fiqhi fid Diin

Bab Wakaf – Bagian ke-2 – Kitab Manhajus Salikin (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

By  | 

Kajian oleh: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.

Kajian ini merupakan rekaman kajian fiqih mu’amalah yang tayang pada Kamis pagi, 9 Jumadats Tsani 1435 / 10 April 2014, pukul 05:00-06:30 WIB di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada pembahasan sebelumnya, Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. telah menjelaskan tentang Bab Wakaf (Bagian ke-1), dan kali ini beliau akan melanjutkan ke pembahasan Bab Wakaf (Bagian ke-2). Pembahasan oleh ini diangkat dari kitab Manhajus Salikin wa Taudhihul Fiqhi fid Din karya ulama besar yang bernama Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah.

[sc:status-manhajus-salikin-ustadz-erwandi-tarmizi-2013]

Ringkasan Kajian dalam Rekaman ini: Kitab Manhajus Salikin

Bab Wakaf (باب الوقف) – Bagian ke-2

Pada kajian sebelumnya, telah dijelaskan tentang pengertian wakaf, baik itu secara bahasa maupun secara istilah. Telah disebutkan pula beberapa dalil yang menjadi pedoman dalam permasalahan wakaf. Dan kali ini pemateri akan menjelaskan dalil dari hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membahas tentang harta wakaf, hadits tersebut adalah:

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَصَابَ عُمَرُ أَرْضًا بِخَيْبَرَ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَأْمِرُهُ فِيهَا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَصَبْتُ أَرْضًا بِخَيْبَرَ لَمْ أُصِبْ مَالًا قَطُّ هُوَ أَنْفَسَ عِنْدِي مِنْهُ قَالَ إِنْ شِئْتَ حَبَسْتَ أَصْلَهَا وَتَصَدَّقْتَ بِهَا قَالَ فَتَصَدَّقَ بِهَا عُمَرُ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يُبَاعُ أَصْلُهَا وَلَا يُورَثُ وَلَا يُوهَبُ وَتَصَدَّقَ بِهَا فِي الْفُقَرَاءِ وَفِي الْقُرْبَى وَفِي الرِّقَابِ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَالضَّيْفِ لَا جُنَاحَ عَلَى مَنْ وَلِيَهَا أَنْ يَأْكُلَ مِنْهَا بِالْمَعْرُوفِ وَيُطْعِمَ صَدِيْقًا غَيْرَ مُتَمَوِّلٍ مَلًا

Baca Juga:
Tanya-Jawab: Pemilu: Nasihat tentang Pemilu dan adanya sikap saling mencela antara Ahlus Sunnah terhadap fatwa para ulama

“Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa ‘Umar bin Al-Khaththab mendapatkan tanah di kota Khaibar. Lalu dia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (untuk) meminta petunjuk kepada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang tanah tersebut. Dia berkata: ”Wahai Rasulullah, Sesungguhnya aku mendapatkan tanah di kota Khaibar. Aku tidak pernah mendapatkan harta sama sekali yang lebih berharga darinya. Maka Beliau bersabda: ”Jika engkau mau, engkau menahan pokoknya, dan engkau bershadaqah dengan (hasil)nya.” Maka Umar(pun) bershadaqah dengan (hasil)nya, dengan syarat bahwa tanah itu tidak dijual, tidak diwariskan, dan tidak dihibahkan. Umar bershadaqah dengan (hasil) tanah itu untuk orang-orang miskin, karib kerabat, budak-budak, dibelanjakan di jalan Allah, ibnu sabil, dan tamu. Tidak mengapa orang yang mengurusnya (mengelolanya) memakan darinya dengan baik, juga (tidak mengapa) dia memberi makan (darinya) dengan tidak menyimpan harta.” [HR Al-Bukhari dan Muslim].

Simak pembahasan lebih lanjutnya, dan download sekarang juga atau dengarkan langsung melalui player yang telah tersedia.

Download Kajian KItab Manhajus Salikin (Kitabul Buyu’)- Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi: Bab Wakaf

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Jazakumullahu khoiron.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.