Telegram Rodja Official

Al-Qaulul Mufiid

Bab Tathayyur / Merasa Sial karena Sesuatu – Bagian ke-5 – Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 19 April 2014 pukul 2:53 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=5847

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Haidar As-Sundawy

Alhamdulillah, dapat kita simak kembali, lanjutan dari kajian pekan lalu, yaitu masih membahas tentang “Tathayyur / Merasa Sial karena Sesuatu“, memasuki bagian ke-5. Adapun pembahasan ini adalah diangkat dari sebuah bab dari kitab Al-Qaulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid bersama Ustadz Abu Haidar As-Sundawy hafidzahullah. Kajian yang dapat Anda download ini adalah rekaman dari siaran live pada Jumat sore, 17 Jumadats Tsani 1435 / 18 April 2014, pukul 16:30-18:00 WIB di Radio Rodja dan TV Rodja.

[sc:status-al-qaulul-mufid-ustadz-abu-haidar-2013]

Ringkasan Pembahasan Kitab Al-Qaulul Mufid di Rekaman Ini

Bab Tathayyur / Merasa Sial karena Sesuatu (باب ما جاء في التطير) – Bagian ke-5

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu ‘Amr. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من ردته الطيرة عن حاجته فقد أشرك، قالوا: يا رسول الله! ما كفارة ذلك؟ قال: أن تقولوا: اللهم لا خير إلا خيرك، ولا طير إلا طيرك، ولا إله غيرك

“Siapa orang yang dibatalkan keperluannya oleh thiyarah (sangkaan / ramalan bahwa dia akan sial), maka sungguh orang itu telah berbuat syirik. Bertanyalah para sahabat, “Lalu apa kafarahnya (penebus / penghapus dari dosa thiyarah tersebut)?” Menjawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, “Hendalkan kalian mengatakan, “اللهم لا خير إلا خيرك، ولا طير إلا طيرك، ولا إله غيرك (“Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikanMu, tidak ada kesialan kecuali kesialanMu (yang Engkau takdirkan), dan tidak ada sesembahan yang benar selain Engkau.”)””

Baca Juga:
Islam Adalah Agama Yang Allah Ridhai

Kalimat yang belum dibahas adalah “ولا إله غيرك” (“Tidak ada Ilah selain Engkau”). Kalimat ini sebagai kalimat terakhir penebus dosa thiyarah. Huruf “لا” di dalam kalimat tersebut disebut “لانافية للجنس, yaitu لا” yang menafikan seluruh jenis Ilah / sesembahan. Adapun “إله” maknanya مألوه, artinya adalah sesuatu yang disembah, tetapi disembahnya karena mencintai dan mengagungkan; menyembahnya karena motivasi mengungkapkan rasa cinta dan mengagungkan, sehingga tidak ada keterpaksaan, keterdesakan, atau malas.

Mari download kajian kitab Al-Qaulul Mufid ini untuk menyimak pelajarannya yang penuh manfaat.

Download Kajian Kitab Qaulul Mufid: Bab Tathayyur / Merasa Sial karena Sesuatu (Bagian ke-5)

Mari bagikan pula manfaat ini kepada saudara-saudara kita di Facebook, Twitter, dan Google+. Jazakumullahu khoiron.

1 Comment

    Leave a Reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    37 − = 33

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.