Rodja Peduli

Tematik

Berbahagialah bagi Al-Ghuraba, yaitu Orang-orang yang Asing (Ustadz Abu Qatadah)

By  |  pukul 8:00 pm

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 05 Desember 2015 pukul 12:53 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=6287

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Qatadah

Berikut ini merupakan rekaman kajian Islam yang menjelaskan tentang syarah hadits Al-Ghuraba, yang dikemas dengan judul “Berbahagialah bagi Al-Ghuraba, yaitu Orang-orang yang Asing“, kajian ini disampaikan oleh Ustadz Abu Qatadah di Masjid Al-Barkah, komplek studio Radio Rodja dan RodjaTV, pada 10 Rajab 1435 / 9 Mei 2014. Silakan simak penjelasan beliau mengenai hal yang sangat menarik ini, dan simak pula sesi tanya jawab yang sayang jika dilewatkan.

Ringkasan Kajian: Berbahagialah bagi Al-Ghuraba, yaitu Orang-orang yang Asing

Islam datang dengan keadaan asing, dan kelak di akhir zaman Islam akan kembali dianggap asing. Orang-orang yang berpegang teguh dengan kebenaran kelak akan dianggap aneh dan asing. Namun, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa mereka (Al-Ghuraba) itulah orang-orang yang beruntung. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

بَدَأَ اْلإِسْلاَمُ غَرِيْباً، وَسَيَعُوْدُ كَمَا بَدَأَ غَرِيْباً، فَطُوْبَى لِلْغُرَبَاءِ

“Islam diawali dengan keadaan asing, dan akan kembali asing sebagaimana awalnya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.”

Dan diriwayat yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اَلَّذِيْنَ يُصْلِحُوْنَ عِنْدَ فَسَادِ النَّاسِ

“Yaitu, orang-orang yang senantiasa memperbaiki (umat) di tengah-tengah rusaknya manusia.”

Baca Juga:
Sebab Penyimpangan dalam Agama (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Bagaimana penjelasan lengkapnya dari pembahasan ini? Silakan download kajian yang bermanfaat ini sekarang juga. Anda juga bisa mendengarkannya langsung melalui player yang ada di bawah ini. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Tematik: Ustadz Abu Qatadah – Berbahagialah bagi Al-Ghuraba, yaitu Orang-orang yang Asing

Mari download dan share link kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Ta’ala menghitungnya sebagai amal ibadah yang mulia di sisiNya. Aamiin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.