Rodja Peduli

Fiqhul Akhlaaq

Pokok-pokok Keberhasilan dalam Bermu’amalah – Bagian ke-3 – Kitab Fiqhul Akhlaq (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

By  |  pukul 7:10 am

Terakhir diperbaharui: Selasa, 22 Juli 2014 pukul 1:09 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=6429

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.

Berikut ini merupakan kelanjutan dari pembahasan Kitab Fiqhul Akhlaq (فقه الأخلاق) karya Syaikh Mushtafa Al-‘Adawi rahimahullah. Pada pertemuan yang lalu, Ustadz Badrusalam telah menjelaskan tentang Pokok-pokok Keberhasilan dalam Bermu’amalah (Bagian ke-2). Dan pada pertemuan kali ini, beliau akan menyampaikan tentang “Pokok-pokok Keberhasilan dalam Bermu’amalah (Bagian ke-3)“. Kajian ini disampaikan pada Rabu pagi, 14 Rajab 1435 / 14 Mei 2014, pukul 05:30 – 07:00 WIB. Semoga bermanfaat

Ringkasan Ceramah Agama Islam – Kajian Kitab Fiqhul Akhlaq: Pokok-pokok Keberhasilan dalam Bermu’amalah (Bagian ke-3)

Anjuran untuk Memperbanyak membaca Al-Qur’an dan As-Sunnah

Pokok yang ketiga adalah memperbanyak membaca Al-Qur’an dan As-Sunnah dan senantiasa memperbanyak hal tersebut agar kita berada di atas keilmuan, bukan hanya sebatas dengan perasaan dan pemikiran.

Syaikh Mushtafa Al-‘Adawi rahimahullah menjelaskan bahwa, tidak dipungkiri lagi bahwa perkataan yang paling baik adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَاباً

“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Qur’an.” (QS Az-Zumar [39]: 23)

Baca Juga:
Cara Ikhlas Menerima Takdir dan Senantiasa Ridha Kepada Ketentuan Allah

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan di dalam hadits-haditsnya bahwa: “Sebaik-baiknya petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga tidak pernah berkata dari hawa nafsunya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (QS An-Najm [53]: 3-4)

Dari sini kita mengetahui bahwa sebaik-baiknya perkataan adalah Al-Qur’an dan sebaik-baiknya petunjuk adalah hadits Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka dari itu, kita harus memperbanyak untuk mempelajari keduanya.

Bagaimana penjelasan mengenai hal ini? Simak penjelasan selengkapnya dari pembahasan fikih akhlak oleh Ustadz Badrusalam, Lc. dari bahasan kitab Fiqhul Akhlaq, dengan cara download ceramah agama ini, atau dengarkan langsung dari player yang tersedia. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Ceramah Agama: Pokok-pokok Keberhasilan dalam Bermu’amalah (Bagian ke-3)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link download kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.