Telegram Rodja Official

Ajaran Madzhab Imam Syafi’i yang Ditinggalkan: Memelihara Jenggot dan Haramnya Musik (Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.)

By  |  pukul 6:00 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 09 Jumadil awal 1438 / 06 Februari 2017 pukul 10:50 am

Tautan: http://rodja.id/va

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.

Berikut ini merupakan kajian agama Islam tematik bersama Ustadz Firanda Andirja, yang disampaikan pada Selasa malam, 20 Rajab 1435 / 20 Mei 2014 di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Cileungsi, Bogor. Kajian ini diadakan selama 3 hari berturut-turut dengan pembahasan menarik seputar “Ajaran Madzhab Imam Syafi’i yang Ditinggalkan“, dan pada kajian kali ini beliau akan menjelaskan tentang beberapa ajaran Imam Syafi’i yang banyak ditinggalkan oleh orang-orang yang mengaku mengikuti beliau, yaitu “Memelihara Jenggot dan Haramnya Musik“.

Rekaman video: Ustadz Firanda Andirja, M.A. – Ajaran Madzhab Imam Syafi’i yang Ditinggalkan (Bagian ke-1): Memelihara Jenggot dan Haramnya Musik

Ringkasan Ceramah Agama Islam: Ajaran Madzhab Imam Syafi’i yang Ditinggalkan

Memelihara Jenggot dan Haramnya Musik

Banyak para imam umat ini yang kita banggakan, tetapi di antara mereka ada empat imam yang tersohor, yaiut para pendiri empat madzhab. Mereka itu adalah Imam Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas, Imam Asy-Syafi’i, dan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahumullahu jami’an.

Meskipun ada madzhab-madzhab fiqih yang lain, namun keempat madzhab inilah yang diterima secara luas dalam dunia Islam hingga saat ini. Bahkan sebagian negeri dikenal dengan madzhab tertentu. Madzhab Syafi’i misalnya, banyak tersebar di negara-negara Asia Tenggara. Madzhab Maliki banyak tersebar di negeri-negeri Afrika. Madzhab Hanafi banyak tersebar di India, Pakistan, Bangladesh, dan Afganistan, dan juga di Cina. Adapun madzhab Hanbali banyak tersebar di negeri-negeri Arab, khususnya Arab Saudi.

Baca Juga:  Shalat adalah Pintu Terbesar Diampuni Dosa-Dosa

Di antara keempat madzhab imam tersebut yang sangat cemerlang adalah Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah. Beiaulah pendiri dan pemrakarsa madzhab Syafi’i yang merupakan madzhab yang banyak dianut di bumi pertiwi nusantara ini.

Biografi Singkat Imam Syafi’i

Nama lengkap Imam Syafi’i adalah Muhammad bin Idris bin Al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syaafi’ bin As-Saaib bin ‘Ubaid bin ‘Abd Yaziid bin Haasyim bin Al-Muthallib bin ‘Abdi Manaaf, sehingga nasab beliau bermuara kepada Abdu Manaaf kakek buyut Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Al-Muthallib adalah saudara Hasyim, ayahnya Abdul Muthallib kakek Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kepada Syafi’ bin As-Saaib penisbatan Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah.

Nenek moyang beliau adalah suku Quraisy di Mekah, namun beliau lahir di Ghaza (Palestina) pada tahun 150 Hijriyyah. Ayah beliau telah meninggal ketika beliau masih sangat muda, maka dari itu beliau diasuh oleh ibunya. Beliau menghafal Al-Quran pada saat berusia 7 tahun, dan menghafal kitab Al-Muwaththa’ karya Imam Malik pada saat beliau berumur 10 tahun. Ini menunjukkan betapa cerdasnya Al-Imam Asy-Syafi’i. beliaupu pun belajar dari para ulama mekah, di antaranya Muslim bin Khalid az-Zanji Al-Makky, dan juga berguru bertahun-tahun kepada Al-Imam Malik bin Anas rahimahullah. Beliau juga dikenal dengan ahli dalam menulis sya’ir-sya’ir, tegar di atas sunah, dan getol dalam memerangi bid’ah. Bahkan beliau dijuluki dengan ناصر الحديث atau “Penolong hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Demikianlah biografi Imam Syafi’i secara singkat.

Baca Juga:  Pentingnya Tauhid dan Meneladani Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas)

Ajaran Imam Syafi’i dalam Perkara Memelihara Jenggot dan Haramnya Musik

Hal yang menyedihkan pada saat kita melihat sebagian orang yang mengaku madzhab Syafi’i, mengaku sebagai pengikut setia Al-Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i rahimahullah, namun amalan-amalan mereka justru bertentangan dengan ajaran-ajaran Imam Syafi’i. Bahkan semakin pahit dan menyedihkan jika ternyata mereka justru menentang dan mengolok-olok sebagian ajaran beliau. Mungkin saja mereka melakukan hal itu karena kurang mengenal ajaran-ajaran Imam Syafi’i yang sesunguhnya. Salah satu ajaran beliau yang banyak ditinggalkan adalah memelihara jenggot dan haramnya musik.

Hal yang sangat aneh juga adalah, semangat sebagian ustadz dan kyai yang mengaku bermadzhab Syafi’iyyah memangkas habis jenggot mereka. Bahkan, sebagian mereka mencela orang yang memanjangakan dan memelihara jenggot dengan sebutan teroris. Padahal Imam Syafi’i mengharamkan untuk mencukur habis jenggot. Hadits yang menunjukan wajibnya memelihara jenggot pun sangatlah banyak, di antaranya adalah:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

انْهَكُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

“Potong tipislah kumis kalian, dan biarkan jenggot kalian!” (HR Al-Bukhari dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma)

Baca Juga:  Indahnya Menghutangi Orang Lain (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Hal yang menyedihkan saat kita menyaksikan sebagian dai yang mengaku mengikuti madzhab Syafi’i, ternyata menggunakan musik dalam beribadah. Jadilah shalawat disertai senandung musik. Irama gambus islami, atau kasidahan islami. Lebih memilukan lagi ada di antara mereka yang berdakwah dengan menggunakan alat musik. Padahal ni merupakan bentuk tasyabbuh (meniru-niru) kaum Nashrani dalam tata cara peribadatan mereka di gereja-gereja mereka. Jika bertasyabbuh dalam perkara adat dan tradisi mereka merupakan perkara yang dibenci, bagaimana jika bertasyabbuh dalam perkara ibadah mereka?

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara tegas mengharamkan musik dalam sabdanya:

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف

“Sungguh akan ada dari umatku kaum-kaum yang menghalalkan zina, kain sutra (bagi laki-laki), khamr, dan alat-alat musik.” (HR Al-Bukhari)

Bagaimana penjelasan selengkapnya mengenai hal ini? Silakan download kajian ini dan simak penjelasan dari Ustadz Firanda Andirja, M.A. mengenai hal ini. Semoga bermanfaat.

Download Ceramah Agama: Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja – Ajaran Madzhab Imam Syafi’i yang Ditinggalkan: Memelihara Jenggot dan Haramnya Musik

Mari kita share link download kajian Islam yang bermanfaat ini, ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga bermanfaat untuk kita dan saudara-saudara kita yang lain. Jazakumullahu khairan.

Telegram Rodja Official

11 Comments

  1. aprizal

    Jumat, 11 Sya'ban 1436 / 29 Mei 2015 at 22:35

    Syukron ustadz kajiannya.
    Syukron jazakumullah khairan rodja team. Smoga di balas oleh Allah. :)

  2. Aswar

    Senin, 26 Dzulhijjah 1435 / 20 Oktober 2014 at 19:01

    barokallahufiik…

  3. erwin

    Selasa, 04 Ramadhan 1435 / 01 Juli 2014 at 08:25

    Assalamualaikum warohmatullahiwabarokaatuh
    ana seorang perawat yang bekerja di salah satu rumah sakit, ana saat ini memelihara jenggot dengan harapan mendapatkan amal dan barokkah dari Allah SWT dan mengikuti sunnah rosullullah …….namun ana diminta merapikan dan dan memotong jenggot ana…..karena dinilai tidak bagus kalau sedang memakai baju seragam kerja perawat…..mohon pencerahan…..

    saran dan nasehatnya sangat saya harapkan, dapat pula ke alamat email saya erwin_xjo@yahoo.com

    Jazakallahu khoiron

    • Radio Rodja

      Selasa, 07 Dzulqa'dah 1435 / 02 September 2014 at 10:43

      Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, untuk pertanyaan yang berkaitan dengan masalah agama silakan langsung ditanyakan kepada para pemateri ketika kajian sedang berlangsung, pada sesi tanya jawab. Syukran

    • ari

      Senin, 26 Jumadil akhir 1437 / 04 April 2016 at 01:10

      kayaknya ust.firanda tidak berjenggot kalaupun ada tdk kelihatan(mulus) bagaimana bisa berfatwa tp tdk dikerjakan(katanya menjaga sunah),jenggot,kumis adalah anugrah yg diberikan Alloh kepada Laki-laki.nabi Muhammad diberi bersyukur,qurisy diberi ingkar,jgn dikit2 tdk mengikuti sunah nabi,yg penting ahlak kita kepada manusia ,alam dan Alloh.nabi di utus unt menyempurnakan ahlak

  4. Suratman

    Kamis, 21 Sya'ban 1435 / 19 Juni 2014 at 20:43

    jazakumullahu khoir…

  5. masrul

    Senin, 27 Rajab 1435 / 26 Mei 2014 at 09:53

    bermanfaat

  6. azil

    Kamis, 23 Rajab 1435 / 22 Mei 2014 at 16:06

    barokallahufiik…

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.