Telegram Rodja Official

Al-Qaulul Mufiid

Bab Meminta Hujan kepada Bintang – Bagian ke-1 – Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 24 Mei 2014 pukul 2:41 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=6603

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Haidar As-Sundawy

Pada pertemuan sebelumnya, kita telah membahas Bab Mempelajari Ilmu Perbintangan / Ilmu Nujum (Bagian ke-2) yang merupakan akhir dari pembahasan bab tersebut. Dan alhamdulillah, kini kita dapat melanjutkan kepada bab berikutnya dari kitab Al-Qaulul Mufid yang membahas tentang “Bab Meminta Hujan kepada Bintang“. Pembahasan ini adalah yang disampaikan live pada Jumat sore, 9 Rajab 1435 / 9 Mei 2014, pukul 16:30-18:00 WIB di Radio Rodja dan RodjaTV. Mari kita simak pembahasan sangat menarik ini, agar kita tidak terjebak pada kesyirikan, baik syirik besar maupun syirik kecil, baik syirik dalam rububiyah maupun syirik uluhiyah.

[sc:status-al-qaulul-mufid-ustadz-abu-haidar-2013]

Ringkasan Pembahasan Kitab Al-Qaulul Mufid di Rekaman Ini

Bab Meminta Hujan kepada Bintang (ما جاء في الاستسقاء بالأنواء
) – Bagian ke-1

Meminta hujan kepada bintang ada 2 jenis. Jenis pertama termasuk syirik besar. Ada 2 bentuk yang termasuk syirik besar. Pertama, berdoa secara langsung kepada bintang dengan mengatakan, “Wahai bintang anu dan bintang anu, beri kami hujan, beri kami rizqi, beri kami ini, ini, dan ini …,” maka ini adalah syirik besar, karena berdoa kepada selain Allah. Sedangkan berdoa kepada selain Allah adalah sebuah pekerjaan yang nyata-nyata terlarang. Allah berfirman dalam Al-Qur’an, Surat Al-Mukminun, ayat ke-117:

Baca Juga:
Pandangan Islam terhadap Nabi Isa dan Injil (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)

وَمَن يَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهاً آخَرَ لَا بُرْهَانَ لَهُ بِهِ فَإِنَّمَا حِسَابُهُ عِندَ رَبِّهِ إِنَّهُ لَا يُفْلِحُ الْكَافِرُونَ (المؤمنون: ١١٧)

“Dan barangsiapa menyembah Tuhan yang lain di samping Allah, padahal tidak ada suatu dalil pun baginya tentang itu, maka sesungguhnya perhitungannya di sisi Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu tiada beruntung.” (QS Al-Mukminun [23]: 117)

Dalam Surat Yunus, ayat ke-106, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَلاَ تَدْعُ مِن دُونِ اللّهِ مَا لاَ يَنفَعُكَ وَلاَ يَضُرُّكَ فَإِن فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذاً مِّنَ الظَّالِمِينَ (يونس: ١٠٦)

“Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfa’at dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah. sebab jika kamu berbuat (yang demikian), itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zalim.”” (QS Yunus [10]: 106)

Lalu bagaimana bentuk syirik besar lain dari meminta hujan kepada bintang? Dan bagaimana pula meminta hujan kepada bintang yang tergolong kepada syirik kecil? Mari kita simak dan download ceramah agama Islam yang sangat bermanfaat ini yang diangkat dari kitab aqidah Al-Qaulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid, karya ulama kenamaan, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah.

Download Kajian Kitab Qaulul Mufid: Bab Meminta Hujan kepada Bintang (Bagian ke-1)

Ayo kita download, kemudian beramal dengan turut men-share juga ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga bermanfaat, Aamiin.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

7 + 3 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.