Telegram Rodja Official

Al-Qaulul Mufiid

Bab Meminta Hujan kepada Bintang – Bagian ke-3 – Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Sabtu, 31 Mei 2014 pukul 2:54 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=6631

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Haidar As-Sundawy

Mari kita simak kembali, ceramah agama yang diangkat dari kitab Al-Qaulul Mufid bersama Ustadz Abu Haidar, merupakan lanjutan dari kajian pekan sebelumnya, sehingga pembahasan kali ini adalah tentang “Bab Meminta Hujan kepada Bintang (Bagian ke-3)“. Rekaman ini diambil dari sebuah ceramah yang tayang di Radio Rodja dan RodjaTV pada Jumat sore, 23 Rajab 1435 / 23 Mei 2014.

[sc:status-al-qaulul-mufid-ustadz-abu-haidar-2013]

Ringkasan Pembahasan Kitab Al-Qaulul Mufid di Rekaman Ini

Bab Meminta Hujan kepada Bintang (ما جاء في الاستسقاء بالأنواء
) – Bagian ke-3

Pada pertemuan yang lalu sudah sampai pada bab “ما جاء في الاستسقاء بالأنواء
“, artinya “Meminta Hujan kepada Bintang-bintang”. Sudah 3 dalil yang kita bahas, 1 ayat dan 2 hadits. Sekarang kita lanjutkan ke pembahasan dalil ke-3.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih Muslim. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

قال بعضهم: لقد صدق نوء كذا وكذا فأنزل الله هذه الآيات

“Sebagian manusia berkata, “Benarlah bintang anu dan bintang anu.” Maka Allah pun menurunkan ayat:

Baca Juga:
Bahaya Prasangka Buruk kepada Allah - Kitab Tajridut Tauhid Al-Mufid (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ (٧٥) وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ (٧٦) إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ (٧٧) فِي كِتَابٍ مَّكْنُونٍ (٧٨) لَّا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ (٧٩) تَنزِيلٌ مِّن رَّبِّ الْعَالَمِينَ (٨٠) أَفَبِهَذَا الْحَدِيثِ أَنتُم مُّدْهِنُونَ (٨١) وَتَجْعَلُونَ رِزْقَكُمْ أَنَّكُمْ تُكَذِّبُونَ (٨٢)

“Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran.(75) Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui.(76) Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia,(77) pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh),(78) tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan.(79) Diturunkan dari Rabbil ‘alamiin.(80) Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini?(81) kamu mengganti rizqi (yang Allah berikan) dengan mendustakan Allah.(82)” (QS Al-Waqi’ah [56]: 75-82)”

Makna dari hadits ini, ketika hujan turun, orang-orang menisbatkan hujan tersebut kepada bintang, seolah-olah bintanglah yang menurunkan hujan atau bintanglah yang menjadi penyebab hujan tersebut.

Mari kita simak kelengkapan pembahasan hadits sekaligus ayat yang tersertakan dalam hadits tersebut dengan mendownload sekarang juga ceramah agama Islam ini, dari kitab Al-Qaulul Mufid.

Download Kajian Kitab Qaulul Mufid: Bab Meminta Hujan kepada Bintang (Bagian ke-3)

Silakan share ke Facebook, Twitter, dan Google+. Jazakumullahu khoiron.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

95 ÷ 19 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.