Fiqhul Usrah / Fiqih Keluarga
Sebab Perceraian karena Buruknya Akhlak Suami (Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.)
Kajian tema rumah tangga oleh: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.
Berikut ini merupakan lanjutan dari kajian fikih keluarga, yang disampaikan oleh Al-Ustadz Kholid Syamhudi pada Sabtu, 8 Syaban 1435 / 7 Juni 2014, pukul 08:00-09:00 WIB. Pada pertemuan yang lalu, beliau telah menjelaskan tentang Tidak Sabar dalam Menghadapi Persoalan Rumah Tangga Bisa Menyebabkan Perceraian, dan pada pertemuan kali ini, beliau akan menyampaikan pembahasan dengan tema “Sebab Perceraian karena Buruknya Akhlak Suami “. Semoga bermanfaat.
Ringkasan Kajian Fiqih Keluarga
Sebab Perceraian karena Buruknya Akhlak Suami
Telah dijelaskan beberapa sebab-sebab perceraian, dan kali ini akan dijelaskan mengenai sebab perceraian dari pihak suami, yaitu karena buruknya akhlak suami.
Banyak para istri yang memutuskan untuk bercerai dengan suaminya bercerai karena disebabkan akhlak buruk dari sang suami. Akhlak buruk itu contohnya, suami yang gampang marah dan mencaci maki, suka memukul, suka berbohong, dan lainnya. Hingga akhirnya sang istri meminta untuk berpisah dari suaminya.
Akhlak yang buruk secara umum merupakan hal yang tercela. Maka dari itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa menganjurkan kepada kita untuk menjunjung tinggi akhlak mulia. Akhlak mulia merupakan kunci kebahagiaan di dalam rumah tangga. Tanpa akhlak yang mulia, akan sangat susah untuk membentuk rumah tangga yang sakinah.
Bagaimana penjelasan lengkap dari permasalahan ini? Silakan download rekaman pengajian keluarga ini, dan simak penjelasan dari Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. mengenai hal ini. Simak pula sesi tanya jawab yang sayang jika dilewatkan. Semoga bermanfaat.
Download Kajian Fiqih Keluarga: Sebab Perceraian karena Buruknya Akhlak Suami
Podcast: Play in new window | Download
Subscribe: RSS
Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link pengajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.




