Rodja Peduli

Al-Adabul Mufrad

Berbakti kepada Bapak, Berbakti kepada Kedua Orang Tua walau Zalim, dan Berkata Lembut kepada Kedua Orang Tua – Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

By  |  pukul 9:40 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 30 September 2014 pukul 5:18 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=7971

Pengajian kitab oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.

Mari kita lanjutkan kembali untuk menyimak kajian kitab Adabul Mufrad, buah karya Imam Bukhari rahimahullah, yang dibahas oleh Ustadz Dr. Syafiq Basalamah. Ceramah ini lanjutan dari pembahasan lalu yang telah menyelesaikan 2 bab: Bab Firman Allah tentang Kewajiban Berbakti kepada Kedua Orang Tua dan Bab Berbakti kepada Ibu, dan kini kita akan menyimak bersama bahasan tentang bab: “Berbakti kepada Bapak, Berbakti kepada Kedua Orang Tua walau Zalim, dan Berkata Lembut kepada Kedua Orang Tua“. Rekaman kajian ini diambil dari siaran langsungnya, yaitu yang terselenggara di Radio Rodja dan RodjaTV pada Senin malam, 29 Syawwal 1435 / 25 Agustus 2014, pukul 20:00-21:30 WIB.

[sc:status-adabul-mufrad-ustadz-syafiq-riza-basalamah-2014]

Ringkasan Kajian Kitab Adabul Mufrad

Bab Berbakti kepada Bapak (باب بر الأب)

Hadits ke-5: Siapakah Orang yang Kita Harus Berbakti kepadanya?

[04:55]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,

قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، مَنْ أَبَرُّ ؟ قَالَ : أُمَّكَ ، قَالَ : ثُمَّ مَنْ ؟ قَالَ : أُمَّكَ ، قَالَ : ثُمَّ مَنْ ؟ قَالَ : أُمَّكَ ، قَالَ : ثُمَّ مَنْ ؟ قَالَ : أَبَاكَ

Baca Juga:
Hadits Tentang Menuntut Ilmu dan Keutamaan Para Ulama

“Ada seseorang yang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dia berkata, “Wahai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, siapakah orang yang aku harus berbakti kepada dia?” Rasulullah bersabda, “Ibumu.” Dia berkata, “Kemudian siapa?” Rasulullah bersabda, “Ibumu.” Dia berkata, “Kemudian siapa?” Rasulullah bersabda, “Ibumu.” Dia berkata, “Kemudian siapa?” Rasulullah bersabda, “Bapakmu.””

Dst.

Bab Berbakti kepada Kedua Orang Tua walau Zalim (باب بر والديه وإن ظلما)

Hadits ke-7: 2 Pintu Surga bagi Muslim yang Berbuat Baik kepada Kedua Orang Tuanya

[34:22]
Atsar dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ لَهُ وَالِدَانِ مُسْلِمَانِ يُصْبِحُ إِلَيْهِمَا مُحْتَسِبًا ، إِلا فَتْحَ لَهُ اللَّهُ بَابَيْنِ ، يَعْنِي : مِنَ الْجَنَّةِ ، وَإِنْ كَانَ وَاحِدًا فَوَاحِدٌ ، وَإِنْ أَغْضَبَ أَحَدَهُمَا لَمْ يَرْضَ اللَّهُ عَنْهُ حَتَّى يَرْضَى عَنْهُ ، قِيلَ : وَإِنْ ظَلَمَاهُ ؟ قَالَ : وَإِنْ ظَلَمَاهُ

“”Tidaklah seorang Muslim yang memiliki kedua orang tua yang Muslim yang dia pada setiap hari berbuat baik kepada keduanya, kecuali Allah akan membukakan baginya 2 pintu (surga). Kalau orang tua itu tinggal seorang diri, maka 1 pintu yang Allah bukakan. Kalau dia membuat marah / murka salah satu dari keduanya, maka Allah tidak akan ridha hingga orang tuanya ridha.” Seseorang berkata, “Seandainya kedua orang tuanya dzalim?” Ibnu ‘Abbas menjawab, “Walaupun orang tuanya dzalim!

Baca Juga:
Kisah Abu Sufyan Bertemu dengan Raja Heraklius - Kitab Permulaan Wahyu - Hadits 7 - Kitab Shahih Bukhari (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Bab Berkata Lembut kepada Kedua Orang Tua (باب لين الكلام لوالديه)

[40:40]

Hadits ke-8: Sembilan Dosa Besar

Dari Thaisalah bin Mayyas:

… لَيْسَتْ هَذِهِ مِنَ الْكَبَائِرِ ، هُنَّ تِسْعٌ : الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ ، وَقَتْلُ نَسَمَةٍ ، وَالْفِرَارُ مِنَ الزَّحْفِ ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَةِ ، وَأَكْلُ الرِّبَا ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ ، وَإِلْحَادٌ فِي الْمَسْجِدِ ، وَالَّذِي يَسْتَسْخِرُ ، وَبُكَاءُ الْوَالِدَيْنِ مِنَ الْعُقُوقِ ، قَالَ لِي ابْنُ عُمَرَ : أَتَفْرَقُ النَّارَ ، وَتُحِبُّ أَنْ تَدْخُلَ الْجَنَّةَ ؟ قُلْتُ : إِي وَاللَّهِ ، قَالَ : أَحَيٌّ وَالِدُكَ ؟ قُلْتُ : عِنْدِي أُمِّي ، قَالَ : فَوَاللَّهِ لَوْ أَلَنْتَ لَهَا الْكَلامَ ، وَأَطْعَمْتَهَا الطَّعَامَ ، لَتَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ مَا اجْتَنَبْتَ الْكَبَائِرَ

“… Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Hal tersebut tidak termasuk dosa besar. Dosa besar ada 9: syirik / mempersekutukan Allah, membunuh orang, lari dari medan perang, menuduh wanita baik berzina, makan riba, makan harta anak yatim, berbuat maksiat di dalam masjid, menghina / putus asa, dan membuat menangis kedua orang tua karena durhaka (kepada keduanya).” Ibnu ‘Umar bertanya, “Apakah kamu takut masuk neraka dan ingin masuk surga?” Aku menjawab, “Ya, saya ingin,” beliau bertanya, “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?” Aku menjawab, “Aku masih memiliki seorang ibu.” Beliau berkata, “Demi Allah, seandainya kamu bertutur kata lembut kepadanya dan memasakkan makanan untuknya, sungguh kamu akan masuk surga selama kamu menjauhi dosa-dosa besar.””

Baca Juga:
Menjaga Kehormatan Orang Lain dengan Menjauhi Dosa Ghibah - Bagian ke-4 (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

Dst.

Simak lengkapnya dengan mendownload ceramah agama dari kitab hadits, Al-Adabul Mufrad dengan tajuk akhlak dan adab ini sekarang juga.

Download Rekaman Kajian Kitab Adabul Mufrad: Bab Berbakti kepada Bapak, Bab Berbakti kepada Kedua Orang Tua walau Zalim, dan Bab Berkata Lembut kepada Kedua Orang Tua

Ayo share ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga Allah Ta’ala membalas upaya Anda dalam menebarkan kebaikan ini, Aamiin.

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.