Telegram Rodja Official

Kaidah Fiqih: Makna Lafadz “Kaana”, Penggunaan dan Fungsinya – Bait 96 (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 10:40 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 03 Dzulqa'dah 1435 / 29 Agustus 2014 pukul 1:15 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=8006

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan lanjutan dari pelajaran Kaidah Fiqih yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi pada Kamis pagi, 2 Dzulqa’dah 1435 / 28 Agustus 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada pertemuan sebelumnya, Ustadz Kurnaedi telah menjelaskan tentang Kaidah Fiqih: Seluruh Apa yang Terpisah dari Anggota Tubuh Makhluk, maka Hukum Kesucian dan Kehalalannya Sama Seperti Bangkainya (Bait ke-95), dan pada kajian kali ini beliau akan menjelaskan tentang Kaidah Fiqih “Makna Lafadz “Kaana”, Penggunaan dan Fungsinya (Bait ke-96)“. Semoga bermanfaat.

Program Kaidah Fiqih (Kitab Mandzumah Ushulil Fiqhi wa Qawa'idihi) - Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc. di Radio Rodja dan RodjaTV

Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap:
Baca Juga:  Kaidah Fiqih: Bolehnya Mengambil Harta yang Dibolehkan secara Syari'at walaupun dengan Sembunyi-sembunyi - Bait 76 (Ustadz Abu Ya'la Kurnaedi, Lc.)

Kamis pagi, 09:00-10:30 WIB



Status program Kaidah Fiqih (Kitab Mandzumah Ushulil Fiqhi wa Qawa'idihi): AKTIF

Ringkasan Kajian Kaidah Fiqih

Kaidah Fiqih Bait ke-96:Makna Lafadz “Kaana”, Penggunaan dan Fungsinya (وكان تأتي للدوامِ غالبا وليس ذا بلازمٍ مُصاحِباً)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan:

وكان تأتي للدوامِ غالبا وليس ذا بلازمٍ مُصاحِباً

“Secara umum kata “kaana” ini biasanya untuk menunjukan makna dawwam, tetapi hal ini tidak harus selalu maknanya seperti itu”

Kaidah ini menjelaskan bahwa lafadz “kaana” secara umum itu menunjukan makna dawwam, namum pada kondisi tertentu tidak demikian.

Bagaimana penjelasan rinci tentang penerapan kaidah ini? Download rekaman ceramah agama ini dan simak penjelasan Ustadz Kurnaedi tentang kaidah ini, yang beliau ambil dari Mandzumah Ushulil Fiqhi wa Qawaidihi karya Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-‘Utsaimin rahimahullah Ta’ala.

Download Kajian Kaidah Fiqih, Kitab Mandzumah Ushul Al-Fiqh wa Qawa’idihi: “Makna Lafadz “Kaana”, Penggunaan dan Fungsinya”

Baca Juga:  Menghilangkan Kemudharatan itu Lebih Didahulukan daripada Mengambil Sebuah Kemaslahatan - Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.