Rodja Peduli

Al-Kabaair

Dosa Besar Pertama: Syirik / Menyekutukan Allah – Bagian ke-2 – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

By  |  pukul 6:00 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 02 Desember 2014 pukul 10:46 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=8320

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab Al-Kabair oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Firanda Andirja, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab Al-Kabair yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada Ahad sore, 26 Dzulqa’dah 1435 / 21 September 2014 di Radio Rodja dan Rodja TV. Kajian ini membahas permasalahan dosa-dosa besar dan beberapa larangan-larangan di dalam Islam. Pada kajian kali ini, Syaikh Abdurrazaq menjelaskan tentang “Dosa Besar Pertama (Syirik / Menyekutukan Allah, Bagian ke-2)“. Semoga bermanfaat.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Pertama (Syirik / Menyekutukan Allah, Bagian ke-2)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kedzaliman yang besar.” (QS. Luqman [31]: 72)

Barangsiapa yang menyekutukan Allah, lalu ia meninggal sebagai seorang musyrik, pastilah ia termasuk penghuni neraka. Sebagaimana misalnya seseorang yang beriman kepada Allah dan meninggal sebagai seorang mukmin, ia termasuk penghuni surga walaupun disiksa di neraka terlebih dahulu.

Silakan simak penjelasan selengkapnya kajian kitab Al-Kabair bersama Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah. Semoga bermanfaat.

Baca Juga:
Dosa Besar Keempat Puluh: Mengkhianati Janji - Bagian ke-1 - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr)

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Al-Kabair – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Dosa Besar Pertama (Syirik / Menyekutukan Allah, Bagian ke-2)

Mari sebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.