Masjid Al-Barkah

Al-Kabaair

Dosa Besar Kedua: Membunuh Jiwa yang Diharamkan oleh Allah – Bagian ke-2 – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 02 Desember 2014 pukul 10:47 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=8455

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab Al-Kabair oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Hamzah Abbas, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman lanjutan kajian kitab Al-Kabair yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, yang disampaikan pada Ahad sore, 4 Dzuhijjah 1435 / 28 September 2014 di Radio Rodja dan Rodja TV. Pada pertemuan sebelumnya, Syaikh menjelaskan tentang “Dosa Besar Kedua (Membunuh Jiwa yang Diharamkan oleh Allah, Bagian ke-1)“, dan pada kajian kali ini beliau akan menjelaskan tentang “Dosa Besar Kedua (Membunuh Jiwa yang Diharamkan oleh Allah, Bagian ke-2)“. Semoga bermanfaat.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Kedua (Membunuh Jiwa yang Diharamkan oleh Allah, Bagian ke-2)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا ترجعوا بعدي كفارا يضرب بعضكم رقاب بعض

“Janganlah kalian kembali sepeninggalku nanti menjadi orang-orang kafir, sebagian dari kalian membunuh yang lain.” (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga:
Aku Si Pemarah (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

لقتل مؤمن أعظم عند الله من زوال الدنيا

“Membunuh seorang mukmin itu lebih besar kadarnya bagi Allah dari pada lenyapnya dunia.” (HR An-Nasai dan Al-Baihaqi)

Silakan simak penjelasan selengkapnya kajian kitab Al-Kabair bersama Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Al-Kabair – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Dosa Besar Kedua (Membunuh Jiwa yang Diharamkan oleh Allah, Bagian ke-2)

Mari sebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.