Masjid Al-Barkah

Al-Kabaair

Dosa Besar Ketiga: Sihir – Bagian ke-1 – Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

By  |  pukul 6:10 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 02 Desember 2014 pukul 10:47 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=8460

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab Al-Kabair oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman lanjutan kajian kitab Al-Kabair yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, yang disampaikan pada Ahad sore, 4 Dzuhijjah 1435 / 29 September 2014 di Radio Rodja dan Rodja TV. Pada pertemuan sebelumnya, Syaikh menjelaskan tentang “Dosa Besar Kedua (Membunuh Jiwa yang Diharamkan oleh Allah, Bagian ke-2)“, dan pada kajian kali ini beliau akan menjelaskan tentang “Dosa Besar Ketiga (Sihir, Bagian ke-1)“. Semoga bermanfaat.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab Al-Kabair Ini: Dosa Besar Ketiga (Sihir, Bagian ke-1)

Tukang sihir itu dihukumi kafir, firman Allah Ta’ala:

وَلَـكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ

“Hanya setan-setan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (QS Al-Baqarah [2]: 102)

Tujuan setan dalam mengajarkan sihir kepada manusia hanyalah agar manusia berbuat syirik kepada Allah. Allah bercerita tentang Harut dan Marut,

وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولاَ إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلاَ تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُم بِضَآرِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ

Baca Juga:
Larangan Menolak Orang yang Meminta dengan Nama Allah hingga Larangan Mencaci Maki Angin - Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

“Sedang keduanya (malaikat Harut dan Marut) tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu jangnalah kamu kafir”. Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya . Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat.” (QS Al-Baqarah [2]: 102)

Banyak orang yang berada di dalam kesesatan, mereka terjerumus ke dalam praktik sihir dengan dugaan bahwa hukum sihir hanyalah haram semata. Mereka tidak menyadari bahwa sihir adalah kekafiran. Mereka mempelajari dan mempraktikkan guna-guna yang jelas-jelas sihir. Seperti juga memutuskan ikatan suami istri, aji pengasih antara laki-laki dan perempuan, atau untuk menumbuhkan kebencian antara mereka. Dan praktik klenik semacam ini yang dilakukan dengan kata-kata misteri, rata-rata adalah kesyirikan dan kesesatan.

Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh. Karena ia telah kufur kepada Allah atau sedang menuju kepada kekafiran. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

حَدُّ السّاحِرِ ضَرْبَةٌ بِالسَّيْفِ

“Hukuman bagi tukang sihir adalah dibunuh dengan pedang.” (HR At-Tirmidzi)

Baca Juga:
Kuputus Cintamu karena Allah (Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc.)

Silakan simak penjelasan selengkapnya kajian kitab Al-Kabair bersama Asy-Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr hafidzahullah. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kitab Al-Kabair – Syaikh ‘Abdur Razzaq: Dosa Besar Ketiga (Sihir, Bagian ke-1)

Mari sebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan kita semua.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.