Telegram Rodja Official

Syarh Buluughul Maraam

Shalat Gerhana Matahari dan Bulan – Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

By  | 

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Zainal Abidin Syamsudin

Ceramah agama dari kitab Bulughul Maram bersama Ustadz Zainal Abidin Syamsudin yang live pada Rabu malam, 14 Dzulhijjah 1435 / 8 Oktober 2014 di Radio Rodja dan Rodja TV. Jika pada saat sebelumnya, telah dibahas Fiqih Idul Adha / Idul Qurban dari kitab Bulughul Maram, maka pada kesempatan ini ditampilkan bahasan terkait kejadian gerhana bulan yang baru saja berlalu, yaitu tentang Shalat Gerhana Matahari dan Bulan yang juga diambil dari hadits Bulughul Maram.

Program Kajian Kitab Syarah Bulughul Maram - Ustadz Zainal Abidin Syamsudin di Radio Rodja dan RodjaTV

Status program Kajian Kitab Syarah Bulughul Maram: AKTIF. Simak program ini di Radio Rodja dan RodjaTV setiap: Rabu malam, pukul 20:00-21:30 WIB.

Ringkasan Ceramah – Kajian Kitab Bulughul Maram: Shalat Gerhana Matahari dan Bulan (بَابُ صَلَاةِ اَلْكُسُوفِ)

Pada kesempatan kali ini, kita angkat shalat al-kusuf, yaitu tata cara shalat Nabi seputar gerhana matahari dan bulan yang diangkat dari hadits nomor 502.

Baca Juga:
Sifat Shalat Nabi - Bagian ke-5: Doa Iftitah / Istiftah sesuai dengan yang Diajarkan Rasulullah - Hadits 271 - Kitab Bulughul Maram (Ustadz Zainal Abidin Syamsudin, Lc.)

Dari Syu’bah bin Mughirah radhiyallahu ‘anhu:

اِنْكَسَفَتِ اَلشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اَللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ, فَقَالَ اَلنَّاسُ: اِنْكَسَفَتِ اَلشَّمْسُ لِمَوْتِ إِبْرَاهِيمَ, فَقَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اَلشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اَللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ, فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا, فَادْعُوا اَللَّهَ وَصَلُّوا, حَتَّى تَنْكَشِفَ (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ)
وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبُخَارِيِّ: حَتَّى تَنْجَلِىَ

“Pernah ada gerhana matahari pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat wafatnya putra Rasulullah, Ibrahim. Orang-orang pada waktu itu berbicara, “Gerhana matahari ini terjadi karena matinya Ibrahim.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda-tanda kekuasaan Allah. Keduanya tidak terjadi gerhana karena kematian atau hidupnya seseorang. Jika kalian mendapati gerhana matahari dan bulan, maka berdoalah kepada Allah dan shalatlah hingga pulih kembali.” (HR Bukhari dan Muslim) Di dalam riwayat Bukhari: “Terang kembali.”

Mari simak pembahasan hadits-hadits terkait shalat gerhana yang diambil dari kitab Bulughul Maram, agar semakin kita ketahui dengan shahih akan Islam dan Sunnah ini.

Download Kajian Kitab Bulughul Maram: Shalat Gerhana Matahari dan Bulan

Ayo share ke Facebook, Twitter, dan Google+, insya Allah akan bermanfaat bagi Muslimin dan berpahala sebagai amal shalih kita, Aamiin.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.