Masjid Al-Barkah

Faedah-faedah Sirah Nabawiyah

Kisah Gharaniq dan Hijrah ke Habasyah yang Kedua – Faedah Sirah Nabawiyah (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)

By  |  pukul 9:10 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 05 Mei 2017 pukul 4:36 pm

Tautan: http://rodja.id/19c

Ceramah agama sirah nabawiyah dan faedah-faedahnya oleh: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Dari kisah yang telah berlalu, menceritakan tentang Sepak-Terjang Kaum Musyrikin dalam Menghambat Dakwah Rasulullah (Bagian ke-3) dan Hijrah ke Habasyah yang Pertama, kemudian pada Jumat pagi, 7 Sya’ban 1435 / 6 Juni 2014 di Radio Rodja, kita lanjutkan kembali pada Kisah Gharaniq dan Hijrah ke Habasyah yang Kedua. Ceramah agama ini adalah dari program Faedah-Faedah Sirah Nabawiyah, yaitu kisah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang terus-menerus memperjuangkan agama Islam ini beserta para sahabatnya, yang kemudian kita ambil faedah-faedah berharga darinya untuk kita terapkan kepada perikehidupan kita sehari-hari, insya Allah.

[sc:status-faedah-sirah-nabawiyah-ustadz-ali-musri-semjan-putra-2013]

Ringkasan Ceramah Agama: Faedah Sirah Nabawiyah

Kisah Gharaniq, Sebuah Kisah Palsu

Apa itu Kisah Al-Gharaniq? Kisah Gharaniq yaitu tentang sebab kembalinya sebagian dari orang-orang yang berhijrah ke Habasyah. Ada yang menyebutkan, bahwa sebab kembalinya sebagian kaum Muslimin yang pada awalnya mereka berhijrah pada bulan Syawwal, kemudian mereka kembali sekitar bulan Dzulhijjah atau beberapa bulan setelah itu, disebabkan karena adanya berita atau isu yang sampai kepada mereka, bahwa kaum Muslimin telah mencapai kesepakatan kedamaian, semacam perundingan perdamaian, berbagai kaum musyrikin.

Namun, sebab perdamaian yang diisukan itu adalah (sebagaimana) dalam kisah / hadits yang masyhur yang disebut dengan Kisah Al-Gharaniq, (di mana) ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan / memuji Tuhan-tuhan orang musyrikin. Kisah ini didhaifkan oleh kebanyakan para ulama muhadditsin, di antaranya Syaikh Albani, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, demikian pula Ibnu Katsir rahimahullahu Ta’ala; (mereka) menyebutkan, bahwa kisah itu tidak benar tentang bahwa orang musyrikin sujud dikarenakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut / memuji sebagian sesembahan orang musyrikin.

Baca Juga:
Hakikat Yahudi

Kisah Hijrah ke Habasyah yang Kedua

[09:27]
Kemudian, kaum Muslimin berusaha kembali ke Mekkah setelah mendengar isu tentang sujudnya kaum Musyrikin di Ka’bah bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam (Kisah Gharaniq ketika membaca Surat An-Najm. Sebagian mereka berusaha kembali (ke Mekkah). Namun, setelah mereka mendekati Kota Mekkah, mereka mendapati informasi bahwa berita itu benar. Akhirnya, mereka kembali lagi, hijrah, ke Habasyah, dan ini yang disebut dengan Hijrah ke Habasyah yang Kedua.

Dan hijrah yang ke Habasyah yang kedua kalinya ini juga bertambah anggotanya, yaitu sekitar 84 atau 83 orang laki-laki dan 9 atau 10 orang perempuan.

Kisah panjang namun sarat akan hikmah dan faedah sehingga sangat sayang apabila kita melewatkannya. Mari kita simak ceramah agama ini, agar kita dapat memetik banyak pelajaran darinya, insya Allah.

Download Ceramah Faedah Sirah Nabawiyah: Kisah Gharaniq dan Hijrah ke Habasyah yang Kedua – Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Silakan share pengisahan sejarah Nabi Muhammad oleh Ustadz Dr. Ali Musri, M.A. ke Facebook, Twitter, dan Google+.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.