Masjid Al-Barkah

Kaidah Fiqih - Mandzuumah Ushuulil Fiqhi wa Qawaa'idihi

Kaidah Fiqih: Kaidah Muthlaq dan Muqayyad – Bait 102 – Bagian ke-2 hingga Bait 103 (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 10:40 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 31 Agustus 2023 pukul 6:14 am

Tautan: https://rodja.id/4ku

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Berikut ini merupakan lanjutan dari pelajaran Kaidah Fiqih yang disampaikan oleh Ustadz Kurnaedi pada Kamis pagi, 28 Dzulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014 di Radio Rodja dan RodjaTV. Pada pertemuan sebelumnya, Ustadz Kurnaedi telah menjelaskan tentang Pengkhususan Lafadz yang Umum dengan Lafadz yang Khusus (Bait 102, Bagian ke-1), dan pada kajian kali ini beliau akan menjelaskan tentang Kaidah Fiqih “Kaidah Muthlaq dan Muqayyad (Bait 102, Bagian ke-2 hingga Bait 103)“. Semoga bermanfaat.

[sc:status-kaidah-fiqih-ustadz-kurnaedi-2013]

Ringkasan Kajian Kaidah Fiqih

Kaidah Fiqih Bait ke-102:Kaidah Muthlaq dan Muqayyad – Bait 102 – Bagian ke-2 (وخَصِّصِ العامَّ بخاصٍّ وَرَدَا، كقَيْدِ مطلقٍ بما قد قُيِّدَا)

Muthlaq adalah sebuah lafadz yang menunjukan sesuatu yang tidak dibatasi oleh suatu batasan tertentu yang bisa mengurangi maknanya secara keseluruhan. Sedangkan muqayyad adalah sesuatu yang membatasi maknanya.

Dan ada sebuah kaidah di dalam ushul fiqh, yaitu sesuatu yang muthlaq akan tetap berada di atas kemutlakkannya selama tidak ada dalil yang membatasinya.

Bagaimana penjelasan rinci tentang kaidah ini? Download rekaman ceramah agama ini dan simak penjelasan Ustadz Kurnaedi tentang kaidah ini, yang beliau ambil dari Mandzumah Ushulil Fiqhi wa Qawaidihi karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah Ta’ala.

Download Kajian Kaidah Fiqih, Kitab Mandzumah Ushul Al-Fiqh wa Qawa’idihi: “Kaidah Muthlaq dan Muqayyad”

Baca Juga:
Sesuatu Yang Mudah Dilakukan Tidak Bisa Gugur Karena Ada Sesuatu Yang Sulit

Mari raih pahala dan kebaikan dengan membagikan tautan ceramah agama ini ke Jejaring Sosial yang Anda miliki seperti Facebook, Twitter, Google+ dan yang lainnya. Semoga Allah Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.