Rodja Peduli

Faedah-faedah Sirah Nabawiyah

Baiat ‘Aqabah Kedua – Faedah Sirah Nabawiyah (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)

By  |  pukul 9:40 am

Terakhir diperbaharui: Jumat, 05 Mei 2017 pukul 4:35 pm

Tautan: http://rodja.id/192

Ceramah agama sirah nabawiyah dan faedah-faedahnya oleh: Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Dalam ceramah agama ini, melanjutkan kisah pada kesempatan sebelumnya yang telah menceritakan kepada kita tentang Baiat ‘Aqabah Pertama, yaitu tentang “Baiat ‘Aqabah Kedua“. Ceramah Faedah-Faedah Sirah Nabawiyah oleh Ustadz Ali Musri ini disampaikan pada Jumat pagi, 7 Al-Muharram 1436 / 31 Oktober 2014 di Radio Rodja. Mari kita lanjutkan untuk untuk menyimak / mendownload kisah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ini.

[sc:status-faedah-sirah-nabawiyah-ustadz-ali-musri-semjan-putra-2013]

Ringkasan Ceramah Agama: Faedah Sirah Nabawiyah

Kisah Baiat ‘Aqabah Kedua

Setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam diusir oleh masyarakat Thaif pada tahun ke-10 keNabian, beliau senantiasa berdakwah di setiap musim haji, mendatangi tenda-tenda kaum musyrikin dan orang-orang yang datang untuk melaksanakan haji di kota Mekkah. Pada tahun ke-11 keNabian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertemu dengan 6 orang dari kaum Khazraj atau yang lebih dikenal dengan masyarakat Yatsrib, yaitu nama dari kota Madinah, sebelum berhijrahnya Rasulullah ke Madinah. Ketika itu, 6 orang tersebut masuk ke dalam Islam, menerima ajakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menerima ajaran Islam yang mulia ini. Setelah kembali ke Madinah / Yatsrib, masing-masing mereka berdakwah sesuai kemampuan mereka masing-masing, maka pada tahun musim haji berikutnya, yaitu tahun ke-12 keNabian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu bertepatan dengan Juni 621 M, masyarakat Yatsrib telah masuk Islam berjumlah 13 orang. …

Baca Juga:
Kembalinya Rasulullah ke Mekkah atas Suaka Muth'im bin 'Adi - Faedah Sirah Nabawiyah (Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.)

Maka di tahun ke-12 keNabian ini, terjadilah Baiat Aqabah Pertama, yaitu perjanjian sumpah pertama antara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dengan 12 orang masyarakat Yatsrib (dari kaum Khazraj dan Aus) yang pergi berhaji saat itu. Mereka bertemu dengan Nabi shallallahu ‘alaihi di Al-‘Aqabah, maka di satu tempat mereka bertemu secara sembunyi-sembunyi dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan diambil sumpah dan perjanjian mereka oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, yaitu Baiat ‘Aqabah Pertama (بيعة العقبة الاولى).

Berlalunya Baiat ‘Aqabah Pertama, seiring bertambahnya waktu, dakwah Islam makin berkembang dengan diemban oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya. Lalu bagaimana kondisi Muslimin, baik dari segi jumlah maupun perjuangan dakwah mereka pada saat Baiat Aqabah Kedua dan setelahnya? Mari simak penuturan ceramah agama seputar Sirah Nabawiyah ini.

Download Ceramah Faedah Sirah Nabawiyah: Kisah Baiat ‘Aqabah Kedua – Ustadz Dr. Ali Musri Semjan Putra, M.A.

Mari share kisah sejarah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ini ke Facebook, Twitter, dan Google+.

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.