Telegram Rodja Official

Tematik

Pelajaran Berharga dari Dialog antara Syaqiq Al-Balkhi dan Hatim Al-Asham (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

By  |  pukul 8:30 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 16 Februari 2015 pukul 8:54 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=11563

Ceramah agama Islam bersama: Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman ceramah agama dan kajian tematik yang disampaikan secara live di Radio Rodja dan Rodja TV, pada Sabtu, 24 Rabiul Akhir 1436 / 14 Februari 2015. Kajian ini disampaikan di Masjid Al-Barkah, yang berada di komplek studio Radio Rodja dan RodjaTV. Pada kajian ini, Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc. membahas tema penting tentang “Pelajaran Berharga dari Dialog antara Syaqiq Al-Balkhi dan Hatim Al-Asham“. Semoga bermanfaat.

Ringkasan Ceramah Agama: Pelajaran Berharga dari Dialog antara Syaqiq Al-Balkhi dan Hatim Al-Asham

Pada kajian kali ini, akan ditengahkan dialog antara dua ulama besar yang sering kali dibawakan juga oleh ulama-ulama yang lainnya. Mereka berdua merupakan guru dan murid. Mereka adalah Syaqiq Al-Balkhi dan Hatim Al-Asham. Mereka berdua merupakan rujukan para ulama, bahkan Hatim Al-Asham mendapatkan julukan Lukman Al-Hakim nya umat ini. Karena begitu banyak kata-kata hikmah yang beliau ucapkan.

Hatim Al-Asham merupakan murid dari Syaqiq Al-Balkhi, dan beliau sangat terpengaruh dengan gurunya ini. Suatu ketika, saat mereka sudah lama merajut hubungan guru dan murid. Maka Syaqiq Al-Balkhi bertanya kepada muridnya tersebut: “Engkau telah mendampingi diriku bertahun-tahun lamanya, apa yang telah engkau pelajari dariku?”. Maka Hatim Al-Asham menjawab: “Ada delapan perkara (yang sangat berkesan bagiku).”

Baca Juga:
Kajian Kitab Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah - Hadits 1442-1444 (Ustadz Badrusalam, Lc.)

– Yang pertama, aku melihat setiap manusia memiliki hal yang mereka sukai dan cintai. Namun, ketika ia meninggal dunia, maka orang-orang yang mencintainya meninggalkannya begitu saja. Oleh karena itu, aku menjadikan amal-amal baikku sebagai hal yang aku sukai dan cintai agar ia dapat mendampingiku di kubur nanti.

– Yang kedua, aku membaca firman Allah Ta’ala:

وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَى، فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَى

“Dan orang yang menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).” (QS An-Naziat [79]: 40-41)

Dari kebersamaanku denganmu, aku benar-benar mengetahui makna dari ayat ini. Dikisahkan bahwa Syaqiq Al-Balkhi merupakan orang yang benar-benar menahan hawa nafsunya.

Bagaimana kelanjutan dari dialog antara guru dan murid ini? Silakan simak selengkapnya di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Nuzul ini.

Silakan Download Kajian Mutiara Sahur: Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry – Pelajaran Berharga dari Dialog antara Syaqiq Al-Balkhi dan Hatim Al-Asham

Mari kita share link download kajian yang bermanfaat ini, ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga bermanfaat untuk kita dan saudara-saudara kita yang lain. Jazakumullahu khairan.

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

73 − 69 =

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.