Masjid Al-Barkah

Al-Adabul Mufrad

Barangsiapa yang Mendapatkan Kebaikan dari Orang Lain Hendaklah Dia Membalasnya, Barangsiapa yang Tidak Bisa Membalas Kebaikan Hendaklah Dia Mendoakannya, Barangsiapa yang Tidak Berterima Kasih kepada Manusia, dan Pertolongan Seseorang kepada Saudaranya – Hadits 215-220 – Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

By  |  pukul 9:40 pm

Terakhir diperbaharui: Senin, 09 Mei 2016 pukul 9:03 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=13653

Ceramah oleh: Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.

Silakan download kembali bahasan lanjutan dari kitab Adabul Mufrad karya Imam Bukhari, yang pada kesempatan sebelumnya telah menyelesaikan Hadits 208-214. Pembahasan kali ini adalah mengupas Hadits 215-220, di antaranya meliputi:
1. Bab Barangsiapa yang Mendapatkan Kebaikan dari Orang Lain Hendaklah Dia Membalasnya (Bab ke-110),
2. Bab Barangsiapa yang Tidak Bisa Membalas Kebaikan Hendaklah Dia Mendoakannya (Bab ke-111),
3. Bab Barangsiapa yang Tidak Berterima Kasih kepada Manusia (Bab ke-112), dan
4. Bab Pertolongan Seseorang kepada Saudaranya (Bab ke-113).
Ceramah ini adalah yang disampaikan secara live di Radio Rodja dan Rodja TV pada Senin malam, 23 Rajab 1436 / 11 Mei 2015, pukul 20:00-21:30 WIB oleh Ustadz Syafiq Riza Basalamah.

[sc:status-adabul-mufrad-ustadz-syafiq-riza-basalamah-2014]

Ringkasan Kajian Kitab Adabul Mufrad

Bab ke-110: Bab Barangsiapa yang Mendapatkan Kebaikan dari Orang Lain Hendaklah Dia Membalasnya (باب من صنع اليه معروف فليكافئه)

[03:22]

Baca Juga:
Cara Ikhlas Menerima Takdir dan Senantiasa Ridha Kepada Ketentuan Allah

Hadits ke-215: Membalas Kebaikan Orang yang Berbuat Baik kepada Kita

Dari Jabir bin ‘Abdillah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صُنِعَ إِلَيْهِ مَعْرُوفٌ فَلْيُجْزِئْهُ ، فَإِنْ لَمْ يَجِدْ مَا يُجْزِئُهُ فَلْيُثْنِ عَلَيْهِ ، فَإِنَّهُ إِذَا أَثْنَى فَقَدْ شَكَرَهُ ، وَإِنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ ، وَمَنْ تَحَلَّى بِمَا لَمْ يُعْطَ ، فَكَأَنَّمَا لَبِسَ ثَوْبَيْ زُورٍ

“Barangsiapa yang dia mendapatkan suatu kebaikan dari seseorang, hendaknya dia membalasnya. Kalau dia tidak dapat membalasnya (pemberian orang tersebut), hendaklah memuji orang tersebut atas kebaikannya (tidak menyembunyikannya). Sesungguhnya barangsiapa yang memuji / menyanjung orang yang berbuat baik kepada dia, maka dia telah bersyukur (berterima kasih) kepada orang itu (telah menunaikan kewajiban dia untuk bersyukur). Kalau dia sembunyikan berarti dia telah mengkufurinya. Barangsiapa yang berhias dengan sesuatu yang tidak diberikan kepadanya seakan-akan dia memakai dua pakaian kepalsuan.”

Bab ke-111: Bab Barangsiapa yang Tidak Bisa Membalas Kebaikan Hendaklah Dia Mendoakannya (باب من لم يجد المكافأة فليدع له)

[19:03]

Hadits ke-217: Mendoakan Orang yang telah Berbuat Baik kepada Kita

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّ الْمُهَاجِرِينَ ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، ذَهَبَ الأَنْصَارُ بِالأَجْرِ كُلِّهِ ؟ قَالَ : لا ، مَا دَعَوْتُمُ اللَّهَ لَهُمْ ، وَأَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِمْ بِهِ

“Bahwa orang-orang Muhajirin berkata, “Wahai Rasulullah, orang-orang Anshar pergi dengan memborong seluruh pahala-pahala (karena kaum Anshar telah banyak berbuat baik kepada kaum Muhajirin)?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Tidak, selama kalian berdoa kepada Allah untuk mereka dan kalian memuji atas perbuatan baik mereka.”

Baca Juga:
Larangan Duduk di Atas Kuburan, Larangan Mendirikan Bangunan di Atas Kuburan, hingga Larangan Memberikan Syafa'at (Pembelaan) dalam Pelanggaran Hukum - Bab 347-350 - Kitab Riyadhush Shalihin (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al-Badr)

Bab ke-112: Bab Barangsiapa yang Tidak Berterima Kasih kepada Manusia (باب من لم يشكر الناس)

[29:30]

Hadits ke-218: Tidak Bersyukur kepada Allah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يَشْكُرُ اللَّهُ مَنْ لا يَشْكُرُ النَّاسَ

“Tidak bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala orang yang tidak bersyukur kepada manusia.”

Bab ke-113: Bab Pertolongan Seseorang kepada Saudaranya (باب معونة الرجل أخاه)

[39:47]

Hadits ke-220: Apabila Seseorang Tidak Mampu Menolong Saudaranya

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَيُّ الأَعْمَالِ خَيْرٌ ؟ قَالَ : إِيمَانٌ بِاللَّهِ ، وَجِهَادٌ فِي سَبِيلِهِ ، قِيلَ : فَأَيُّ الرِّقَابِ أَفْضَلُ ؟ قَالَ : أَغْلاهَا ثَمَنًا ، وَأَنْفَسُهَا عِنْدَ أَهْلِهَا ، قَالَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ لَمْ أَسْتَطِعْ بَعْضَ الْعَمَلِ ؟ قَالَ : فَتُعِينُ ضَائِعًا ، أَوْ تَصْنَعُ لأَخْرَقَ ، قَالَ : أَفَرَأَيْتَ إِنْ ضَعُفْتُ ؟ قَالَ : تَدَعُ النَّاسَ مِنَ الشَّرِّ ، فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ تَصَدَّقُ بِهَا عَلَى نَفْسِكَ

“Ada orang yang bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Wahai Rasulullah, amalan apa yang paling baik?” Rasulullah menjawab, “Amalan yang paling baik adalah iman kepada Allah Jalla Jalaluhu dan berjihad di jalannya.” Kemudian bertanya lagi, “Budak mana yang paling mulia untuk dibebaskan?” Rasulullah menjawab, “Budak yang paling mulia untuk dibebaskan adalah yang paling mahal harganya dan yang paling berharga bagi pemiliknya.” Bertanya lagi, “Wahai Rasulullah, bagaimana kalau aku tidak bisa melakukan sebagian amalan itu?” Rasulullah menjawab, “Bantulah orang yang kehilangan (dalam riwayat lain: pembuat / produsen) atau engkau membuat sesuatu untuk orang yang tidak memiliki keahlian (dengan mengajarkan sesuatu kepada dia).” Dia bertanya lagi, “Bagaimana kalau aku tidak bisa melakukan itu juga?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Selamatkan orang dari kejahatanmu (jangan mengganggu / menyakiti orang). Sesungguhnya itu bernilai sedekah dengan engkau bersedekah dengannya kepada dirimu sendiri.””

Baca Juga:
Tetangga yang Paling Baik, Tetangga yang Baik, Tetangga yang Buruk, Larangan Mengganggu Tetangga, dan Larangan Menghina Pemberian Tetangga - Hadits 115-123 - Kitab Adabul Mufrad (Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)

Mari segera downlaod rekaman ceramah agama Islam dari kitab Adabul Mufrad karya Imam Bukhari, Bab 105-109, yang insya Allah penuh dengan manfaat ini.

Download Rekaman Kajian Kitab Adabul Mufrad: Bab Orang yang Ingin Menjadi Budak hingga Bab Laki-Laki adalah Pemimpin di Keluarganya dan Bab Wanita adalah Pemimpin (Hadits 215-220)

Share juga ya ke Facebook, Twitter, dan Google+. Semoga bermanfaat.

5 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.