Rodja Peduli

Kaidah Fiqih - Mandzuumah Ushuulil Fiqhi wa Qawaa'idihi

Kaidah Fiqih: Mutlakkanlah untuk Diterima tentang Klaim Rusaknya Sebuah Amanah / Barang – Bait 74 (Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.)

By  |  pukul 10:40 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 13 Maret 2014 pukul 9:58 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=5105

Kajian kaidah fiqih oleh: Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, Lc.

Alhamdulillah, kita dapat lanjutkan kembali pelajaran kita bersama Ustadz Kurnaedi dalam pembahasan Kaidah Fiqih di Radio Rodja dan RodjaTV, di mana rekaman yang dapat Anda download kali ini adalah rekaman kajian yang live pada Kamis pagi, 28 Rabi’ul Awwal 1435 / 30 Januari 2014. Pembahasan masih seputar amanah, setelah menyelesaikan pembahasan sebelumnya tentang kaidah fiqih pengembalian amanah oleh orang yang diberi amanah, maka pada bait kali ini adalah bait ke-74, yang membahas tentang Mutlakkanlah untuk Diterima tentang Klaim Rusaknya Sebuah Amanah / Barang. Semoga bermanfaat.

[sc:status-kaidah-fiqih-ustadz-kurnaedi-2013]

Ringkasan Kajian Kaidah Fiqih

Bait ke-74: Mutlakkanlah untuk Diterima tentang Klaim Rusaknya Sebuah Amanah / Barang (وأَطْلِقِ القَبُولَ في دعوى التلَفْ وكلُّ مَنْ يُقبل قولُه حَلَفْ)

[13:45]
Adapun pada bait ke-74 ini, yaitu masalah talaf (تلَفْ), masih ada hubungannya dengan orang yang diberikan amanah, tetapi bukan dari sisi pengembalian barang; dari sisi lain yakni tentang talaf, (artinya:) rusaknya barang yang diamanahi. Bagaimana kaidahnya dan bagaimana hukumnya?

Baca Juga:
Keshalihan Orang Tua Merupakan Modal Utama Pendidikan Anak

Di dalam bait yang ke-74, Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah Ta’ala rahmatan wasi’ah, beliau berkata:

وأَطْلِقِ القَبُولَ في دعوى التلَفْ وكلُّ مَنْ يُقبل قولُه حَلَفْ

Mutlakkanlah untuk diterima klaim rusaknya sebuah amanah / barang (dari orang yang diamanahi). Dan setiap orang yang diterima ucapan / klaimnya, maka selayaknya dia bersumpah.

Ini kaidah yang singkat dan padat, tetapi memiliki makna yang sangat bermanfaat untuk kita perhatikan.

Beliau berkata:

هذه القاعدة في دعوى الأمين التلف لا الرد

“Ini adalah qo’idah (kaidah) tentang klaim dari orang yang diberi amanah, tentang rusaknya sebuah amanah / barang, bukan tentang dikembalikan sebuah amanah.” Karena kalau tentang pengembalian sebuah amanah, maka pembahasannya pada pertemuan yang lalu pada bait ke-73 bahwa orang yang diberi amanah itu hendaknya ketika dia mengklaim bahwa barangnya sudah dikembalikan itu diterima (klaimnya), kecuali dalam masalah di mana dirinya itu mengambil manfaat. Adapun klaim orang yang diberi amanah, ia mengklaim barangnya rusak, maka secara mutlak perkataan orang tersebut diterima, (sekali lagi) secara mutlak.

Jika tentang pengembalian barang (bait ke-73) dibagi, kalau manfaat barang yang dititipi untuk pemilik barang maka perkataannya diterima, tetapi kalau orang yang dititipi sebuah amanah itu mengambil manfaat maka perkataannya tidak diterima. Maka dalam masalah rusaknya barang (bait ini, bait ke-74) secara mutlak, perkataan / klaimnya diterima.

Baca Juga:
Persatuan adalah Tujuan Syariat - Kaidah Praktis Memahami Fiqih Islami (Ustadz Kurnaedi, Lc.)

Mari kita simak paparan jelas dan lengkap dari Ustadz Kurnaedi akan kaidah fiqih yang sangat bermanfaat ini. Dan ikuti terus pelajaran Kaidah-kaidah fiqih yang diangkat dari kitab Mandzumah Ushulil Fiqhi wa Qawaidihi, karya seorang ulama besar, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah.

Download Kajian Kaidah Fiqih, Kitab Mandzumah Ushul Al-Fiqh wa Qawa’idihi: Bait 74 – Mutlakkanlah untuk Diterima tentang Klaim Rusaknya Sebuah Amanah / Barang

Mari kita download kajian kaidah-kaidah fiqih ini, dan bagikan tautan ini ke Facebook, Twitter, dan Google+. Jazakumullahu khoiron.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.