Radio Rodja 756 AM https://www.radiorodja.com Menebar Cahaya Sunnah Mon, 20 Jan 2020 06:49:50 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.3.2 https://www.radiorodja.com/wp-content/uploads/cropped-radio-rodja-512px-emblem-1-32x32.pngRadio Rodja 756 AMhttps://www.radiorodja.com 32 32
Studio Radio Rodja dan RodjaTV
Jl. Pahlawan (belakang Polsek Cileungsi)
Kp. Tengah RT03 / RW03
Kecamatan Cileungsi
Bogor – 16820

Nomor Telepon Interaktif: 021 823 6543
SMS: 081 989 654
Email: info@rodja.co.id]]>
Radio Rodja 756 AM clean episodic Radio Rodja 756 AM info@rodja.co.id info@rodja.co.id (Radio Rodja 756 AM) Copyright © Radio Rodja 756 AM 2018 Menebar Cahaya Sunnah Radio Rodja 756 AM https://www.radiorodja.com/wp-content/uploads/radio-rodja-200px.jpghttps://www.radiorodja.com 114584281 Berjihad Dengan Ilmu Adalah Jihad Yang Paling Agunghttps://www.radiorodja.com/48126-berjihad-dengan-ilmu-adalah-jihad-yang-paling-agung/ Mon, 20 Jan 2020 01:35:43 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=48126 https://www.radiorodja.com/48126-berjihad-dengan-ilmu-adalah-jihad-yang-paling-agung/#respond https://www.radiorodja.com/48126-berjihad-dengan-ilmu-adalah-jihad-yang-paling-agung/feed/ 0 <p>Berjihad Dengan Ilmu Adalah Jihad Yang Paling Agung adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. pada 8 Rabbi’ul Tsani 1441 H / 05 Desember 2019 M. Ceramah Agama Islam Tentang Berjihad Dengan Ilmu Adalah Jihad Yang Paling Agung Kita melangkah pada pembahasan kitab yang […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/48126-berjihad-dengan-ilmu-adalah-jihad-yang-paling-agung/">Berjihad Dengan Ilmu Adalah Jihad Yang Paling Agung</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Berjihad Dengan Ilmu Adalah Jihad Yang Paling Agung adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah Taslim, M.A. ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Abdullah TaslimM.A. pada 8 Rabbi’ul Tsani 1441 H / 05 Desember 2019 M.
Ceramah Agama Islam Tentang Berjihad Dengan Ilmu Adalah Jihad Yang Paling Agung
Kita melangkah pada pembahasan kitab yang baru. Kita selalu berusaha untuk memilih kitab-kitab yang pembahasannya seputar masalah iman, masalah taqwa, masalah pensucian jiwa, yang semua itu merupakan sebaik-baik bekal kita untuk menghadap Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat nanti. Maka untuk kajian kita selanjutnya, insyaAllah juga tidak lepas dari kitab para ulama kita yang memang memberikan perhatian kepada masalah-masalah penting seperti ini. Diantaranya Al-Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah Rahimahullahu Ta’ala, saya memilih kitab yang membahas tentang keutamaan dan kemuliaan ilmu dari tuliskan Al-Imam Ibnul Qayyim Rahimahullahu Ta’ala yang merupakan petikan dipembahasan yang pertama dari kitab beliau Miftah Daris Sa’adah yang kemudian untuk pembahasan yang pertama tentang keutamaan dan kemuliaan ilmu ini adalah pembahasan yang sangat luar biasa menariknya. Sampai beliau menjelaskan segi-segi keutamaan dan kemuliaan menuntut ilmu agama lebih dari 160 keutamaan.
Maka sangat bermanfaat untuk kita mengkaji poin-poin penting yang menggambarkan keutamaan dan kemuliaan ilmu ini untuk memotivasi kita agar selalu dekat dengan petunjuk agama Allah Subhanahu wa Ta’ala dan petunjuk RasulNya Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam.
Karena pentingnya pembahasan ini, salah seorang ulama kita dijaman sekarang ini yaotu Syaikh Ali Hasan Al-Halabi Al-Atsari Hafidzahullahu Ta’ala menyendirikan pembahasan ini dalam sebuah kitab dengan mengambil dari kitab asal lalu mencetak tersendiri menjadi satu pembahasan yang enak untuk kita kaji -insyaAllah- dalam rangka memahami agama Islam dan termotivasi untuk lebih semangat menuntut ilmu sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, mempelajari dan mengkaji wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam rangka menguatkan keimanan kita, meningkatkan ketaqwaan dan ketaatan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Jadi, inilah insyaAllah yang akan kita bahas. Tulisan dari Imam Ibnu Qayyim Rahimahullahu Ta’ala, asalnya dari kitab beliau (kita besar) kitab Miftah Daris Sa’adah, العلم : فضله وشرفه (Ilmu: keutamaan dan kemuliaannya)
Dengan memohon pertolongan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala kita akan membaca dan mengkaji kitab ini.
Ibnul Qayyim Rahimahullah pernah menyebutkan bahwa semua sifat baik dan sifat mulia yang menjadikan seorang hamba dipuji di dalam Al-Qur’an, maka itu adalah buah dan hasil dari pada ilmu yang bermanfaat. Sebaliknya, semua sifat buruk yang dengannya Allah mencela seorang hamba di dalam Al-Qur’an, maka semua adalah hasil dan buah dari kejahilan/ketidak pahaman terhadap ilmu agama. Na’udzubillahi min Dzalik.
Ini adalah kesimpulan yang menggambarkan kepada kita bahwa jalan ilmu benar-benar jalan kemuliaan yang seharusnya setiap orang yang menginginkan keselamatan dirinya dunia dan akhirat berusaha untuk memahaminya dan memotivasi dirinya agar menetapi jalan yang agung ini.
Mukaddimah Keutamaan dan Kemuliaan Ilmu
]]>
Radio Rodja 756 AM clean 48126
Islam Menjaga Agama dan Islam Mengharamkan Seorang Murtad Dari Agama Islamhttps://www.radiorodja.com/48123-islam-menjaga-agama-dan-islam-mengharamkan-seorang-murtad-dari-agama-islam/ Tue, 14 Jan 2020 09:39:30 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=48123 https://www.radiorodja.com/48123-islam-menjaga-agama-dan-islam-mengharamkan-seorang-murtad-dari-agama-islam/#respond https://www.radiorodja.com/48123-islam-menjaga-agama-dan-islam-mengharamkan-seorang-murtad-dari-agama-islam/feed/ 0 <p>Islam Menjaga Agama dan Islam Mengharamkan Seorang Murtad Dari Agama Islam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada 26 Jumadal Awwal 1440 H / 02 Februari 2019 M. Download mp3 sebelumnya: Prinsip Dalam Beragama Islam Ceramah Agama Islam Tentang […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/48123-islam-menjaga-agama-dan-islam-mengharamkan-seorang-murtad-dari-agama-islam/">Islam Menjaga Agama dan Islam Mengharamkan Seorang Murtad Dari Agama Islam</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Islam Menjaga Agama dan Islam Mengharamkan Seorang Murtad Dari Agama Islam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul ... ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada 26 Jumadal Awwal 1440 H / 02 Februari 2019 M.
Download mp3 sebelumnya: Prinsip Dalam Beragama Islam
Ceramah Agama Islam Tentang Islam Menjaga Agama dan Islam Mengharamkan Seorang Murtad Dari Agama Islam
Pembahasan kita masih pada poin yang pertama dan kita sudah bahas tentang sempurnanya agama Islam dan juga indahnya agama Islam. Baru berapa poin. Yang terakhir kita bahas sampai yang ke-6 dari poin yang pertama.
Ketujuh, Islam menjaga agama dan Islam mengharamkan seorang murtad (keluar dari agama Islam). Agama Islam adalah agama yang indah, agama yang sempurna. Islam menjaga agama, Islam menjaga jiwa, Islam menjaga darah, Islam menjaga akal, Islam menjaga harta, Islam menjaga nasab (keturunan), dan Islam menjaga kehormatan.
Islam menjaga agama dan Islam mengharamkan seseorang murtad dari agama Islam. Karena itu seseorang diperintahkan untuk masuk ke dalam agama Islam secara sempurna. Kalau dia sudah masuk, dia berusaha bagaimana mengamalkan dari amal-amal Islam. Sebagaimana yang sudah kita bahas bahwa prinsip dalam kita beragama semua agama Islam itu mudah, tidak ada yang sulit. Karena Allah berfirman:
يُرِيدُ اللَّـهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
“Allah menghendaki kepada kalian kemudahan dan Allah tidak menghendaki kesulitan.” (QS. Al-Baqarah[2]: 185)
Jadi, Islam adalah agama yang mudah, tidak ada kesulitan dalam agama Islam. Makanya kita berusaha untuk melaksanakan agama ini secara keseluruhan, artinya bukan hanya sepotong-sepotong atau sebagian, tapi keseluruhan. Baik dalam masalah aqidah, ibadah, akhlak, muamalah dan seluruhnya. Allah menyebutkan di dalam surat Al-Baqarah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ ﴿٢٠٨﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam agama Islam secara kaffah (keseluruhan)” (QS. Al-Baqarah[2]: 208)
Maksudnya adalah melaksanakan agama ini secara keseluruhan. Bukan hanya shalat saja, tapi yang paling pokok adalah masalah aqidah, masalah tauhid, kemudian masalah-masalah yang lain, itu harus dilaksanakan. Tentunya semua tergantung dari pada kemampuan dia. Sebab Allah berfirman:
فَاتَّقُوا اللَّـهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ
“Bertakwalah kepada Allah semampu kalian.” (QS. At-Taghabun[64]: 16)
Tapi dia berusaha melaksanakan apa-apa yang wajib dan apa yang sunnah.
وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ
“Janganlah kalian mengikuti langkah-langkah setan.”
]]>
Radio Rodja 756 AM clean 48123
Prinsip Dalam Beragama Islamhttps://www.radiorodja.com/48114-prinsip-dalam-beragama-islam/ Mon, 13 Jan 2020 04:17:41 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=48114 https://www.radiorodja.com/48114-prinsip-dalam-beragama-islam/#respond https://www.radiorodja.com/48114-prinsip-dalam-beragama-islam/feed/ 0 <p>Prinsip Dalam Beragama Islam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada 12 Jumadal Awwal 1440 H / 19 Januari 2019 M. Download mp3 sebelumnya: Tidak Ada Perbedaan Manhaj Diantara Para Sahabat Ceramah Agama Islam Tentang Prinsip Dalam Beragama Islam Ada beberapa […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/48114-prinsip-dalam-beragama-islam/">Prinsip Dalam Beragama Islam</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Prinsip Dalam Beragama Islam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada 12 Jumadal Awwal 1440 H / 19 ... ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada 12 Jumadal Awwal 1440 H / 19 Januari 2019 M.
Download mp3 sebelumnya: Tidak Ada Perbedaan Manhaj Diantara Para Sahabat
Ceramah Agama Islam Tentang Prinsip Dalam Beragama Islam
Ada beberapa poin yang perlu saya sampaikan karena ini sudah membahas tentang prinsip dalam kita beragama dan juga menjelaskan tentang keindahan dan kesempurnaan agama Islam dari apa yang sudah kita bahas. Dari prinsip agama yang wajib kita yakini, yang wajib kita pahami, yang wajib kita amalkan:
Prinsip pertama, agama Islam satu-satunya agama yang haq, agama yang benar, agama yang diridhai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Selain Islam tidak akan diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Itu yang sudah kita bahas. Dalilnya banyak dalam ayat Al-Qur’an yang sudah kita bahas juga.
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّـهِ الْإِسْلَامُ
“Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah agama Islam.” (QS. Ali-Imran[3]: 19)
Allah juga berfirman:
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ ﴿٨٥﴾
“Barangsiapa mencari agama selain Islam, tidak akan diterima oleh Allah dan di akhirat termasuk orang-orang yang merugi.”
Nabi juga bersabda:
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ
“Demi Allah yang diri Muhammad di tanganNya, tidaklah mendengar aku diutus (siapa saja) apakah dia Yahudi atau Nasrani kemudian dia tidak beriman dengan apa yang aku bawa, maka dia pasti menjadi penghuni neraka.” (Hadits shahih riwayat Imam Muslim dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu)
Ini adalah prinsip yang pertama.
Prinsip kedua, Islam adalah agama Ilmu. Jadi dalam kita beragama ini, harus punya dalil dari Al-Qur’an dan Sunnah Ala Fahmi Salaf, bukan kata orang, bukan kata ustadz, bukan kata kiai, bukan kata tuan guru, bukan kata habib, bukan kata ulama, tapi kata dalil, kata Al-Qur’an, kata Sunnah.
Ini penting dalam kita beragama. Dan hidup dibawah naungan Al-Qur’an wa Sunnah Ala Fahmi Salaf merupakan kehidupan yang membawa kepada ketenangan, ketentraman, kebahagiaan dan membawa manusia ke surga.
Harus dengan ilmu. Karena agama Islam adalah agama ilmu. Allah berfirman di dalam surat Al-Isra’:
وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَـٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا ﴿٣٦﴾
“Jangan kamu ikut apa yang kamu tidak tahu, karena sesungguhnya pendengaran, mata dan hati akan ditanya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (QS. Al-Isra'[17]: 36)
Jadi, agama Islam agama ilmu, agama Islam agama dalil, agama Islam agama hujjah. Hatta (walaupun) kepada kaum musyrikin. Nabi mengatakan kepada mereka sebagaimana Allah firmankan dalam surat Al-An’am:
نَبِّئُونِي بِعِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ
“Sampaikan kepadaku dengan ilmu jika kalian orang yang jujur.” (QS. Al-An’am[6]: 143)
Harus dengan ilmu. Seperti Allah sebutkan juga dalam surat Al-Baqarah ayat 111 tentang angan-angan per...]]>
Radio Rodja 756 AM clean 48114
Tidak Ada Perbedaan Manhaj Diantara Para Sahabathttps://www.radiorodja.com/48052-tidak-ada-perbedaan-manhaj-diantara-para-sahabat/ Mon, 13 Jan 2020 04:05:10 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=48052 https://www.radiorodja.com/48052-tidak-ada-perbedaan-manhaj-diantara-para-sahabat/#respond https://www.radiorodja.com/48052-tidak-ada-perbedaan-manhaj-diantara-para-sahabat/feed/ 0 <p>Tidak Ada Perbedaan Manhaj Diantara Para Sahabat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada 5 Jumadal Awwal 1440 H / 12 Januari 2019 M. Download mp3 sebelumnya: Bersabar Dalam Mengikuti Jejak Salafush Shalih Kajian Islam Ilmiah Tentang Tidak […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/48052-tidak-ada-perbedaan-manhaj-diantara-para-sahabat/">Tidak Ada Perbedaan Manhaj Diantara Para Sahabat</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Tidak Ada Perbedaan Manhaj Diantara Para Sahabat adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada 5 Jumadal... ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada 5 Jumadal Awwal 1440 H / 12 Januari 2019 M.

Download mp3 sebelumnya: Bersabar Dalam Mengikuti Jejak Salafush Shalih
Kajian Islam Ilmiah Tentang Tidak Ada Perbedaan Manhaj Diantara Para Sahabat
Keenam, para sahabat adalah orang-orang yang paling tahu tentang Al-Qur’an, orang yang paling tahu tentang sunnah Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yang paling paham. Mereka adalah orang-orang yang paling paham tentang bahasa Arab, dan mereka adalah orang-orang yang hafal Al-Qur’an dan Sunnah, dan mereka adalah orang-orang yang sudah melaksanakannya, sehingga Allah ridha kepada mereka.
Ketujuh, manhaj mereka (para sahabat) satu. Baik dalam masalah iman, baik dalam masalah mengambil dalil, baik dalam masalah rukun iman yang enam, rukun Islam, tentang qadha dan qadhar, tentang nama-nama dan sifat-sifat Allah, sama semuanya. Tidak ada perbedaan di antara mereka sama sekali.
Ketika mereka mentapkan Allah di atas Arsy’, semua sama. Tidak ada perbedaan di antara mereka sama sekali. Ketika mereka menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah, semuanya sama. Ketika mereka menetapkan bahwa Allah satu-satunya yang wajib diibadahi, tidak boleh menjadikan makhluk ini sebagai perantara dalam ibadah kepada Allah, sama semuanya. Tidak ada seorang sahabat pun yang datang ke kuburan Nabi untuk meminta sesuatu, tidak ada. Semuanya sama, beribadah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Satu manhaj mereka. Meskipun ada perbedaan dalam masalah fiqih, ini wajar. Tapi manhaj mereka dalam ibadah kepada Allah, dalam tauhid, dalam aqidah, semua sama.
Kedelapan, mereka (para sahabat) adalah orang-orang yang wasath (pertengahan). Hal ini sebagaimana Allah sebutkan dalam surat Al-Baqarah:
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
“Demikianlah Kami jadikan kalian umat yang pertengahan, umat yang terbaik, agar kalian menjadi saksi diatas manusia ini. Dan Rasul menjadi saksi atas kalian.” (QS. Al-Baqarah[2]: 143)
Wasath.. Tidak ada ghuluw. Tidak ada para sahabat berlebih-lebihan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Dan tidak ada kekerasan sama sekali. Maksudnya mereka semuanya taat kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Tidak ada yang membangkang.
Perkataan mereka, “Sami’na wa Atha’na” ketika disuruh taat kepada Allah dan RasulNya. Dan mereka tidak ada yang berlebih-lebihan kepada Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Karena dilarang untuk ghuluw. Dan Nabi melarangnya dengan keras. Bahkan ketika mereka menyebutnya Nabi sebagai orang yang paling baik, menyebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah “Sayyid”, Nabi tidak mau. Nabi tidak mau dipuji, Nabi tidak mau disanjung.
Jadi mereka tidak ghuluw dan mereka juga tidak jafa’. Mereka melaksanakan semua perintah-perintah Allah dan rasulNya dan mereka menjauhkan larangannya.
Kesembilan,]]>
Radio Rodja 756 AM clean 48052
Bersabar Dalam Mengikuti Jejak Salafush Shalihhttps://www.radiorodja.com/48051-bersabar-dalam-mengikuti-jejak-salafush-shalih/ Mon, 13 Jan 2020 02:05:34 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=48051 https://www.radiorodja.com/48051-bersabar-dalam-mengikuti-jejak-salafush-shalih/#respond https://www.radiorodja.com/48051-bersabar-dalam-mengikuti-jejak-salafush-shalih/feed/ 0 <p>Bersabar Dalam Mengikuti Jejak Salafush Shalih adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada 18 Shafar 1440 H / 27 Oktober 2018 M. Download mp3 sebelumnya: Kenapa Kita Wajib Mengikuti Salafush Shalih? Ceramah Agama Islam Tentang Bersabar Dalam […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/48051-bersabar-dalam-mengikuti-jejak-salafush-shalih/">Bersabar Dalam Mengikuti Jejak Salafush Shalih</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Bersabar Dalam Mengikuti Jejak Salafush Shalih adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada 18 Shafar 1... ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Syarah Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Yazid bin ‘Abdul Qadir Jawas pada 18 Shafar 1440 H / 27 Oktober 2018 M.
Download mp3 sebelumnya: Kenapa Kita Wajib Mengikuti Salafush Shalih?
Ceramah Agama Islam Tentang Bersabar Dalam Mengikuti Jejak Salafush Shalih
Pada pekan yang lalu, kita membahas 8 poin dari hadits ‘Irbadh bin Sariyah. Kemudian kita membahas juga tentang hadits iftiraqul ummah (terpecah-belahnya umat). Dan ini adalah hadits shahih yang Nabi menyebutkan bahwa umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan; 72 masuk neraka dan 1 yang masuk surga, Nabi menyebutkan dengan, “Al-Jamaah”
Al-Jamaah yang dimaksud adalah -kata Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam-:
…كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً: مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِيْ
“Semuanya masuk neraka kecuali satu: Apa yang aku laksanakan dan para sahabatku laksanakan.” (Hadits hasan riwayat Imam Tirmidzi dan Hakim dari sahabat Abdullah bin Amr)
Kemudian saya bawakan juga penjelasan Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu tentang wajibnya kita mengikuti jejak para sahabat karena agama Islam sudah sempurna.
اتَّبِعُوا، وَلَا تَبْتَدِعُوا فَقَدْ كُفِيتُمْ، وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
“Hendaklah kalian mengikuti jejaknya para sahabat, jangan mengadakan sesuatu yang baru dalam agama, sungguh kalian sudah dicukupkan dengan agama Islam ini (agama Islam sudah sempurna), dan setiap bid’ah adalah sesat” (Diriwayatkan oleh Imam Ad-Darimi dan Al-Lalika’i dalam Syarah Ushul I’tiqad Ahlus Sunnah wal Jama’ah)
Kemudian saya bawakan juga perkataan Abdullah bin Mas’ud -di halaman 110 di buku ini-, saya sudah jelaskan bahwa diantara kelebihan para sahabat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagaimana penjelasan Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu, kalau kita mau mengikuti jejak dalam kita beragama ini, ikuti jejaknya para sahabat. Kata Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu:
“Barangsiapa yang ingin meneladani hendaklah ia meneladani para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”
Kenapa kita harus mengikuti jejak para sahabat? Abdullah bin Mas’ud menjelaskan:
Pertama, para sahabat adalah orang yang paling baik hatinya dan Allah ridha dengan para sahabat. Allah yang Maha Tahu tentang hatinya para sahabat Radhiyallahu ‘Anhum Ajma’in.
Kedua, para sahabat adalah orang yang dalam ilmunya. Allah menyeebutkan bahwa para sahabat adalah orang yang berilmu. Telah dibawakan 2 ayat pada pekan yang lalu. Surat Saba’ ayat 6 dan surat Muhammad ayat 16. Jadi para sahabat adalah orang yang paling dalam ilmunya dari semua manusia.
Ketiga, para sahabat adalah orang yang paling sedikit bebannya. Artinya mereka kalau ditanya suatu masalah agama, yang mereka bisa jawab, mereka menjawab. Adapun yang tidak, mereka tidak menjawabnya. Sehingga beban mereka sedikit.
Pernah ada 120 sahabat badr yang semuanya sudah dijamin masuk surga, tidak akan disentuh api neraka sama sekali. Mereka ditanya tentang ilmu. Yang satu menyerahkan kepada yang lain sampai kembali lagi. Mereka tidak 48051
Keutamaan Membaca Al-Qur'anhttps://www.radiorodja.com/48049-keutamaan-membaca-al-quran/ Thu, 09 Jan 2020 02:53:07 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=48049 https://www.radiorodja.com/48049-keutamaan-membaca-al-quran/#respond https://www.radiorodja.com/48049-keutamaan-membaca-al-quran/feed/ 0 <p>Keutamaan Membaca Al-Qur’an adalah ceramah agama dan kajian Islam tematik. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 3 Jumadal Awwal 1441 H / 30 Desember 2019 M. Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A. Pendahuluan Kajian Islam Ilmiah Tentang Keutamaan Membaca Al-Qur’an Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/48049-keutamaan-membaca-al-quran/">Keutamaan Membaca Al-Qur’an</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Keutamaan Membaca Al-Qur’an adalah ceramah agama dan kajian Islam tematik. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 3 Jumadal Awwal 1441 H / 30 Desember 2019 M. ceramah agama dan kajian Islam tematik. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 3 Jumadal Awwal 1441 H / 30 Desember 2019 M.
Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.

Pendahuluan Kajian Islam Ilmiah Tentang Keutamaan Membaca Al-Qur’an
Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, juga kepada seluruh keluarganya dan para sahabatnya.
Pada sore hari ini insyaAllah kita akan membahas pembahasan tematik tentang “sebaik-baik dzikir adalah membaca Al-Qur’anul Karim“. Dan kajian kita pada hari ini adalah pembuka untuk kajian-kajian berikutnya. Yaitu kita akan membahas kitab yang ditulis oleh Imam Al-Ajurri Rahimahullah yang berjudul Akhlaq Hamalatil Qur’an (Akhlak-akhlak bagi orang-orang yang membawa Al-Qur’an). Dan ini sebagai pelajaran bagi kita semua bagaimana cara seseorang yang ingin mempelajari Al-Qur’an dan ingin mengamalkan Al-Qur’an. Maka pembahasan ini sangat penting sekali dan insyaAllah setelah kajian kitab ini kita akan membahas tentang kitab tersebut.
Sebaik-Baik Dzikir Adalah Membaca Al-Qur’anul Karim
Sesungguhnya sebaik-baik yang diperhatikan oleh seorang hamba yaitu berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang merupakan kalamullah (perkataan Allah Tabaraka wa Ta’ala), yang merupakan sebaik-baik perkataan, sejujur-jujurnya perkataan dan perkataan yang paling bermanfaat yaitu wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diturunkan, yang tidak ada kebatilan didepannya maupun dibelakangnya. Dan dia adalah sebaik-baik kitab yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan kepada sebaik-baik Rasul yang dipilih oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dari seluruh makhlukNya yaitu Muhammad bin Abdullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam Al-Qur’an ketika menjelaskan tentang kemuliaan Al-Qur’anul Karim dan keutamaannya. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
وَلَا يَأْتُونَكَ بِمَثَلٍ إِلَّا جِئْنَاكَ بِالْحَقِّ وَأَحْسَنَ تَفْسِيرًا ﴿٣٣﴾
“Dan mereka orang-orang musyrik tidak mendatangkan kepadamu dengan sesuatu kecuali Kami datangkan yang lebih benar dan lebih jelas penjelasannya.” (QS. Al-Furqan[25]: 33)
Berkata Ibnu Katsir Rahimahullah bahwa ini menunjukkan perhatian sangat besar tentang kemuliaan Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Yaitu beliau didatangi oleh malaikat dengan Al-Qur’an di waktu pagi, diwaktu sore, diwaktu safar, atau diwaktu tidak melakukan safar. Setiap kali malaikat datang kepadanya dengan Al-Qur’an, tidak seperti kitab-kitab sebelumnya yang diturunkan. Maka ini adalah kedudukan yang lebih tinggi, lebih agung, lebih mulia, daripada seluruh Nabi-Nabi yang lain Shalawatullahi wa Salamuhu ‘Alaihim Ajma’in. Maka Al-Qur’an adalah sebaik-baik kitab yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan dan Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah Nabi yang paling mulia yang Allah Subhanahu wa Ta’ala utus ke du...]]> Radio Rodja 756 AM clean 48049 Membaca Shalawat Diakhir Shalat Sebelum Salamhttps://www.radiorodja.com/48043-membaca-shalawat-diakhir-shalat-sebelum-salam/ Tue, 07 Jan 2020 08:08:11 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=48043 https://www.radiorodja.com/48043-membaca-shalawat-diakhir-shalat-sebelum-salam/#respond https://www.radiorodja.com/48043-membaca-shalawat-diakhir-shalat-sebelum-salam/feed/ 0 <p>Membaca Shalawat Diakhir Shalat Sebelum Salam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 2 Jumadal Awwal 1441 H / 29 Desember 2019 M. Pembahasan halaman 268 pada kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Penerjemah: […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/48043-membaca-shalawat-diakhir-shalat-sebelum-salam/">Membaca Shalawat Diakhir Shalat Sebelum Salam</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Membaca Shalawat Diakhir Shalat Sebelum Salam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 2 Jumadal Awwal 1441 H / 29 Desember 2019 M.
Pembahasan halaman 268 pada kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.
Download mp3 kajian sebelumnya: Doa Meminta Perlindungan dari Keburukan

Kajian Islam Ilmiah Tentang Membaca Shalawat Diakhir Shalat Sebelum Salam
Penulis kitab ini Rahimahullah mengatakan: “Dan sahabat Abdullah Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata: “Aku pernah shalat dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam serta Abu Bakar dan Umar ada di tempat tersebut. Ketika aku duduk untuk bertahiyat, aku mulai memuji kepada Allah ‘Azza wa Jalla, kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kemudian aku berdoa untuk diriku sendiri. Kemudian Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: ‘Mintalah engkau akan diberikan, mintalah engkau akan diberikan.’ (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah dan At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan dan shahih)
Penjelasan Syaikh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Dalam penjelasan كُنْتُ أُصَلِّي (Aku pernah shalat). Maksud shalat di sini adalah shalat yang biasa kita lakukan yaitu yang ada ruku’ dan ada sujudnya. Karena shalat apabila diucapkan bisa jadi yang dimaksud adalah shalat yang seperti biasa dilakukan (yaitu dengna ruku’ dan sujud), juga bisa berarti doa secara umum. Karena arti shalat adalah doa. Namun perkataan sahabat Abdullah bin Mas’ud di sini yaitu shalat yang ada ruku’ dan sujudnya.
Kemudian perkataan beliau  فلَمَّا جلَسْتُ  (ketika aku duduk). Yaitu ketika aku duduk untuk tasyahud akhir shalat.
Kemudian sahabat Abdullah bin Mas’ud mengatakan بَدَأْتُ بِالثَّنَاءِ عَلَى اللَّهِ (Aku mulai dengan pujian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala). Yaitu beliau mulai dengan membaca: التحيات لله والصلوات والطيبات (Yaitu doa tasyahud)
Kemudian beliau mengatakan ثم الصلاة على النبي (kemudian aku bershalawat kepada Nabi). Yaitu dengan mengucapkan اللهم صلى على محمد وعلى ال محمد.
Kemudian beliau berkata ثم دعوت لنفسي (kemudian aku berdoa untuk diriku).
Maka urutannya seperti yang ada dalam hadits ini. Yang pertama memuji kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kemudian berdoa untuk dirinya.
Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Membaca Shalawat Diakhir Shalat Sebelum Salam

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu 48043
Doa Meminta Perlindungan dari Keburukanhttps://www.radiorodja.com/48041-doa-meminta-perlindungan-dari-keburukan/ Tue, 07 Jan 2020 07:56:08 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=48041 https://www.radiorodja.com/48041-doa-meminta-perlindungan-dari-keburukan/#respond https://www.radiorodja.com/48041-doa-meminta-perlindungan-dari-keburukan/feed/ 0 <p>Doa Meminta Perlindungan dari Keburukan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 25 Rabbi’ul Tsani 1441 H / 22 Desember 2019 M. Pembahasan halaman 250 pada kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Penerjemah: Ustadz […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/48041-doa-meminta-perlindungan-dari-keburukan/">Doa Meminta Perlindungan dari Keburukan</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Doa Meminta Perlindungan dari Keburukan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 25 Rabbi’ul Tsani 1441 H / 22 Desember 2019 M.
Pembahasan halaman 250 pada kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.
Download mp3 kajian sebelumnya: Berdzikir Adalah Kehidupan Untuk Hati Manusia

Kajian Islam Ilmiah Tentang Doa Meminta Perlindungan dari Keburukan
Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan bahwasannya datang seorang laki-laki kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian orang itu mengatakan:
يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا لَقِيتُ مِنْ عَقْرَبٍ لَدَغَتْنِي الْبَارِحَةَ
“Sungguh aku merasa kesakitan disebabkan kalajengking yang menyengatku tadi malam.”
Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
أَمَا انك لو قلت حِينَ أَمْسَيْتَ: أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، لَمْ تَضُرَّكَ
“Adapun engkau, seandainya membaca ketika di sore hari: A’udzubikalimaatillhittaamaati min syarri maa kholaq (Aku berlindung diri kepada Allah dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan ciptaannya), maka tidak akan membahayakanmu,” (HR. Muslim)
Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam: بِكَلِمَاتِ اللَّهِ, berkata Al-Harawiy, kalimat Allah di sini adalah Al-Qur’an. التَّامَّاتِ (yang sempurna) yaitu yang al-kamilah. Dan ada yang mengatakan arti التَّامَّاتِ adalah yang bermanfaat yang mencukupi dan menyembuhkan dari apa yang seorang berlindung diri darinya.
Penjelasan Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Bahwa perkataan orang tersebut:
مَا لَقِيتُ مِنْ عَقْرَبٍ لَدَغَتْنِي الْبَارِحَةَ
“Sungguh aku merasa sangat kesakitan disebabkan kalajengking yang menyengatku tadi malam.” Yaitu aku mendapatkan rasa sakit yang sangat keras.
Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan kepadanya: “Adapun seandainya engkau membaca disore hari:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
“Aku berlindung diri kepada Allah dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan ciptaanNya”, maka tidak akan membahayakanmu.
Maksudnya adalah racun kalajengking tersebut tidak akan membahayakanmu. Maka bisa jadi seorang disengat oleh kalajengking akan tetapi tidak terjadi bahaya padanya walaupun racun kalajengking tersebut masuk ke badannya. Maka di sini yang ditiadakan bukan adanya sengatan, akan tetapi yang ditiadakan adalah adanya bahaya walaupun seandainya racun tersebut masuk ke badan seseorang maka tidak akan berpengaruh sama sekali dan dia tidak akan mendapatkan bahaya sama sekali.
Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Doa Meminta Perlindungan dari Keburukan

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda m...]]> Radio Rodja 756 AM clean 48041 Berdzikir Adalah Kehidupan Untuk Hati Manusiahttps://www.radiorodja.com/48038-berdzikir-adalah-kehidupan-untuk-hati-manusia/ Tue, 07 Jan 2020 07:41:22 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=48038 https://www.radiorodja.com/48038-berdzikir-adalah-kehidupan-untuk-hati-manusia/#respond https://www.radiorodja.com/48038-berdzikir-adalah-kehidupan-untuk-hati-manusia/feed/ 0 <p>Berdzikir Adalah Kehidupan Untuk Hati Manusia adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 19 Rabbi’ul Tsani 1441 H / 16 Desember 2019 M. Pembahasan halaman 238 pada kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Penerjemah: […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/48038-berdzikir-adalah-kehidupan-untuk-hati-manusia/">Berdzikir Adalah Kehidupan Untuk Hati Manusia</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Berdzikir Adalah Kehidupan Untuk Hati Manusia adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 19 Rabbi’ul Tsani 1441 H / 16 Desember 2019 M.
Pembahasan halaman 238 pada kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.
Download mp3 kajian sebelumnya: Doa Yang Dibaca Setiap Hari dan Keutamaan Bertasbih

Kajian Islam Ilmiah Tentang Berdzikir Adalah Kehidupan Untuk Hati Manusia
Sahabat Abu Musa Al-Asy’ari Rahimaullah meriwayatkan bahwasannya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ الله وَالَّذِي لَا يَذْكُرُهُ، مَثَلُ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ
“Perumpamaan orang yang berdzikir mengingat Allah dan orang yang tidak berdzikir seperti orang hidup dan orang mati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Penjelasan Syaikh  Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Dalam hadits ini disebutkan keutamaan berdzikir, keutamaan selalu menjaga ibadah ini dan keutamaan untuk terus menerus berdzikir kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Dan bahwasannya berdzikir ini adalah kehidupan untuk hati-hati manusia. Dan semakin banyak seorang hamba berdzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka akan semakin baik kualitas kehidupan hatinya. Oleh karena itu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah pernah mengatakan:
الذكر للقلب مثل الماء للسمك، فكيف يكون حال السمك إذا فارق الماء
“Kebutuhan hati untuk berdzikir seperti kebutuhan ikan kepada air, bagaimana kondisi ikan apabila dipisahkan dari air?”
Maka hidupnya hati yang mana tidaklah hati diciptakan kecuali untuk menegakkan dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, untuk mentauhidkan Allah, mengagungkan Allah ‘Azza wa Jalla. Ini adalah hakikat kehidupan yang sebenarnya untuk hati seorang hamba. Dan hadits ini tertera dengan dua lafadz, salah satu diantaranya:
مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ الله وَالَّذِي لاَ يَذْكُرُ رَبَّهُ، مَثَلُ الحَيِّ وَالمَيِّتِ
“Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Allah dan orang yang tidak berdzikir kepada Allah seperti perumpamaan orang yang hidup dan orang yang mati.” (HR. Bukhari)
Adapun lafadz yang lain:
مثل البيت الذي يذكر الله فيه، والبيت الذي لا يذكر الله فيه، مثل الحي والميت
“Perumpamaan rumah yang dibacakan di dalamnya dzikir kepada Allah dan rumah yang tidak dibacakan di dalamnya dzikir kepada Allah seperti orang mati dan orang hidup.” (HR. Muslim)
Dan dua lafadz ini memberikan faedah bahwasanya dzikir ini sangat penting sekali untuk dilakukan di rumah-rumah kita. Dan rumah-rumah orang yang tidak berdzikir kepada Allah, maka rumah-rumah mereka seperti kuburan. Dan orang yang tidak berdzikir kepada Allah di rumahnya, seakan-akan rumahnya itu seperti kuburan. Dan hati yang tidak berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’...]]>
Radio Rodja 756 AM clean 48038
Doa Yang Dibaca Setiap Hari dan Keutamaan Bertasbihhttps://www.radiorodja.com/48037-doa-yang-dibaca-setiap-hari-dan-keutamaan-bertasbih/ Tue, 07 Jan 2020 07:20:43 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=48037 https://www.radiorodja.com/48037-doa-yang-dibaca-setiap-hari-dan-keutamaan-bertasbih/#respond https://www.radiorodja.com/48037-doa-yang-dibaca-setiap-hari-dan-keutamaan-bertasbih/feed/ 0 <p>Doa Yang Dibaca Setiap Hari dan Keutamaan Bertasbih adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 18 Rabbi’ul Tsani 1441 H / 15 Desember 2019 M. Pembahasan halaman 230 pada kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/48037-doa-yang-dibaca-setiap-hari-dan-keutamaan-bertasbih/">Doa Yang Dibaca Setiap Hari dan Keutamaan Bertasbih</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Doa Yang Dibaca Setiap Hari dan Keutamaan Bertasbih adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 18 Rabbi’ul Tsani 1441 H / 15 Desember 2019 M.
Pembahasan halaman 230 pada kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.
Download mp3 kajian sebelumnya: Doa Setelah Shalat Beserta Keutamaannya

Kajian Islam Ilmiah Tentang Doa Yang Dibaca Setiap Hari dan Keutamaan Bertasbih
Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مَنْ قَالَ:” لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ، وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ” فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ، كَانَتْ لَهُ عَدْلَ عَشْرِ رِقَابٍ، وَكُتِبَتْ لَهُ مِائَةُ حَسَنَةٍ، وَمُحِيَتْ عَنْهُ مِائَةُ سَيِّئَةٍ، وَكَانَتْ لَهُ حِرْزًا مِنْ الشَّيْطَانِ يَوْمَهُ ذَلِكَ حَتَّى يُمْسِيَ، وَلَمْ يَأْتِ أَحَدٌ بِأَفْضَلَ مِمَّا جَاءَ بِهِ، إِلَّا أَحَدٌ عَمِلَ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ
Barangsiapa yang membaca: “Laa Ilaaha Illalloh, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir” setiap hari 100 kali, maka baginya pahala seperti membebaskan 10 orang budak, dituliskan untuknya 100 kebaikan, dihapuskan darinya 100 kesalahan dan doa tersebut akan menjadi penjaga bagi dirinya dari setan pada hari tersebut sampai sore hari. Dan tidak ada satu orang pun yang datang pada hari kiamat membawa sesuatu yang lebih baik daripada apa yang dia bawa kecuali seorang yang beramal lebih banyak daripada apa yang dia amalkan.
Kemudian juga Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مَنْ قَالَ: “سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ” فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ
Dan barangsiapa yang membaca: “Subhanallahi wabihamdih” disetiap hari 100 kali maka akan dihapuskan dosa-dosanya walaupun sebanyak buih di lautan (HR. Bukhari dan Muslim)
Downlod MP3 Ceramah Agama Tentang Doa Yang Dibaca Setiap Hari dan Keutamaan Bertasbih

Jangan lupa untuk turut menyebarkan link download kajian ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum..
]]>
Radio Rodja 756 AM clean 48037