Radio Rodja 756 AM https://www.radiorodja.com Menebar Cahaya Sunnah Mon, 11 Nov 2019 04:17:48 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2.4 https://www.radiorodja.com/wp-content/uploads/cropped-radio-rodja-512px-emblem-1-32x32.png Radio Rodja 756 AM https://www.radiorodja.com 32 32
Studio Radio Rodja dan RodjaTV
Jl. Pahlawan (belakang Polsek Cileungsi)
Kp. Tengah RT03 / RW03
Kecamatan Cileungsi
Bogor – 16820

Nomor Telepon Interaktif: 021 823 6543
SMS: 081 989 654
Email: info@rodja.co.id]]>
Radio Rodja 756 AM clean episodic Radio Rodja 756 AM info@rodja.co.id info@rodja.co.id (Radio Rodja 756 AM) Copyright © Radio Rodja 756 AM 2018 Menebar Cahaya Sunnah Radio Rodja 756 AM https://www.radiorodja.com/wp-content/uploads/radio-rodja-200px.jpg https://www.radiorodja.com 114584281 Khutbah Jumat Menggugah Semangat Beramal Dizaman Fitnah https://www.radiorodja.com/47937-khutbah-jumat-menggugah-semangat-beramal-dizaman-fitnah/ Mon, 11 Nov 2019 02:27:40 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=47937 https://www.radiorodja.com/47937-khutbah-jumat-menggugah-semangat-beramal-dizaman-fitnah/#respond https://www.radiorodja.com/47937-khutbah-jumat-menggugah-semangat-beramal-dizaman-fitnah/feed/ 0 <p>Khutbah Jumat Menggugah Semangat Beramal Dizaman Fitnah ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 10 Rabi’ul Awwal 1441 H | 8 November 2019 M. Khutbah Pertama – Khutbah Jumat Menggugah Semangat Beramal Dizaman Fitnah إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/47937-khutbah-jumat-menggugah-semangat-beramal-dizaman-fitnah/">Khutbah Jumat Menggugah Semangat Beramal Dizaman Fitnah</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Khutbah Jumat Menggugah Semangat Beramal Dizaman Fitnah ini merupakan rekaman khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, khutbah Jum’at yang disampaikan oleh Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc. di Masjid Al-Barkah, Komplek Rodja, Kp. Tengah, Cileungsi, Bogor, pada Jum’at, 10 Rabi’ul Awwal 1441 H | 8 November 2019 M.
Khutbah Pertama – Khutbah Jumat Menggugah Semangat Beramal Dizaman Fitnah
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، أَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
Ummatal Islam,
Allah dan RasulNya memerintahkan kita umat Islam untuk beramal shalih dalam ayat-ayat yang sangat banyak sekali. Allah berfirman:
وَالْعَصْرِ ﴿١﴾ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ﴿٢﴾ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ﴿٣﴾
“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih, mereka saling berwasiat tentang kebenaran dan berwasiat tentang kesabaran.” (QS. Al-Ashr[103]: 1-3)
Allah juga menyebutkan bahwasannya penduduk surga masuk surga karena amalnya. Allah berfirman:
ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
“Masuklah kalian ke dalam surga disebabkan oleh amalan-amalan kalian.” (QS. An-Nahl[16]: 32)
Karena sesungguhnya amalan itu hakikatnya nutrisi dan kekuatan untuk iman kita. Al-Imam Ibnu Qayyim Rahimahullah di dalam kitab Ighatsatul Lahfan menyebutkan bahwasannya agar hati menjadi sehat, diantaranya yaitu dengan cara menjaga stamina hati kita dan menjaga stamina tiada lain kata beliau kecuali dengan beramal shalih, dengan kita shalat, dengan kita berpuasa, dengan kita membaca Al-Qur’an dan dzikir, dengan kita banyak beramal shalih yang lainnya.
Ummatal Islam,
Terlebih mereka yang hidup di akhir zaman seperti kita. Banyak sekali fitnah-fitnah yang melanda. Rasulullah sangat menekankan amalan shalih di zaman-zaman seperti itu. Sebagaimana Imam Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya bahwa suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun dalam keadaan wajahnya merah. Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لا إله إلا الله، مَاذَا أُنْزِلَ اللَّيْلَةَ مِنْ الْفِتَنِ وَمَاذَا فُتِحَ مِنْ الْخَزَائِنِ؟
Laa Ilaaha Illallah, fitnah-fitnah apa yang Allah turunkan malam hari ini dan perbendaharaan apa yang Allah turunkan pada malam hari ini?”
Kemudian Rasulullah bersabda:
مَنْ يُوقِظُ صَوَاحِبَ الْحُجُرَ
“Siapakah yang mau membangunkan pemilik-pemilik kamar itu, berapa banyak orang yang berpakaian di dunia tapi di akhirat ia telanjang.”
رُبَّ كَاسِيَةٍ فِـي الدُّنْيَـا عَارِيَةٍ فِي اْلآخِرَةِ
“Berapa banyak orang yang berpakaian di dunia,]]>
Radio Rodja 756 AM clean 47937
Ta'aruf Adalah Mengenal Calon Pasangan Hidup Kita, Begini Prosesnya https://www.radiorodja.com/47934-taaruf-adalah-mengenal-calon-pasangan-hidup-kita-begini-prosesnya/ Fri, 08 Nov 2019 03:33:13 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=47934 https://www.radiorodja.com/47934-taaruf-adalah-mengenal-calon-pasangan-hidup-kita-begini-prosesnya/#respond https://www.radiorodja.com/47934-taaruf-adalah-mengenal-calon-pasangan-hidup-kita-begini-prosesnya/feed/ 0 <p>Ta’aruf Adalah Mengenal Calon Pasangan Hidup Kita, Begini Prosesnya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 18 Shafar 1440 H / 27 Oktober 2018 M. Download juga kajian sebelumnya: Untuk Para Suami, Begini Cara Mendidik Istri Kajian Ilmiah Tentang Ta’aruf Adalah […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/47934-taaruf-adalah-mengenal-calon-pasangan-hidup-kita-begini-prosesnya/">Ta’aruf Adalah Mengenal Calon Pasangan Hidup Kita, Begini Prosesnya</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Ta’aruf Adalah Mengenal Calon Pasangan Hidup Kita, Begini Prosesnya adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 18 Shafar 1440 H / 27 Oktober 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Untuk Para Suami, Begini Cara Mendidik Istri
Kajian Ilmiah Tentang Ta’aruf Adalah Mengenal Calon Pasangan Hidup Kita, Begini Prosesnya
Seseorang yang mengambil keputusan untuk memilih, tentunya akan berusaha mencari yang terbaik. Tidak hanya sekedar mendapatkan alakadarnya, kita ingin mendapatkan istri sebaik mungkin agar nanti tidak menjadi “PR” atau menjadi pekerjaan rumah kita setelah menikah. Semakin bagus pilihan kita, maka kita akan semakin mudah dalam membina rumah tangga. Sehingga banyak ulama yang mengatakan bahwa awal pendidikan rumah tangga adalah ketika memilih pasangan hidup.
Islam memberikan kepada kita sebuah konsep ta’aruf, konsep saling kenal antara laki-laki dan wanita. Sebab dalam sebuah rumah tangga atau pernikahan ada syarat sah pernikahan, yaitu adanya ridha dari kedua belah mempelai. Artinya sang laki-laki ridha untuk menikahi sang wanita, juga sebaliknya sang wanita menerima laki-laki sebagai suaminya.
Untuk menciptakan ini semuanya, maka Islam memberikan konsep yang cukup jelas, cukup rinci, karena memang ini merupakan perkara yang sangat penting dalam kehidupan seorang manusia. Yaitu konsep berkenalan dengan calon istri tersebut.
Tak kenal maka tak sayang
Dalam konsep yang kita ketahui bersama, ada pepatah yang sudah tidak asing bagi kita semua bahwa “Tak kenal maka tak sayang.”
Kita harus kenal dengan pasangan yang akan menjadi pasangan rumah tangga kita, itu adalah hal yang benar. Islam tidak sama sekali melarang seorang laki-laki mengenal perempuan atau sebaliknya. Bahkan menganjurkan untuk saling kenal agar nantinya bisa membuat rumah tangga lebih mudah dan lebih langgeng. Demikianlah pemahaman yang ada.
Tapi tentunya dengan koridor syariat. Islam mengatur dengan detil permasalahan ini. Misalnya harus mengenal siapa calonnya, namanya, agamanya, akhlaknya, sampai bentuk fisiknya. Ini semua dalam rangka yang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sampaikan dalam hadits Mughirah bin Syu’bah Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu ketika ia mengatakan:
خَطَبْتُ امْرَأَةً
“Aku melamar seorang wanita” lalu Nabi tanya:
أَنَظَرْتَ إِلَيْهَا
“Apakah kamu telah melihatnya?”
Beliau menjawab, “Tidak, Aku tidak melihatnya” Artinya percaya saja dan karena memang mereka menikah bukan karena nafsu semata, bukan juga karena kecantikan, mereka melihat kepada agama sehingga yang penting agamanya baik.
Namun kata Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
فَانْظُرْ إِلَيْهَا فَإِنَّهُ أَحْرَى أَنْ يُؤْدَمَ بَيْنَكُمَا
“Lihat kepadanya, karena itu akan lebih mudah untuk melanggengkan antara kalian berdua.” Artinya ini akan membuat rumah tangga lebih mudah ketika keduanya saling mengenal sebelum mengambil keputusan untuk berkumpul di sebuah pernikahan.
Ta’aruf bukan dengan pacaran
Sebagaimana kita melihat, sekarang ini banyak orang yang beralasan bahwa berpacaran agar kenal dengan pasangan kita, agar kita nanti tidak membeli kucing dalam karung.
Maka kita katakan bahwa berkenalan dibolehkan dalam syariat Islam. Namun tidak dengan cara seperti itu. Sebab biasanya ketika dia berpacaran,]]>
Radio Rodja 756 AM clean 47934
Untuk Para Suami, Begini Cara Mendidik Istri https://www.radiorodja.com/47931-untuk-para-suami-begini-cara-mendidik-istri/ Thu, 07 Nov 2019 06:35:31 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=47931 https://www.radiorodja.com/47931-untuk-para-suami-begini-cara-mendidik-istri/#respond https://www.radiorodja.com/47931-untuk-para-suami-begini-cara-mendidik-istri/feed/ 0 <p>Untuk Para Suami, Begini Cara Mendidik Istri adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 4 Shafar 1440 H / 13 Oktober 2018 M. Download juga kajian sebelumnya: Apabila Pasangan Tidak Shalihah Kajian Ilmiah Untuk Para Suami, Begini Cara Mendidik Istri Kita […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/47931-untuk-para-suami-begini-cara-mendidik-istri/">Untuk Para Suami, Begini Cara Mendidik Istri</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Untuk Para Suami, Begini Cara Mendidik Istri adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 4 Shafar 1440 H / 13 Oktober 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Apabila Pasangan Tidak Shalihah
Kajian Ilmiah Untuk Para Suami, Begini Cara Mendidik Istri
Kita berusaha untuk melanjutkan apa yang disampaikan pada perjumpaan pekan yang lalu berkenaan dengan kondisi dimana seorang mendapatkan istrinya tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan, apa yang ia harapkan dalam keshalihah agama sang istri.
Demikian juga kita lihat ini banyak terjadi mungkin karena desakan orang tua atau keluarga atau ketidaktahuan sang laki-laki terhadap kriteria wanita yang shalihah atau sebab yang lainnya.
Telah kita sampaikan pada perjumpaan kemarin bahwa kita harus membinanya, tidak membiarkannya hancur dan tidak juga melepasnya dengan begitu saja.
Cuma masalah yang kita hadapi adalah bagaimana kita bisa mengajak mereka untuk kembali kepada agama ini, untuk melihat kembali agama yang kita sodorkan kepada sang istri tersebut?
Kita sudah sepakati bahwa hidayah ditangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun Allah juga yang menyampaikan:
إِنَّ اللَّـهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
“Allah tidak merubah nasib sebuah kaum sampai kaum itu merubah dirinya sendiri.” (QS. Ar-Ra’d[13]: 11)
Demikian juga kita tidak bisa berpangku tangan membiarkan istri menunggu takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala, menunggu hidayah Allah Subhanahu wa Ta’ala, tanpa usaha memperbaikinya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan contoh yang sangat konkret tentang sosok Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan istri beliau Khadijah binti Khuwailid yang demikian mudahnya menerima ajaran Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam padahal sebelumnya Khadijah tidak pernah mendengar laa ilaaha illallah.
Bahkan sebelumnya yang ada dibenak mereka (kaum Quraisy) -dan Khadijah dari kaum Quraisy- adalah apa yang sudah mereka dapatkan dari warisan nenek moyang mereka berupa penyembahan berhala, berupa kebid’ahan-kebid’ahan dan kemungkaran-kemungkaran. Walaupun kita sampaikan bahwa Khadijah adalah wanita yang terkenal menjaga kehormatannya dan termasuk wanita yang sangat menjaga kebersihan dan kesucian jiwa mereka.
Tidak mudah untuk menerima sebuah keyakinan yang disampaikan oleh Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dimana Nabi kita menyampaikan tentang suatu fakta yang terbalik dari pada apa yang mereka ketahui sebelumnya. Dari mulai menyembah banyak berhala di sekeliling mereka sampai diminta untuk menyembah satu yang Maha Kuasa, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Tentunya di sana ada rahasia mengapa demikian mudahnya Khadijah menerima. Demikian mudahnya beliau menerima Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bahkan ketika Nabi kita mengisahkan tentang kisahnya berjumpa dengan Jibril ‘Alaihissalam di Gua Hira. Beliau bukan heran, namun malah menjadi pendukung beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Bahkan menyakinkan Nabi kita bahwa Allah tidak akan menghinakan suaminya.
Artinya Khadijah berkeyakinan bahwa suaminya tidak mungkin akan dihinakan dengan sebab itu semua.]]>
Radio Rodja 756 AM clean 47931
Apabila Pasangan Tidak Shalihah https://www.radiorodja.com/47926-apabila-pasangan-tidak-shalihah/ Thu, 07 Nov 2019 01:40:17 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=47926 https://www.radiorodja.com/47926-apabila-pasangan-tidak-shalihah/#respond https://www.radiorodja.com/47926-apabila-pasangan-tidak-shalihah/feed/ 0 <p>Apabila Pasangan Tidak Shalihah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 26 Muharram 1440 H / 06 Oktober 2018 M. Download juga kajian sebelumnya: Adakah Ramalan Jodoh dan Kecocokan? Begini Cara dan Kriteria Memilih Pasangan Dalam Islam Kajian Ilmiah Tentang Apabila […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/47926-apabila-pasangan-tidak-shalihah/">Apabila Pasangan Tidak Shalihah</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Apabila Pasangan Tidak Shalihah adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 26 Muharram 1440 H / 06 Oktober 2018 M. Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 26 Muharram 1440 H / 06 Oktober 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Adakah Ramalan Jodoh dan Kecocokan? Begini Cara dan Kriteria Memilih Pasangan Dalam Islam
Kajian Ilmiah Tentang Apabila Pasangan Tidak Shalihah
Setelah kita menyampaikan beberapa perkara dalam menuju perbaikan rumah tangga, terkadang apa yang kita sudah usahakan mulai dari memilih yang terbaik, berusaha maksimal untuk mendapatkan yang terbaik, namun taqdirnya Allah menentukan yang lainnya. Karena tidak semua usaha kita walaupun sudah usaha maksimal akan mendapatkan hasil yang maksimal. Sebagaimana Nabi sampaikan  dalam hadits yang shahih riwayat Imam Muslim:
اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ, وَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ, وَلَا تَعْجَزْ
“Bersemangatlah untuk meraih yang paling manfaat bagi kamu, dan jangan putus asa/jangan merasa lemah, dan mohonlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (untuk suksesnya yang kita inginkan tersebut).” (HR. Muslim)
Lanjutan hadits di atas adalah:
وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلَا تَقُلْ: قَدَّرَ اَللَّهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ
“Jika mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan, maka katakanlah: ini adalah takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala dan semua yang Allah kehendaki akan terjadi.” (HR. Muslim)
Artinya, bila kita kemudian mendapatkan pasangan yang tidak sesuai harapan yang kita miliki, maka kita harus berusaha untuk bersabar dalam hal ini. Harus bisa memahami dengan baik bahwa kita itu hanya mampu berusaha tapi Allah yang menentukan.
Lalu apakah kemudian kita buang? Kita ceraikan, kita tidak mau tahu atau kita hanya pasrah membiarkan semuanya alami berjalan menunggu hidayat Allah Subhanahu wa Ta’ala? Tentunya disinilah peran kita sebagai seorang muslim yang baik, yang sudah mengenal Islam dan syariatnya, berusaha memperbaiki hal tersebut.
Saya umpamakan dengan seorang petani yang sudah berusaha untuk memilih tanah yang subur, berusaha juga untuk mencari tanah yang tidak banyak hamanya, namun karena keterbatasan yang ada, dengan takdirnya Allah hanya mendapatkan tanah yang tandus atau tanah yang banyak hama di sana. Apakah kemudian sang petani itu berdiam diri? Pasrah meninggalkannya? Ataukah ia berusaha untuk memperbaiki yang ada? Didapatkan orang yang berakal sehat berusaha untuk memperbaiki yang ada. Karena disanalah ladang pahala kita, susah payah kita memperbaiki yang ada mudah-mudahan jadi sebab pengampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala, kita juga memiliki kemampuan dan keahlian untuk bisa mengolah tanah yang tandus menjadi tanah yang subur.
Kisah Nabi Zakaria
Kisah Nabi Zakaria ‘Alaihissalam yang mempertahankan istrinya yang tidak bisa melahirkan. Sebagian ulama mengatakan akhlaknya kurang baik sebelumnya kemudian Allah perbaiki dengan sebab ketaqwaan dan kesabaran Zakaria dan doanya yang terus-menerus.
وَأَصْلَحْنَا لَهُ زَوْجَهُ
Ada dua tafsir. Ada yang mengatakan yang mandul menjadi melahirkan, ada yang mengatakan dari akhlak yang kurang baik menjadi akhlak yang mulia. Dan keduanya tidak bertentangan dan para ulama mengatakan dua-duanya masuk dalam ayat ini.
Sehingga kita sebagai seorang muslim berusaha bagaimana memperbaiki sang istri agar kemudian menjadi baik dan shalihah. Maka marilah kita melihat bagaimana Islam memandang hal itu. Kita harus kemudian berusaha bagaimana agama Islam memperbaiki manusia. Dan ternyata Allah dan RasulNya telah menyampaikan da...]]>
Radio Rodja 756 AM clean 47926
Adakah Ramalan Jodoh dan Kecocokan? Begini Cara dan Kriteria Memilih Pasangan Dalam Islam https://www.radiorodja.com/47923-adakah-ramalan-jodoh-dan-kecocokan-begini-cara-dan-kriteria-memilih-pasangan-dalam-islam/ Wed, 06 Nov 2019 06:15:02 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=47923 https://www.radiorodja.com/47923-adakah-ramalan-jodoh-dan-kecocokan-begini-cara-dan-kriteria-memilih-pasangan-dalam-islam/#respond https://www.radiorodja.com/47923-adakah-ramalan-jodoh-dan-kecocokan-begini-cara-dan-kriteria-memilih-pasangan-dalam-islam/feed/ 0 <p>Adakah Ramalan Jodoh dan Kecocokan? Begini Cara dan Kriteria Memilih Pasangan Dalam Islam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 19 Muharram 1440 H / 29 September 2018 M. Download juga kajian sebelumnya: Godaan Menjelang Pernikahan: Mengapa Harus Memilih Kajian Ilmiah Tentang […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/47923-adakah-ramalan-jodoh-dan-kecocokan-begini-cara-dan-kriteria-memilih-pasangan-dalam-islam/">Adakah Ramalan Jodoh dan Kecocokan? Begini Cara dan Kriteria Memilih Pasangan Dalam Islam</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Adakah Ramalan Jodoh dan Kecocokan? Begini Cara dan Kriteria Memilih Pasangan Dalam Islam adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 19 Muharram 1440 H / 29 September 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Godaan Menjelang Pernikahan: Mengapa Harus Memilih
Kajian Ilmiah Tentang Adakah Ramalan Jodoh dan Kecocokan? Begini Cara dan Kriteria Memilih Pasangan Dalam Islam
Pada hari ini insyaAllah kita akan membahas tentang kriteria pasangan yang dianjurkan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam yang harus kita jadikan sebagai sarana untuk mencapai kebahagiaan rumah tangga kita.
Kriteria Memilih Pasangan Bagi Laki-Laki
1. Baik Agamanya dan Akhlaknya Mulia
Diantaranya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda dalam hadits yang dibawakan Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ : لِمَالِهَا ، وَلِحَسَبِهَا ، وَلِجَمَالِهَا ، وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Wanita dinikahi karena empat sebab; karena hartanya, karena status sosialnya, karena cantiknya, dan karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama baik kamu akan beruntung.” (HR. Bukhari dan Muslim) Dalam riwayat Imam Ahmad bin Hambal ada tambahan, “Dan yang berakhlak mulia.”
Dalam hadits yang mulia ini Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyampaikan satu kriteria yang kita harus perhatikan bila ingin beruntung dan ingin sukses dalam rumah tangga kita. Yaitu kriteria agama yang baik dan akhlak yang mulia. Sehingga orang yang mendapatkan istri yang shalihah itu telah mendapatkan bekal yang baik, modal yang baik, untuk bisa membentuk rumah tangga yang lebih baik. Oleh karena itu Nabi juga menyampaikan dalam hadis yang lainnya:
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتاعهَا المَرْأَةُ الصَّالحةُ
“Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalihah.” (HR. Imam Muslim)
Ada anjuran dari Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk mendapatkan atau mencari wanita yang shalihah. Yaitu yang agamanya baik dan akhlaknya mulia. Bahkan ada perintah khusus dari Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam untuk kita memiliki istri yang shalihah. Kata beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:
لِيَتَّخِذْ أَحَدُكُمْ قَلْبًا شَاكِرًا وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَزَوْجَةً تُعِينُ أَحَدَكُمْ عَلَى أَمْرِ الْآخِرَةِ
“Hendaknya kalian mengambil atau memiliki hati yang bersyukur, lisan yang terus berzikir dan istri yang membantu kamu dalam urusan akhirat.” (HR. Ahmad)
Perintah Nabi untuk kita semua memiliki hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir, dan istri yang membantu kita dalam urusan akhirat. Menunjukkan bahwasanya kita butuh istri yang mampu membawa kita menuju keselamatan akhirat nanti. Dan dia adalah wanita yang shalihah. Dan dalam riwayat yang lainnya dikatakan:
يَا مُعَاذُ، قَلْبٌ شَاكِرٌ، وَلِسَانٌ ذَاكِرٌ، وَزَوْجَةٌ صَالِحَةٌ تُعِينُكَ عَلَى أَمْرِ دُنْيَاكَ، وَدِينِكَ خَيْرٌ، مَا اكْتَنَزَ النَّاسُ
“Wahai Muadz, hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir, dan istri yang shalihah, yang membantu kamu dalam urusan dunia dan agama kamu, itulah sebaik-baiknya perhiasan yang disimpan oleh manusia.” (HR. Imam Al-Baihaqi)
Ini menunjukkan bahwa Nabi kita Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam menganjurkan kita untuk terus mencari istri yang shalihah. Yaitu yang mempunyai sifat agamanya baik dan juga akhlaknya mul...]]>
Radio Rodja 756 AM clean 47923
Godaan Menjelang Pernikahan: Mengapa Harus Memilih https://www.radiorodja.com/47920-godaan-menjelang-pernikahan-mengapa-harus-memilih/ Tue, 05 Nov 2019 07:11:47 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=47920 https://www.radiorodja.com/47920-godaan-menjelang-pernikahan-mengapa-harus-memilih/#respond https://www.radiorodja.com/47920-godaan-menjelang-pernikahan-mengapa-harus-memilih/feed/ 0 <p>Godaan Menjelang Pernikahan: Mengapa Harus Memilih adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 12 Muharram 1440 H / 22 September 2018 M. Download juga kajian sebelumnya: Memperbaiki Diri Untuk Memperbaiki Rumah Tangga Kajian Ilmiah Tentang Godaan Menjelang Pernikahan: Mengapa Harus Memilih […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/47920-godaan-menjelang-pernikahan-mengapa-harus-memilih/">Godaan Menjelang Pernikahan: Mengapa Harus Memilih</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Godaan Menjelang Pernikahan: Mengapa Harus Memilih adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 12 Muharram 1440 H / 22 September 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Memperbaiki Diri Untuk Memperbaiki Rumah Tangga
Kajian Ilmiah Tentang Godaan Menjelang Pernikahan: Mengapa Harus Memilih
Kita sampaikan bahwa seseorang yang ingin membentuk rumah tangga harus memulai dengan perbaikan diri. Kemudian mulai mendidik keluarganya. Para ulama Rahimahullahu Ta’ala menyampaikan kepada kita bahwa pembinaan rumah tangga itu dimulai dari memilih istri, dari memilih pasangan hidupnya. Dan ini sangat penting sekali. Sebab dia akan menentukan langkah ke depan, apakah akan mudah atau  susah, apakah akan lurus atau berkelok-kelok, itu semua dimulai dengan langkah pertama yaitu memilih pasangan hidup kita.
Pernikahan ini bukan hanya untuk satu tahun atau dua tahun, bukan juga untuk hitungan puluhan tahun, namun untuk kita sampai kepada surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala bersamanya. Artinya pembinaan rumah tangga yang kita bahasa setiap hari sabtu ini menyangkut tentang bagaimana membentuk sebuah rumah tangga yang bisa langgeng sampai berjumpa di akhirat nanti bersama-sama meraih nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala, bersama-sama mencapai surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Alangkah indahnya bila itu semua kita dapatkan. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar dimudahkan untuk mampu menggapai surganya Allah Subhanahu wa Ta’ala bersama istri dan keluarga kita semua.
Sebuah pertanyaan muncul, mengapa harus memilih pasangan dan mengapa demikian pentingnya proses pemilihan ini sehingga para ulama menyampaikan bahwa awal pembinaan dalam pembentukan rumah tangga adalah dengan memilih pasangan yang tepat, yang baik, yang shalih.
Baca juga: Tata Cara Shalat Istikharah dan Doa Istikharah Beserta Penjelasan
Kalau kita melihat kepada permasalahan ini, didapatkan bahwa banyak sekali dalil-dalil yang menunjukkan keharusan kita untuk memilih pasangan hidup yang tepat, yang bagus, baik dilihat dari dalil nash-nash syariat ataupun dari pada akal dan juga kenyataan yang kita hadapi ini. Bila kita melihat kepada hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kita dapatkan bahwa Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam banyak meminta kita untuk memilih yang terbaik. Seperti dalam hadits beliau:
اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ, وَاسْتَعِنْ بِاَللَّهِ, وَلَا تَعْجَزْ
“Bersemangatlah untuk meraih yang paling manfaat bagi kamu, dan jangan putus asa/jangan merasa lemah, dan isti’anahlah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (HR. Muslim)
Menunjukkan bahwa kita diperintahkan untuk memilih yang terbaik untuk hidup kita. Walaupun kita tahu bahwasannya yang namanya jodoh sudah ada ditangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, sudah ditakdirkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala di Lauh Mahfudz, namun kita diminta untuk memilih yang terbaik, yang paling manfaat bagi kita dalam membangun rumah tangga kita. Di sini tampak bagaimana seorang yang sudah baik, yang sudah taqwa, yang sudah membina dirinya menjadi orang yang bertaqwa, harus mampu memilih pasangan hidupnya dengan benar dan baik.
Demikian juga Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyampaikan banyak hal berkenaan dengan pilihan ini. Diantaranya hadits beliau:
]]>
Radio Rodja 756 AM clean 47920
Memperbaiki Diri Untuk Memperbaiki Rumah Tangga https://www.radiorodja.com/47917-memperbaiki-diri-untuk-memperbaiki-rumah-tangga/ Tue, 05 Nov 2019 04:08:39 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=47917 https://www.radiorodja.com/47917-memperbaiki-diri-untuk-memperbaiki-rumah-tangga/#respond https://www.radiorodja.com/47917-memperbaiki-diri-untuk-memperbaiki-rumah-tangga/feed/ 0 <p>Memperbaiki Diri Untuk Memperbaiki Rumah Tangga adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 27 Dzul Hijjah 1439 H / 08 September 2018 M. Download juga kajian sebelumnya: Cara Mempertahankan Hubungan Rumah Tangga: Tidak Ada Yang Sempurna Kajian Ilmiah Tentang Memperbaiki Diri Untuk […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/47917-memperbaiki-diri-untuk-memperbaiki-rumah-tangga/">Memperbaiki Diri Untuk Memperbaiki Rumah Tangga</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Memperbaiki Diri Untuk Memperbaiki Rumah Tangga adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 27 Dzul Hijjah 1439 H / 08 September 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Cara Mempertahankan Hubungan Rumah Tangga: Tidak Ada Yang Sempurna
Kajian Ilmiah Tentang Memperbaiki Diri Untuk Memperbaiki Rumah Tangga
Sudah dimaklumi bersama bahwa rumah tangga itu akan jadi baik dengan iman dan taqwa. Juga akan baik bila semua anggota rumah tangga meyakini ketidaksempurnaan dan juga meyakini bahwa mereka tidak akan sempurna tanpa kebersamaan, tanpa saling menutupi kelemahan dan kekurangan yang ada.
Maka tentunya kita semua yang ingin membentuk rumah tangga yang baik harus memulai langkah-langkah yang praktis, langkah-langkah yang nyata dalam memperbaiki rumah tangga yang akan kita bentuk atau sedang kita bentuk atau sudah kita bentuk. Hal ini agar nanti ada perubahan-perubahan yang bisa kita rasakan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat nanti.
Mulailah Dari Diri Sendiri
Tentunya kita ingat dengan nasihat para ulama Rahimahullahu Ta’ala bahwa kita harus memulai semua dari diri kita sendiri. Nasihat Imam Syafi’i Rahimahullah juga yang lainnya:
ابْدَأْ بِنَفْسِكَ
“Mulailah dengan diri kamu.”
Karena tidak akan menjadi baik orang lain bila kita tidak pernah berpikir untuk memperbaiki diri kita sendiri. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika menyampaikan doanya ‘ibadurrahman dalam surat Al-Furqan:
يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kami para istri dan anak-anak yang menunjukkan pandangan dan jadikanlah kami sebagai imam bagi kaum muttaqin.” (QS. Al-Furqan[25]: 74)
Dan imam muttaqin artinya orang yang diikuti oleh orang yang bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sehingga seorang laki-laki, seorang pemimpin rumah tangga akan berusaha untuk memperbaiki dirinya sendiri sebelum memperbaiki anggota keluarganya. Karena ini menentukan perbaikan yang ada.
Teladan Nabi
Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai contoh yang cukup nyata bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala ketika menjadikan beliau sebagai orang yang bisa memperbaiki sebuah masyarakat, sebuah tatanan negara dan dunia, maka Allah mulai dengan pembinaan pada diri Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sejak kecil. Sejak beliau masih kecil sudah dibina oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan pembinaan dan penjagaan yang sangat istimewa. Dimana beliau Allah berikan fisik yang kuat, Allah berikan pembinaan di perkampungan Bani Sa’ad, beliau di didik dengan mengembalakan kambing beberapa tahun lamanya, sampai kemudian mampu untuk berdagang dengan benar dan bagus, sampai Allah jaga daripada semua bentuk kesyirikan dan bid’ah yang ada pada zaman beliau. Sampai kemudian Allah berikan kepada beliau cinta untuk menyendiri, melihat kondisi masyarakat yang demikian bubar dan rusaknya sampai  akhirnya Allah berikan kepada beliau wahyu  wahyu.
Ini menunjukkan bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala memperbaiki Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan pendidikan yang demikian istimewa agar mampu menjadi orang yang memperbaiki orang lain menjadi lebih baik.]]>
Radio Rodja 756 AM clean 47917
Cara Mempertahankan Hubungan Rumah Tangga: Tidak Ada Yang Sempurna https://www.radiorodja.com/47914-cara-mempertahankan-hubungan-rumah-tangga-tidak-ada-yang-sempurna/ Tue, 05 Nov 2019 02:39:25 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=47914 https://www.radiorodja.com/47914-cara-mempertahankan-hubungan-rumah-tangga-tidak-ada-yang-sempurna/#respond https://www.radiorodja.com/47914-cara-mempertahankan-hubungan-rumah-tangga-tidak-ada-yang-sempurna/feed/ 0 <p>Cara Mempertahankan Hubungan Rumah Tangga: Tidak Ada Yang Sempurna adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 29 Dzul Qa’idah 1439 H / 11 Agustus 2018 M. Download juga kajian sebelumnya: Membina Rumah Tangga Dalam Ketaqwaan Kajian Ilmiah Tentang Cara Mempertahankan Hubungan […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/47914-cara-mempertahankan-hubungan-rumah-tangga-tidak-ada-yang-sempurna/">Cara Mempertahankan Hubungan Rumah Tangga: Tidak Ada Yang Sempurna</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Cara Mempertahankan Hubungan Rumah Tangga: Tidak Ada Yang Sempurna adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, Fiqhul Usrah (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 29 Dzul Qa’idah 1439 H / 11 Agustus 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Membina Rumah Tangga Dalam Ketaqwaan
Kajian Ilmiah Tentang Cara Mempertahankan Hubungan Rumah Tangga: Tidak Ada Yang Sempurna
Semua manusia, semua kaum muslimin yang membaca Al-Qur’an, akan punya harapan membentuk rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah yang sekarang banyak disingkat dengan “keluarga samara”.  Ini diantara tujuan pernikahan dan menjadi tanda kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ
Bahwa diantara tanda-tanda kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Allah ciptakan dari diri kalian sendiri para istri/pasangan-pasangan yang dengannya Allah berikan kepada kita sakinah (ketenangan) dan Allah berikan juga rasa cinta dan kasih sayang diantara keduanya.
Ini semua tentu dicapai dengan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan iman dan taqwa sebagai dasar pondasi sebuah rumah tangga ini akan dapat tercapai. Namun perlu diketahui bahwa tidak ada yang sempurna pada diri manusia. Tidak ada manusia yang sempurna. Sehingga seorang yang ingin membina rumah tangga harus menghadirkan pengetahuan ini, harus memiliki keyakinan ini bahwasanya tidak ada yang sempurna pada diri manusia. Istri kita tidak sempurna, kita pun tidak sempurna.
Harapannya, dengan kita menyadari ketidaksempurnaan kita, kita nanti akan bisa memaafkan kekurangan pasangan kita. Dengan kita mengetahui kekurangan yang kita miliki, kita tidak sempurna, maka kita akan berusaha untuk tidak meminta yang sempurna. Demikian juga dengan keyakinan ini semua kita nanti mampu untuk saling melengkapi kekurangan yang kita miliki. Sehingga akan ada disana sifat saling mengalah untuk kebahagiaan rumah tangganya, akan muncul disana saling memaafkan kesalahan yang ada, dan disana akan ada saling pengertian di antara pasangan suami istri yang ini menjadi sebab rasa tenang, rasa cinta dan kasih sayang.
Menumbuhkan Rasa Cinta
Perlu diketahui -sebagaimana disampaikan oleh para ulama Rahimahullahu Ta’ala- bahwa manusia itu banyak membangun cintanya diatas maslahat dan mafsadat. Akan tumbuh cinta bila manusia merasakan bahwa kebutuhan ia, kemaslahatan dia ada pada pasangannya tersebut. Dan akan cinta juga kalau seseorang menganggap dan mempunyai keyakinan bahwasanya mudzarat yang akan dia dapatkan akan hilang bila bersama dengan pasangannya tersebut. Sehingga ia mampu mencintainya.
Oleh karena itu kita lihat dalam Al-Qur’an, Allah banyak menyampaikan perintah ibadah dan Allah sampaikan nikmat-nikmatNya yang itu merupakan kemaslahatan bagi manusia. Contohnya:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ
“Wahai manusia, beribadah kepada Rabb kalian.” Perintah untuk beribadah kepada manusia semuanya.
الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ
“Yang menciptakan kalian dan menciptakan orang sebelum kalian.” Dan penciptaan ini adalah maslahat bagi manusia. Bahkan maslahat terbesar. Artinya kalau Allah tidak menciptakan, tidak menjadi manusia. Demikian juga Allah tambah setelahnya:
لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Agar kita bertaqwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Baru yang menciptakan langit dan bumi, yang menurunkan hujan,]]>
Radio Rodja 756 AM clean 47914
Membina Rumah Tangga Dalam Ketaqwaan https://www.radiorodja.com/47912-membina-rumah-tangga-dalam-ketaqwaan/ Mon, 04 Nov 2019 11:53:09 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=47912 https://www.radiorodja.com/47912-membina-rumah-tangga-dalam-ketaqwaan/#respond https://www.radiorodja.com/47912-membina-rumah-tangga-dalam-ketaqwaan/feed/ 0 <p>Membina Rumah Tangga Dalam Ketaqwaan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usra (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 1 Dzul Qa’idah 1439 H / 14 Juli 2018 M. Download juga kajian sebelumnya: Membina Rumah Tangga Kajian Ilmiah Tentang Membina Rumah Tangga Dalam Ketaqwaan Allah menyempurnakan kebahagiaan […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/47912-membina-rumah-tangga-dalam-ketaqwaan/">Membina Rumah Tangga Dalam Ketaqwaan</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Membina Rumah Tangga Dalam Ketaqwaan adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Fiqhul Usra (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 1 Dzul Qa’idah 1439 H / 14 Juli 2018 M. Fiqhul Usra (Fiqih Keluarga). Pembahasan ini disampaikan oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc. pada hari Sabtu, 1 Dzul Qa’idah 1439 H / 14 Juli 2018 M.

Download juga kajian sebelumnya: Membina Rumah Tangga
Kajian Ilmiah Tentang Membina Rumah Tangga Dalam Ketaqwaan
Allah menyempurnakan kebahagiaan manusia dengan adanya istri. Bisa kita lihat Adam ‘Alaihissalam yang Allah ciptakan di surga. Kita tahu bagaimana indahnya surga, sampai-sampai Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengabarkan bahwa keindahannya tidak bisa kita gambarkan, tidak pernah mata melihatnya, tidak pernah terdengar di telinga, bahkan tidak terbesit dibenak seorang manusia.
Adam ‘Alaihissalam Allah ciptakan di surga. Dengan semua kemudahan, kesenangan dan semua kabahagiaannya. Tetapi dia tetapi membutuhkan pasangan hidup. Adam membutuhkan Hawa untuk bisa menyempurnakan kebahagiaan beliau di surga. Oleh karena itu Allah berfirman:
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً ۚ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَن يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّـهِ ۗ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ ﴿٣٨﴾
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu). (QS. Ar-ra’d[13]: 38)
Sehingga pernikahan yang kita dapatkan dan kita terus bahas sampai hari ini merupakan bagian yang tidak akan terpisahkan dalam kehidupan seorang manusia. Yakni ingin memiliki kebahagiaan sempurna. Dan manusia tidak akan bahagia dengan sempurna tanpa pernikahan, memiliki anak dan istri. Namun tentunya membangun rumah tangga itu sebagaimana kita memiliki sebuah perahu yang mengarungi lautan yang akan banyak menerpa kehidupan tersebut dengan fitnah sehingga dibutuhkan banyak kesabaran. Atau mungkin juga fitnah kebaikan dan kemudahan yang membutuhkan kesyukuran dari kita semua.
Standar bahagia dalam rumah tangga Allah sampaikan dalam surat Ar-Rum ayat-21:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ ﴿٢١﴾
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.”
Menunjukkan bahwa standarnya adalah tenang, ada saling cinta mencintai dan kasih sayang antara pasangan suami istri tersebut. Hal ini tidak mudah didapatkan bila kita tidak mengetahui apa yang Allah inginkan dari kita dan apa yang Allah tetapkan serta tunjukkan kepada kita untuk menggapainya. Oleh karena itu kalau kita melihat kepada Al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, akan kita dapatkan bahwa dalam memilih pasangan hidup saja kita diminta melihat agama sebagai standar dasarnya. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beliau bersabda:
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَـالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.
“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”(HR. Bukhari & Muslim)
Simak dan download mp3 kajian Islam Tentang Membina Rumah Tangga Da...]]>
Radio Rodja 756 AM clean 47912
Keutamaan Puasa https://www.radiorodja.com/47903-keutamaan-puasa/ Mon, 04 Nov 2019 01:59:46 +0000 https://www.radiorodja.com/?p=47903 https://www.radiorodja.com/47903-keutamaan-puasa/#respond https://www.radiorodja.com/47903-keutamaan-puasa/feed/ 0 <p>Keutamaan Puasa adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 23 Shafar 1441 H / 22 Oktober 2019 M. Pembahasan halaman ke-89 pada kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A. Download […]</p> <p>Tulisan <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com/47903-keutamaan-puasa/">Keutamaan Puasa</a> ditampilkan di <a rel="nofollow" href="https://www.radiorodja.com">Radio Rodja 756 AM</a>.</p> Keutamaan Puasa adalah bagian dari ceramah agama dan kajian Islam ilmiah dengan pembahasan kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 23 Shaf... Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Pembahasan ini disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr pada 23 Shafar 1441 H / 22 Oktober 2019 M.
Pembahasan halaman ke-89 pada kitab Kifayatul Muta’abbid wa Tuhfatul Mutazahhid. Penerjemah: Ustadz Iqbal Gunawan, M.A.
Download mp3 kajian sebelumnya: Tata Cara Shalat Istikharah dan Doa Istikharah Beserta Penjelasan

Kajian Islam Ilmiah Tentang Keutamaan Puasa
Sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda bahwasannya Allah ‘Azza wa Jalla berkata:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ، إِلَّا الصِّيَامَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ، فَلَا يَرْفُثْ يَوْمَئِذٍ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ، فَلْيَقُلْ : إِنِّي صَائمٌ والَّذِي نَفْسُ محَمَّدٍ بِيدِهِ، لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ -تعالى- يَوْمَ الْقِيَا مَةِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ، وَلِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا: إِذا أَفْطَرَ فَرِحَ بِفِطْرِهِ، وإذَا لَقي ربَّهُ فرِح بِصوْمِهِ
“Seluruh amalan anak Adam adalah untuknya kecuali puasa, karena sesungguhnya puasa itu milikKu dan Aku yang akan membalasnya, dan puasa itu adalah tameng, maka apabila salah seorang diantara kalian berpuasa maka janganlah ia berkata kotor pada hari tersebut dan janganlah ia berkata kasar atau bersuara keras, jika ada seorang yang mengejeknya atau mengajaknya bertengkar maka hendaklah dia mengatakan: Saya sedang puasa dan demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di ditanganNya sesungguhnya bau mulut seseorang yang sedang berpuasa lebih harum di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala pada hari kiamat dari bau minyak kasturi, dan bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan yang ia dapatkan: jika ia berbuka maka ia akan bahagia dengan buka puasa tersebut dan apabila ia bertemu dengan Rabbnya ia akan bahagia dengan puasanya.” (HR. Imam Al-Bukhari dan Muslim)
Dan sabda Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (فَلَا يَرْفُثْ) artinya, “tidak boleh ia berbicara kotor dan berbicara jorok”. Berkata Al-Azhari (seorang ulama ahlul lughah) bahwa kata “rafats” adalah kata yang mencakup semua yang diinginkan laki-laki dari perempuan. Juga rafats berarti jima’ (berhubungan badan) atau berbicara tentang hubungan badan. Yaitu membicarakan hal-hal yang mengarah ke sana. Juga ada yang mengatakan bahwa arti rafats adalah membicarakan hal tersebut dengan istri. Adapun penjelasan (وَلَا يَصْخَبْ) artinya, “janganlah ia berteriak”. (الصَّخَب) adalah suara keras, suara yang banyak bercampur.
Adapun “Bau mulut orang yang berpuasa.” yaitu artinya bau yang keluar dari orang yang berpuasa dari bau yang buruk atau bau yang tidak enak.
Penjelasan Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Perkataan penulis kitab ini Rahimahullah, “Keutamaan puasa.” Puasa adalah ibadah yang sangat agung,]]>
Radio Rodja 756 AM clean 47903