Select Page

Tag: Hukum tahlilan

Keutamaan Bertahmid, Bertakbir, Bertahlil, dan Bertasbih – Bagian ke-3 – Kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du’a (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Silakan download rekaman kajian Kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du’a (Kitab Dzikir dan Do’a) yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr, dengan pembahasan:

“Keutamaan Bertahmid, Bertakbir, Bertahlil, dan Bertasbih (Bagian ke-3)”

Disampaikan pada Senin, 22 Jumadal Ula 1437 / 29 Februari 2016 di Radio Rodja dan Rodja TV. Semoga bermanfaat.

Read More

Keutamaan Bertahmid, Bertakbir, Bertahlil, dan Bertasbih – Bagian ke-2 – Kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du’a (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Silakan download rekaman kajian Kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du’a (Kitab Dzikir dan Do’a) yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr, dengan pembahasan:

“Keutamaan Bertahmid, Bertakbir, Bertahlil, dan Bertasbih (Bagian ke-2)”

Disampaikan pada Ahad, 21 Jumadal Ula 1437 / 28 Februari 2016 di Radio Rodja dan Rodja TV. Semoga bermanfaat.

Read More

Keutamaan Bertahmid, Bertakbir, Bertahlil, dan Bertasbih – Bagian ke-1 – Kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du’a (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Silakan download rekaman kajian Kitab Adz-Dzikr wa Ad-Du’a (Kitab Dzikir dan Do’a) yang disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr, dengan pembahasan:

“Keutamaan Bertahmid, Bertakbir, Bertahlil, dan Bertasbih (Bagian ke-1)”

Disampaikan pada Senin, 14 Jumadal Ula 1437 / 22 Februari 2016 di Radio Rodja dan Rodja TV. Semoga bermanfaat.

Read More

Ajaran Madzhab Imam Syafi’i yang Ditinggalkan: Larangan Pengagungan Kuburan, Bid’ahnya Tahlilan, dan Haramnya Ngalap Berkah yang Tidak Syar’i (Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.)

Ajaran Madzhab Imam Syafi’i berikutnya yang ditinggalkan oleh orang-orang yang mengaku bermadzhab Syafi’i adalah tentang, “Larangan Pengagungan Kuburan, Bid’ahnya Tahlilan, dan Haramnya Ngalap Berkah yang Tidak Syar’i”

Di antara perkataan ulama Madzhab Syafi’i yang melarang pengagungan terhadap kuburan adalah Imam An-Nawawi rahimahullah, beliau berkata :
“Dan telah sepakat teks-teks dari As-Syafi’i dan juga para ulama besar madzhab syafiiyah akan dibencinya membangun masjid di atas kuburan, sama saja apakah sang mayat masyhur dengan kesholehan atau tidak karena keumuman hadits-hadits yang melarang. Ay-Syafii dan para Ash-haab berkata, “Dan dibenci shalat ke arah kuburan, sama saja apakah sang mayat orang shaleh ataukah tidak”. Al-Hafizh Abu Musa berkata, “Telah berkata Al-Imaam Abul Hasan Az-Za’farani rahimhullah : Dan tidak boleh shalat ke arah kuburannya, baik untuk mencari barakah atau karena pengagungan, karena hadits-hadits Nabi, wallahu A’lam”.(Demikian perkataan An-Nawawi dalam Al-Majmuu’ syarh Al-Muhadzdzab 5/289)

Tahlilan adalah Bid’ah Menurut Madzhab Syafi’i
Sering kita dapati sebagian ustadz atau kiyai yang mengatakan, “Tahlilan kok dilarang?, tahlilan kan artinya Laa ilaah illallahh?”.
Tentunya tidak seorang muslimpun yang melarang tahlilan, bahkan yang melarang tahlilan adalah orang yang tidak diragukan kekafirannya. Akan tetapi yang dimaksud dengan istilah “Tahlilan” di sini adalah acara yang dikenal oleh masyarakat yaitu acara kumpul-kumpul di rumah kematian sambil makan-makan disertai mendoakan sang mayit agar dirahmati oleh Allah.

Lebih aneh lagi jika ada yang melarang tahlilan langsung dikatakan “Dasar Wahabi”..!!!
Seakan-akan pelarangan melakukan acara tahlilan adalah bid’ah yang dicetus oleh kaum wahabi !!?
Sementara para pelaku acara tahlilan mengaku-ngaku bahwa mereka bermadzhab syafi’i !!!. Ternyata para ulama besar dari madzhab Syafi’iyah telah mengingkari acara tahlilan, dan menganggap acara tersebut sebagai bid’ah yang mungkar, atau minimal bid’ah yang makruh. Kalau begitu para ulama syafi’yah seperti Al-Imam Asy-Syafii dan Al-Imam An-Nawawi dan yang lainnya adalah wahabi??!!

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
“Para sahabat kami (para fuqaha madzhab syafi’i) mengatakan : “Dan makruh ta’ziyah (melayat) setelah tiga hari. Karena tujuan dari ta’ziah adalah untuk menenangkan hati orang yang terkena musibah, dan yang dominan hati sudah tenang setelah tiga hari, maka jangan diperbarui lagi kesedihannya. Dan inilah pendapat yang benar yang ma’ruf….” (Al-Majmuu’ Syarh Al-Muhadzdzab 5/277)

Bagaimana penjelasan selengkapnya mengenai hal ini? Silakan download dan simak penjelasan Ustadz Firanda Andirja, M.A. mengenai hal tersebut dalam rekaman kajian yang beliau sampaikan pada 22 Mei 2014, di Masjid Al-Barkah, Cileungsi-Bogor. Semoga bermanfaat.

Read More

Waktu

Jakarta:
Mekkah:

Radio Streaming

Server Internasional High Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 128 kbps | Pendengar: 193 | Maksimal: 3072

Server Internasional Low Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 24 kbps | Pendengar: 24 | Maksimal: 3072

Server Indonesia High Quality

Status: SERVER OFFLINE

Server Indonesia Low Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 24 kbps | Pendengar: 11 | Maksimal: 2000

Audio RodjaTV High Quality

Status: SERVER OFFLINE

Jadwal Acara

Jadwal Hari Ahad

00:00 — 01:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

01:00 — 02:00 AsatidzKajian TematikRekaman

05:30 — 07:00 Ustadz Mahfudz Umri, Lc.Menuju Kelembutan HatiLIVE dari Bekasi

07:00 — 07:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

07:30 — 10:00 Ustadz Ali SubanaRodja CeriaLIVE dari Studio TV

10:00 — 11:00 Ustadz Yazid bin Abdul Qadir JawasKajian TematikRekaman

11:00 — 12:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

12:30 — 13:00 Penerjemah: Ustadz JunaediFatawa UlamaRekaman

13:00 — 14:30 Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.Al Fawaaidul Fawaa'idRekaman

14:30 — 17:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

17:00 — 18:00 Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al 'Abbad Al BadrAl Kabaa'irLIVE dari Madinah

18:00 — 19:00 Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.Silsilah Hadits ShahihLIVE dari Masjid Al Barkah CIleungsi

19:00 — 20:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

20:00 — 21:30 AsatidzKajian TematikRekaman

21:30 — 22:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

22:00 — 23:30 Ustadz Abu Haidar As SundawyQoulul MufidRekaman

22:30 — 00:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

Arsip