Select Page

Tag: Madzhab Syafi’i

Ajaran Madzhab Imam Syafi’i yang Ditinggalkan: Larangan Pengagungan Kuburan, Bid’ahnya Tahlilan, dan Haramnya Ngalap Berkah yang Tidak Syar’i (Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.)

Ajaran Madzhab Imam Syafi’i berikutnya yang ditinggalkan oleh orang-orang yang mengaku bermadzhab Syafi’i adalah tentang, “Larangan Pengagungan Kuburan, Bid’ahnya Tahlilan, dan Haramnya Ngalap Berkah yang Tidak Syar’i”

Di antara perkataan ulama Madzhab Syafi’i yang melarang pengagungan terhadap kuburan adalah Imam An-Nawawi rahimahullah, beliau berkata :
“Dan telah sepakat teks-teks dari As-Syafi’i dan juga para ulama besar madzhab syafiiyah akan dibencinya membangun masjid di atas kuburan, sama saja apakah sang mayat masyhur dengan kesholehan atau tidak karena keumuman hadits-hadits yang melarang. Ay-Syafii dan para Ash-haab berkata, “Dan dibenci shalat ke arah kuburan, sama saja apakah sang mayat orang shaleh ataukah tidak”. Al-Hafizh Abu Musa berkata, “Telah berkata Al-Imaam Abul Hasan Az-Za’farani rahimhullah : Dan tidak boleh shalat ke arah kuburannya, baik untuk mencari barakah atau karena pengagungan, karena hadits-hadits Nabi, wallahu A’lam”.(Demikian perkataan An-Nawawi dalam Al-Majmuu’ syarh Al-Muhadzdzab 5/289)

Tahlilan adalah Bid’ah Menurut Madzhab Syafi’i
Sering kita dapati sebagian ustadz atau kiyai yang mengatakan, “Tahlilan kok dilarang?, tahlilan kan artinya Laa ilaah illallahh?”.
Tentunya tidak seorang muslimpun yang melarang tahlilan, bahkan yang melarang tahlilan adalah orang yang tidak diragukan kekafirannya. Akan tetapi yang dimaksud dengan istilah “Tahlilan” di sini adalah acara yang dikenal oleh masyarakat yaitu acara kumpul-kumpul di rumah kematian sambil makan-makan disertai mendoakan sang mayit agar dirahmati oleh Allah.

Lebih aneh lagi jika ada yang melarang tahlilan langsung dikatakan “Dasar Wahabi”..!!!
Seakan-akan pelarangan melakukan acara tahlilan adalah bid’ah yang dicetus oleh kaum wahabi !!?
Sementara para pelaku acara tahlilan mengaku-ngaku bahwa mereka bermadzhab syafi’i !!!. Ternyata para ulama besar dari madzhab Syafi’iyah telah mengingkari acara tahlilan, dan menganggap acara tersebut sebagai bid’ah yang mungkar, atau minimal bid’ah yang makruh. Kalau begitu para ulama syafi’yah seperti Al-Imam Asy-Syafii dan Al-Imam An-Nawawi dan yang lainnya adalah wahabi??!!

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata:
“Para sahabat kami (para fuqaha madzhab syafi’i) mengatakan : “Dan makruh ta’ziyah (melayat) setelah tiga hari. Karena tujuan dari ta’ziah adalah untuk menenangkan hati orang yang terkena musibah, dan yang dominan hati sudah tenang setelah tiga hari, maka jangan diperbarui lagi kesedihannya. Dan inilah pendapat yang benar yang ma’ruf….” (Al-Majmuu’ Syarh Al-Muhadzdzab 5/277)

Bagaimana penjelasan selengkapnya mengenai hal ini? Silakan download dan simak penjelasan Ustadz Firanda Andirja, M.A. mengenai hal tersebut dalam rekaman kajian yang beliau sampaikan pada 22 Mei 2014, di Masjid Al-Barkah, Cileungsi-Bogor. Semoga bermanfaat.

Read More

Ajaran Madzhab Imam Syafi’i yang Ditinggalkan: Cadar, Haramnya Rokok, dan Tercelanya Fanatik Madzhab (Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.)

Salah satu ajaran Madzhab Imam Syafi’i yang di zaman sekarang dianggap aneh, dan bahkan sering dicela adalah masalah pemakaian cadar bagi kaum wanita. Harus diketahui bahwa, seluruh ulama 4 madzhab telah sepakat akan disyari’atkannya cadar bagi kaum muslimah. Namun, mereka berbeda pendapat dalam masalah wajib tidaknya memakai cadar. Namun, banyak orang yang mengaku bermadzhab Syafi’i yang belum mengetahui bahwa para ulama Syafi’iyah ternyata banyak yang menyatakan bahwa memakai cadar itu wajib. Di antaranya adalah:

Imam Syafi’i rahimahullah mangatakan bahwa:
“Dan aku suka bagi wanita yang dikenal cantik untuk thawaf dan sa’i di malam hari. Jika thawaf di siang hari maka hendaknya ia menjulurkan bajunya menutupi wajahnya, atau ia thawaf dalam keadaan tertutup.” (Al-Umm 2/212)

Imamul Haramain al-Juwaini rahimahullah, beliau berkata :
“…disertai kesepakatan kaum muslimin untuk melarang para wanita dari melakukan tabarruj dan membuka wajah mereka dan meninggalkan cadar…”(Nihaayatul Mathlab fi Dirooyatil Madzhab 12/31)

Al-Imam An-Nawawi rahimahullah, beliau berkata:
“Dan diharamkan seorang lelaki dewasa memandang aurat wanita dewasa asing, demikian juga haram memandang wajahnya dan kedua tangannya tatkala dikhawatirkan fitnah, dan demikian juga haram tatkala aman dari fitnah menurut pendapat yang benar” (Minhaaj At-Thalibin hal 95)

Ibnu Qaasim (wafat 918 H) rahimahullah, beliau berkata:
“Dan seluruh tubuh wanita merdeka adalah aurat kecuali wajahnya dan kedua telapak tangannya. Dan ini adalah auratnya dalam shalat, adapun di luar sholat maka auratnya adalah seluruh tubuhnya.” (Fathul Qoriib Al-Mujiib fi Syar Alfaadz at-Taqriib hal 84)

Itulah pendapat Imam Syafi’i dan beberapa ulama yang mengikuti madzhabnya mengenai cadar. Anda bisa mengecek hal tersebut di kitab-kitab karangan mereka. Kemudian hal yang tidak kalah penting yang perlu diketahui oleh para pengikut Madzhab Imam Syafi’i adalah tentang “Haramnya Rokok dan Tercelanya Fanatik Madzhab” dalam beragama.

Bagaimana ajaran Madzhab Imam Syafi’i mengenai “Rokok dan Fanatik dalam Bermadzhab”? Silakan download dan simak penjelasan Ustadz Firanda Andirja, M.A. mengenai hal tersebut dalam rekaman kajian yang beliau sampaikan pada 21 Mei 2014, di Masjid Al-Barkah, Cileungsi-Bogor. Semoga bermanfaat.

Read More

Ajaran Madzhab Imam Syafi’i yang Ditinggalkan: Memelihara Jenggot dan Haramnya Musik (Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.)

Imam Syafi’i merupakan sosok yang sangat dikagumi oleh kaum muslimin pada umumnya. Hal itu disebabkan karena kecerdasan dan keilmuan beliau yang luar biasa. Bahkan di antara keempat madzhab imam yang ada, boleh dibilang beliau lah yang sangat cemerlang. Madzhab beliau juga merupakan madzhab yang banyak dianut di bumi pertiwi nusantara ini.

Hal yang menyedihkan adalah, pada saat kita melihat sebagian orang yang mengaku bermadzhab Syafi’i, mengaku sebagai pengikut Imam Syafi’i, namun amalan-amalan mereka justru bertentangan dengan ajaran-ajaran beliau. Bahkan semakin pahit dan menyedihkan jika ternyata mereka justru menentang dan mengolok-olok sebagian ajaran beliau. Pada akhirnya, banyak ajaran Imam Syafi’i yang ditinggalkan. Di antara ajaran yang banyak ditinggalkan adalah masalah memelihara jenggot dan masalah haramnya musik.

Bagaimana penjelasan Imam Syafi’i dalam permasalahan memelihara jenggot dan hukum mendengarkan musik? Silakan download kajian Islam yang disampaikan oleh Ustadz Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A., pada 20 Mei 2014, dengan tema “Ajaran Madzhab Imam Syafi’i yang Ditinggalkan: Memelihara Jenggot dan haramnya Musik.” Semoga bermanfaat.

Read More

Waktu

Jakarta:
Mekkah:

Radio Streaming

Server Internasional High Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 128 kbps | Pendengar: 186 | Maksimal: 3072

Server Internasional Low Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 24 kbps | Pendengar: 21 | Maksimal: 3072

Server Indonesia High Quality

Status: SERVER OFFLINE

Server Indonesia Low Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 24 kbps | Pendengar: 72 | Maksimal: 2000

Audio RodjaTV High Quality

Status: ONLINE | Bitrate: 130 kbps | Pendengar: 26 | Maksimal: 2000

Jadwal Acara

Jadwal Hari Ahad

00:00 — 01:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

01:00 — 02:00 AsatidzKajian TematikRekaman

02:00 — 05:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

05:30 — 07:00 Ustadz Mahfudz Umri, Lc.Menuju Kelembutan HatiLIVE dari Bekasi

07:00 — 07:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

07:30 — 10:00 Ustadz Ali SubanaRodja CeriaLIVE dari Studio TV

10:00 — 11:00 Ustadz Yazid bin Abdul Qadir JawasKajian TematikRekaman

11:00 — 12:30 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

12:30 — 13:00 Penerjemah: Ustadz JunaediFatawa UlamaRekaman

13:00 — 14:30 Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.Al Fawaaidul Fawaa'idRekaman

17:00 — 18:00 Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq bin 'Abdil Muhsin Al 'Abbad Al BadrAl Kabaa'irLIVE dari Madinah

18:00 — 19:00 Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.Silsilah Hadits ShahihLIVE dari Masjid Al Barkah CIleungsi

19:00 — 20:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

20:00 — 21:30 AsatidzKajian TematikRekaman

21:30 — 22:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

22:00 — 23:30 Ustadz Abu Haidar As SundawyQoulul MufidRekaman

22:30 — 00:00 Murottal, Bumper, Mutiara Nasihat

Arsip