Telegram Rodja Official

13 dan 14 November 2013: Puasa Tasu’a dan Puasa Asyura 1435 (9 dan 10 Muharram 1435)

By  |  pukul 5:33 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 09 Muharram 1435 / 12 November 2013 pukul 5:33 pm

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=4087

INFORMASI SINGKAT: Hari Rabu, 13 November 2013, adalah bertepatan dengan 9 Muharram 1435 dan Kamis, 14 November 2013, adalah bertepatan dengan 10 Muharram 1435, sehingga kita bisa mulai berpuasa Tasu’a dan ‘Asyura pada hari tersebut. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi kemudahan kepada kita untuk beramal shalih, Aamiin.

Sekilas tentang Puasa ‘Asyura dan Sehari Sebelumnya (Tasu’a)

Pernah kami unggah pula sebelumnya, rekaman kajian yang di dalamnya membahas tentang puasa Asyura dan puasa Tasu’a. Di antaranya:

Kajian: Renungan Hati dan Nasihat bagi Kaum Muslimin – Penjelasan Ghadir Khum dan Perayaan Hari Asyura (Ustadz Abu Qatadah)

Hadits-hadits yang shahih tentang ‘Asyura dan Muharram

Diriwayatkan oleh Imam Muslim rahimahullahu Ta’ala, yaitu hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أفضل الصيام بعد رمضان شهر الله المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة صلاة الليل

“Puasa yang paling afdhol (utama) setelah puasa Ramadhan, adalah puasa di bulan Allah, bulan Muharram. Dan shalat yang paling afdhol setelah shalat wajib adalah shalat malam.”

Kita tahu dari hadits ini, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan bulan Muharram dengan dua hal. Yang pertama, tentang puasa yang paling afdhol setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram. Yang kedua, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengidhofatkan bulan Muharram kepadanya, dinamakan dengan syahru Allah (شهر الله). Para ulama menjelaskan sesuatu yang langsung diidhafatkan langsung kepada Allah, maka ini adalah untuk ta’dzim, yaitu menunjukkan mulia dan agungnya perkara tersebut.

Kemudian, dinyatakan tentang keutamaan puasa Asyura disebutkan dalam Shahih Bukhari, dari hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata:

ما رأيت النبي صلى الله عليه وسلم يتحرّى صيام يوم فضَّله على غيره إلا هذا اليوم يوم عاشوراء، وهذا الشهر يعني شهر رمضان

“Aku tidak melihat suatu perhatian kepada puasa dan mengutamakan dari yang lainnya, selain hari ini, yaitu hari ‘Asyura (tanggal 10 dari bulan Muharram), dan bulan ini, yaitu bulan Ramadhan.”

Dalam hadits Abu Qatadah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

صيام يوم عاشوراء أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله

Puasa pada ‘Asyura (tanggal 10 Muharram), maka aku berharap kepada Allah bahwasanya akan menghapus dosa setahun yang telah lalu.”

Kemudian di dalam hadits yang lainnya, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa beliau akan puasa pada tanggal 9-nya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

فــإذا كــان العام المقبل ـ إن شاء الله ـ صمنا الـيـوم الـتـاســع

“Jika aku masih hidup pada tahun yang akan datang -dengan izin Allah- maka kami akan puasa pada tanggal 9-nya (9 Muharram).” (H.R. Muslim)

Di dalam hadits ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan kepada kita, tentang puasa pada tanggal 9-nya (di bulan Muharram).

Selengkapnya, ikuti link: Renungan Hati dan Nasihat bagi Kaum Muslimin – Penjelasan Ghadir Khum dan Perayaan Hari Asyura (Ustadz Abu Qatadah)

Amalan-amalan di Bulan Muharram – Khutbah Jumat (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, menjelaskan apakah yang dimaksud dengan empat bulan tersebut.

ثلاث متواليات ذو القَعدة وذو الحجة والمحرم ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان

“Tiga bulan datang berturut: Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram; dan bulan Rajab yang datang setelah Jumadits Tsani dan Sya’ban.” (H.R. Bukhari)

Selengkapnya, ikuti link: Amalan-amalan di Bulan Muharram – Khutbah Jumat (Ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc.)

Ikuti terus informasi dari Radio Rodja melalui tautan Agenda

Bantu beritahukan saudara-saudara kita di Facebook, Twitter, dan Google+. Jazakumullahu khoiron.

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.