Telegram Rodja Official

Al-Qaulul Mufiid

Bab Menaati Ulama dan Umara dalam Mengharamkan yang Halal dan Sebaliknya Berarti Mempertuhankan Mereka – Bagian ke-1 – Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

By  | 

Ceramah agama Islam oleh: Ustadz Abu Haidar As-Sundawy

Berikut ini merupakan rekaman ceramah agama dari pembahasan kitab Al-Qaulul Mufiid, yang disampaikan oleh Ustadz Abu Haidar. Pada pertemuan sebelumnya beliau menjelaskan tentang Bab Beramal Shalih untuk Kepentingan Dunia Termasuk Syirik (Bagian ke-3), dan pada ceramah agama ini, beliau akan menjelaskan tentang Bab Menaati Ulama dan Umara dalam Mengharamkan yang Halal dan Sebaliknya Berarti Mempertuhankan Mereka (Bagian ke-1). Ini adalah rekaman dari siaran live yang berlangsung di Radio Rodja dan RodjaTV pada Jumat sore, 6 Jumadal Akhirah 1436 / 27 Maret 2015. Semoga bermanfaat.

[sc:status-al-qaulul-mufid-ustadz-abu-haidar-2013]

Ringkasan Kajian Kitab Qaulul Mufid

Bab Menaati Ulama dan Umara dalam Mengharamkan yang Halal dan Sebaliknya Berarti Mempertuhankan Mereka (Bagian ke-1)

Yang dimaksud ulama dalam pembahasan ini adalah orang yang alim tentang ilmu syariat Allah Ta’ala. Yaitu ulama para pewaris para nabi. Karena para nabi tidak mewariskan harta atau ilmu dunia, akan tetapi mereka mewariskan ilmu agama atau ilmu syariat.

Sedangkan yang dimaksud dengan umara atau ulil amri adalah mereka yang mengurusi urusan manusia dan pelaksana dari syariat Allah. Kedua golongan ini, yaitu ulama dan umara, merupakan orang-orang yang disebut di dalam Al-Quran untuk ditaati oleh orang-orang yang beriman. Allah Ta’ala berfirman:

Baca Juga:
Penjelasan tentang Aqidah Ahlussunnah - Bagian ke-2 - Kitab Al-Ibanah (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا

“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An-Nisa 4]: 59)

Dalam ayat ini Allah menjadikan ketaatan manusia kepada Allah dan RasulNya sebagai ketaatan yang berdiri sendiri. Sedangkan ketaatan kepada ulil amri tidak lagi memakai kata أَطِيعُواْ. Oleh karena itu, ketaatan kepada ulil amri mengikuti ketaatan kepada Allah dan RasulNya. Yang maknanya dalah, kita wajib taat kepada ulil amri selama mereka tidak memerintahkan kita kepada perkara yang bertentangan dengan ketaatan kepada Allah dan RasulNya.

Simak selengkapnya penjelasan tentang “Bab Menaati Ulama dan Umara dalam Mengharamkan yang Halal dan Sebaliknya Berarti Mempertuhankan Mereka”, oleh Ustadz Abu Haidar hafidzahulllah melalui rekaman audio yang kami sediakan. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kitab Qaulul Mufid

Jangan lupa untuk turut berbagi link donwload ceramah ini ke Facebook, Twitter, dan Google+, semoga bermanfaat bagi amal kita dan saudara Muslimin kita.

Baca Juga:
Pembagian Manusia dalam Memahami Keutamaan-Keutamaan Amalan - Bagian ke-1 - Kitab Tajridut Tauhid Al-Mufid (Ustadz Dr. Muhammad Nur Ihsan, M.A.)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.