Telegram Rodja Official

Kitab At-Tauhiid

Larangan Menyembelih karena Allah di Tempat Penyembelihan yang Bukan karena Allah – Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

By  | 

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab At-Tauhid oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda Andirja, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab tauhid yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada Ahad sore, 20 Syaban 1436 / 7 Juni 2015. Pada pertemuan sebelumnya, Syaikh Abdurrazaq telah menjelaskan tentang “Menyembelih Bukan karena Allah“. Dan pada kajian kali ini, beliau akan menyampaikan bab tentang “Larangan Menyembelih karena Allah di Tempat Penyembelihan yang Bukan karena Allah“. Semoga bermanfaat.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab At-Tauhid Ini: Larangan Menyembelih karena Allah di Tempat Penyembelihan yang Bukan karena Allah

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ اتَّخَذُواْ مَسْجِداً ضِرَاراً وَكُفْراً وَتَفْرِيقاً بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَاداً لِّمَنْ حَارَبَ اللّهَ وَرَسُولَهُ مِن قَبْلُ وَلَيَحْلِفَنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلاَّ الْحُسْنَى وَاللّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ، لاَ تَقُمْ فِيهِ أَبَداً لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْ وَاللّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

Baca Juga:
Dosa Besar Keempat Puluh: Mengkhianati Janji - Bagian ke-2 - Kitab Al-Kabair (Syaikh Prof. Dr. 'Abdur Razzaq Al-Badr)

“Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mu’min), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mu’min serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu . Mereka Sesungguhnya bersumpah: “Kami tidak menghendaki selain kebaikan.” Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh-nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.” (QS At-Taubah [9]: 107-108)

Tsabit bin Dhahhak radhiyallahu ‘anhu berkata:

نذر رجل أن يذبح إبلا ببوانة، فسأل النبي فقال: هل كان فيها وثن من أوثان الجاهلية يعبد؟ قالوا: لا، قال: فهل كان فيها عيد من أعيادهم؟ قالوا: لا، فقال رسول الله: أوف بنذرك، فإنه لا وفاء لنذر في معصية الله ولا فيما لا يملك ابن آدم

“Ada seseorang yang bernadzar akan menyembelih onta di Buwanah lalu ia bertanya kepada Rasulullah, maka Nabi bertanya, “Apakah di tempat itu ada berhala-berhala yang pernah disembah oleh orang-orang jahiliyah?” Para sahabat menjawab, “Tidak”, dan Nabipun bertanya lagi, “Apakah di tempat itu pernah dirayakan hari raya mereka?” Para sahabat pun menjawab, “Tidak”, maka Nabipun menjawab, “Laksanakan nadzarmu itu, karena nadzar itu tidak boleh dilaksanakan dalam bermaksiat kepada Allah, dan dalam hal yang tidak dimiliki oleh seseorang.”” (HR Abu Daud, dan sanadnya menurut persyaratan Imam Al-Bukhari dan Muslim).

Baca Juga:
Bab Menisbatkan Hasil yang Kita Raih kepada Usaha Sendiri - Bagian ke-3 - Kitab Al-Qaulul Mufid (Ustadz Abu Haidar As-Sundawy)

Simak penjelasan selengkapnya pembahasan mengenai hukum “Larangan Menyembelih karena Allah di Tempat Penyembelihan yang Bukan karena Allah” di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad Al-Badr ini. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kajian Kitab At-Tauhid Ini: Larangan Menyembelih karena Allah di Tempat Penyembelihan yang Bukan karena Allah

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khairan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.