Telegram Rodja Official

Kitab At-Tauhiid

Tidak Boleh Meminta Allah sebagai Perantara kepada MakhlukNya dan Upaya Nabi Dalam Menjaga Batas-Batas Tauhid – Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

By  |  pukul 6:20 pm

Terakhir diperbaharui: Selasa, 22 Desember 2015 pukul 8:26 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=17902

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan kitab At-Tauhid oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz Cecep Nurrahman, Lc.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab tauhid yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada Ahad sore, 9 Rabiul Awwal 1437 / 20 Desember 2015. Pada pertemuan sebelumnya, Syaikh Abdurrazaq telah menjelaskan tentang “Jaminan Allah dan NabiNya dalam Perjanjian dan Larangan Bersumpah Mendahului Allah“. Dan pada kajian kali ini, beliau akan menyampaikan bab tentang “Tidak Boleh Meminta Allah sebagai Perantara kepada MakhlukNya dan Upaya Nabi Dalam Menjaga Batas-Batas Tauhid“. Semoga bermanfaat.

Pembahasan dalam Rekaman Kajian Kitab At-Tauhid Ini

Tidak Boleh Meminta Allah sebagai Perantara kepada MakhlukNya

Diriwayatkan dari Jubair bin Muth’im bahwa ada seorang badui datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam seraya berkata, “Wahai Rasulullah! Orang-orang kehabisan tenaga, anak istri kelaparan dan harta benda musnah. Maka mintalah siraman hujan untuk kami kepada Tuhammu. Sungguh, kami meminta Allah sebagai perantara kepadamu dan kami memintamu sebagai perantara kepada Allah.””

Baca Juga:
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah: Hadits 1064-1073 - TPP: Adab ketika Melihat Orang Terkena Musibah, Syarat-Syarat Ruqyah Syar'iyyah, hingga Keutamaan Waktu Pertengahan Malam (Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.)

Upaya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Dalam Menjaga Batas-Batas Tauhid

Abdullah bin Asy-Syikhkhir menuturkan, “Tatkala aku ikut pergi bersama suatu delegasi Bani Amir menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami berkata:

أنت سيدنا! فقال: (السيد الله – تبارك وتعالى-). وقلنا: وأفضلنا فضلاً، وأعظمنا قولاً، فقال: (قولوا بقولكم أو بعض قولكم، ولا يستجرينكم الشيطان

“Engkau adalah sayyid (tuan) kami. Maka beliau bersabda: “Sayyid yang sebenarnya adalah Allah Tabaraka wa Ta’ala“. Lalu kami berkata, “Dan engkau adalah yang paling mulia dan paling agung kebaikannya di antara kami.” Beliau pun bersabda: “Ucapkanlah semua atau sebagian kata-kata yang wajar (biasa) bagi kalian, dan janganlah terseret oleh setan”.”

Simak penjelasan selengkapnya pembahasan mengenai “Jaminan Allah dan NabiNya dalam Perjanjian dan Larangan Bersumpah Mendahului Allah” di dalam rekaman kajian yang disampaikan oleh Syaikh Abdurrazaq bin Abdil Muhsin Al-Abbad Al-Badr ini. Semoga bermanfaat.

Dengarkan dan Download Seri Kajian Kajian Kitab At-Tauhid Ini: Tidak Boleh Meminta Allah sebagai Perantara kepada MakhlukNya dan Upaya Nabi Dalam Menjaga Batas-Batas Tauhid

Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khairan

3 Comments

    Leave a Reply

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    4 × = 4

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.