Rodja Peduli

Al-Ghaayah wa At-Taqriib - Matan Abu Syuja

Bab Musaqah – Bagian ke-1 – Kitab Matan Abu Syuja’ (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

By  |  pukul 7:09 am

Terakhir diperbaharui: Kamis, 04 Februari 2016 pukul 8:42 am

Tautan: https://www.radiorodja.com/?p=18606

Kajian oleh: Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.

Berikut ini merupakan rekaman kajian kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib atau biasa disebut Matan Abu Syuja’, kajian ini mengambil pembahasan khusus yaitu yang berkaitan dengan fiqih mu’amalat. Kitab ini merupakan kitab fiqih Madzhab Syafi’i, karya Syaikh Abu Syuja’ Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Ashfahani rahimahullah.

Kajian ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A. pada Kamis pagi, 18 Rabiul Akhir 1437 / 28 Januari 2016. Pada pertemuan sebelumnya, Ustadz Erwandi telah menyampaikan tentang “Bab Qiradh / Mudharabah (Bagian ke-2)“, dan pada pertemuan kali ini beliau akan membahas Kitabul Buyu’ yaitu tentang “Bab Musaqah (Bagian ke-1)“.

(Download juga: kitab Al-Ghayah wa At-Taqrib – Matan Abu Syuja’ – Format PDF)
[wpdm_file id=49]

Ringkasan Kajian Kitab Matan Abu Syuja’

Kitabul Buyu’ (كتاب البيوع) Bab Musaqah (Bagian ke-1)

Musaqah adalah akad kerjasama dalam pengolahan pertanian antara pemilik lahan dan penggarap, di mana pemilik lahan memberikan lahan pertanian kepada si penggarap untuk ditanami dan dipelihara dengan imbalan tertentu berdasarkan nisbah yang disepakati dari hasil panen yang benihnya berasal dari pemilik lahan.

Baca Juga:
Bab Wakalah - Bagian Ke-2 - Kitab Matan Abu Syuja' (Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.A.)

Syaikh Abu Syuja’ Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Ashfahani rahimahullah berkata:

والمُساقاة جائزة على النَّخل والكَرم ولها شرطان أحدهما: أن يُقَدِّرَها بمدة معلومة.
والثاني: أن يُعَيِّن للعامِل جزءا معلوما من الثَّمَرة.
ثم العمل فيها على ضَربين: عمل يعود نفعه إلى الثمرة، فهو على العامل.
وعمل يعود نفعه إلى الأرض فهو على رَبِّ المال.

Musaqah diperbolehkan untuk pohon kurma dan anggur dengan dua syarat, yaitu:

1. Pemilik lahan menentukan jangaka waktunya.
2. Bagian buah-buahan yang akan diberikan kepada penggarap harus diketahui.

Proses penggarapannya ada dua:

1. Pekerjaan yang manfaatnya berhubungan dengan buah-buahan, maka itu menjadi tanggungjawab penggarap.
2. Pekerjaan yang manfaatnya berhubungan dengan tanah, maka itu menjadi tanggungjawab pemiik modal.

Simak selengkapnya penjelasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan “Bab Musaaqaah” ini bersama Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi. Semoga bermanfaat.

Download Kajian Kitab Matan Abu Syuja’ (Kitabul Buyu’) – Bab Musaqah (Bagian ke-1)

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan hasil rekaman ataupun link download kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.