Telegram Rodja Official

Al-Ushul Ats-Tsalatsah

Penjelasan Laa Ilaha illallah Bagian 1 – Pokok ke-2 – Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

By  | 

Ceramah agama dan kajian Islam dengan pembahasan Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah oleh: Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-‘Abbad Al-Badr
Penerjemah: Ustadz DR. Firanda Andirja, M.A.

Berikut ini rekaman kajian penjelasan kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (شرح الأصول الثلاثة) atau biasa disebut dengan 3 Landasan Utama karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahab At-Tamimi rahimahullah yang disampaikan oleh Syaikh ‘Abdur Razzaq bin ‘Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallah, pada 14 Dzul Qa’idah 1438 H / 07 Agustus 2017 M. Pada pertemuan kali ini, beliau akan menyampaikan tentang “Penjelasan Laa Ilaha illallah Bagian 1“. Semoga bermanfaat.

(Download juga rekaman kajian sebelumnya: Rukun Islam – Pokok ke-2 – Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdurrazzaq Al-Badr)

Simak kajian penuh manfaat ini setiap:

Ahad dan Senin, Pukul: 17:00 – 18:00 WIB

Hanya di Radio Rodja dan Rodja TV.

Ringkasan Kajian Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah: Pembahasan Syahadat – Penjelasan Laa Ilaha illallah Bagian 1

“Laa Ilaaha Illallah”, artinya: tidak ada yang berhak disembah dengan sesembahan  yang benar kecuali Allah Subhana wa Ta’ala semata.

Inilah makna “Laa Ilaaha Illallah”. Ini adalah tafsir yang ringkas namun komprehensif. Mencakup segala makna. Sebagaiamana kita tahu bahwa sesembahan yang disembah di alam semesta ini sangatlah banyak. Dan melalui kalimat ini kita tahu bahwa sesembahan selain Allah Subhana wa Ta’ala adalah sesembahan yang batil dan tidak berhak menerima ibadah dari kita. Baik itu ibadah do’a, nadzar, menyembelih dan ibadah-ibadah yang lainnya.

Baca Juga:
Bab Firman Allah Ta'ala Surat An-Nisa Ayat 60-62 - Kitab Tauhid (Syaikh Prof. Dr. ‘Abdur Razzaq Al-Badr)

Syahadat ini mengandung dua unsur. Meniadakan dan menetapkan. “La Ilaaha”, adalah menafikan segala bentuk sesembahan selain Allah, “Illallah”, adalah menetapkan bahwa ibadah (penghambaan) itu hanya untuk Allah semata, tiada sesuatu apapun yang boleh dijadikan sekutu di dalam ibadah kepada-Nya. Dari sini kita tahu bahwa “Laa Ilaaha Illallah” dibangun atas dua rukun. Rukun pertama penafikan dan rukun kedua adalah penetapan. Penafikan secara umum dan penetapan secara khusus. Dan tauhid tidak akan sempurna tanpa menggabungkan dua kalimat ini.

Untuk Penjelasan Lengkapnya Silahkan Download dan Simak MP3 Kajian Kitab Al-Ushul Ats-Tsalatsah: Penjelasan Laa Ilaha illallah Bagian 1


Jangan lupa untuk turut menyebarkan kebaikan dengan membagikan link download kajian ini ke Facebook, Twitter, dan Google+ kita. Jazakumullahu khairan

Telegram Rodja Official

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.